Menjawab Eramuslim, Daulah Islam Tidak Perjuangkan Syariat Islam

Klik untuk memperbesar

LiputanIslam.com — Khilafah tegak, mereka bersorak.  Demikian yang terjadi pada Eramuslim. Menurutnya, interpretasi  Baghdadi tentang Islam telah diberlakukan di kota-kota di mana kelompok tersebut menguasai wilayah-wilayah baru. Di kota Suriah utara,  Raqqa, ISIS memiliki kontrol penuh, hukum syariah diberlakukan, hudud, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi penzinah, sholat berjamaah,  larangan alkohol dan rokok.

Tak hanya itu, Eramuslim juga menyatakan bahwa Daulah Islam ini merupakan “Khilafah Islam” yang baru terbentuk pasca jatuhnya Kekaisaran Ottoman.

Benarkah Daulah Islam memang murni memperjuangkan syariat Islam? Sayangnya tidak demikian jika kita melihat bocoran dokumen yang dipublikasikan oleh dcclothesline.com.

Sebuah dokumen rahasia terkuak, yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Qatar di Tripoli, ibukota Libya. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Qatar sanggup untuk menerjunkan 1.800 jihadis dari Afrika Utara untuk berperang di Irak bersama-sama dengan ISIS.

Dokumen ini ditandatangani oleh Kedubes Qatar di Libya, Nayef Abdullah Al Emadi. Ia menulis, “ Para relawan (jihadis) telah menyelesaikan pelatihan militer dan pertempuran dengan menggunakan senjata berat, terutama di kamp-kamp Zintan, Misrata dan Zawiya di Libya.” Diungkap juga, mereka akan mengirim jihadis tersebut dalam tiga kelompok, melintasi Turki, daerah otonomi Kurdistan dan masuk ke Irak.

Menurut Emadi, kelompok-kelompok itu sudah siap [berangkat] minggu depan. Dan ia menyerukan untuk mempercepat koordinasi dengan Turki guna menerima jihadis di titik-titik yang telah disepakati, dan Emadi meminta kepastian tanggal untuk memberangkatkan kelompok jihadis.

Selain Qatar, Turki juga memiliki keterlibatan dalam membantu ISIS. Mengapa?

Di Suriah, beredar kabar bahwa Turki membantu ISIS untuk melakukan pencurian minyak Suriah yang kemudian dibeli Turki dengan harga yang murah. Kini, Turki mengulanginya di Irak, konsisten membantu kelompok-kelompok radikal dan membiarkan negaranya menjadi “tempat keluar masuk” sekaligus tempat latihan militer.

Bughot atau melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah, dilarang dalam Islam. Baca uraiannya di sini. Kemudian yang kita saksikan, ISIS berusaha mengontrol daerah-daerah yang kaya minyak. Salah satunya adalah ketika ISIS menguasai berbagai kota Irak. Media pendukungnya yang kegirangan berulang kali memberitakan bahwa kilang minyak Baiji dikotrol ISIS, meski kenyataannya tidak demikian, baca uraiannya di sini.

Artinya, ISIS memiliki keterkaitan dengan minyak Timur Tengah. Dan bisa kita saksikan, di setiap tempat yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, disitu pula terdapat berbagai kelompok teroris dengan nama yang berbeda-beda, menebar teror yang sama, dan sesungguhnya, tuan besar mereka sama. (ba)

sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/menjawab-eramuslim-daulah-islam-tidak-perjuangkan-syariat-islam/

Iklan