KHAWARIJ WAHABI SALAFI “JIHAD” MEMBUNUHI SANTRI AHLU SUNNAH SURIAH

JIhad membunuh santriLiputanIslam.com –– Pagi itu, (29/4) adalah hari yang cerah di Suriah. Musim semi hampir berlalu dan hawa mulai terasa panas. Bunga bunga indah bermekaran dan dedaunan melambai. Tak terkecuali di Syaghur,  sebuah kota tua Damaskus.

Di kota tua ini, berdiri sebuah madrasah untuk siswa setingkat MTs dan Aliyah.  Madrasah Syeikh Badruddin al Huseini, demikian madrasah itu disebut. Terletak di dekat komplek pemakaman Ahlul Bait, madrasah ini telah mencapi  usia ratusan tahun. Bangunannya masih kokoh, dan diperkirakan dibangun sekitar abad kelima atau keenam Hijriah.

Pada awalnya berdirinya bernama Madrasah Aminiyah, namun akhirnya diganti. Siswa dari seluruh penjuru dunia berdatangan, tak terkecuali dari Indonesia. Para siswa tidak dipungut biaya sama sekali. Malahan, makanan, asrama, dan uang jajan pun ditanggung oleh pihak madrasah. Buku dan kitab kitab juga disediakan secara cuma-cuma.

Pada umumnya, pelajaran yang diberikan kepada para siswa mengacu pada mazhab Syafi’i, namun jika ada pelajar yang di negara asalnya menganut mazhab Hanafi (biasanya dari China, India, dan bekas negara Uni Sovyet), maka mereka pun mendapatkan pelajaran yang mengacu pada mazhab Hanafi.

Peristiwa naas itu terjadi saat matahari perlahan  mulai meninggi. Sekitar pukul sepuluh waktu setempat suasana damai di madrasah seketika berubah. Dentuman keras dari empat buah mortir di pelataran madrasah dalam sekejap telah merengut 14 korban jiwa, dan 8 orang diperkirakan terluka. Menurut SANA, yang kemudian dikutip AFP, dinyatakan bahwa mortir tersebut ditembakkan oleh pasukan pemberontak.

Secara de facto, daerah Damaskus sampai hari ini masih berada dalam kontrol Tentara Suriah, dan dalam perkembangannya, banyak tempat pertahanan pemberontak yang kemudian diambil alih oleh pasukan pemerintah Suriah. Akhirnya, pihak pemberontak mulai melancarkan strategi lainnya, yaitu dengan melesakkan roket.

Jihad Membunuh Santri

Sebagai sesama muslim yang harus dijaga darah dan kehormatannya, tentu saja aksi terorisme ini adalah perbuatan biadab yang tak berkeperimanusiaan, dan bukan ajaran Islam. Salah apa para santri di madrasah tersebut sehingga mereka harus dibunuh?

Menilik kebrutalan para pemberontak yang ringan tangan menghancurkan fasilitas umum, tidak salah jika Syrian Associated Press mengungkapkan bahwa keberadaan para pemberontak di Suriah yang terpecah menjadi banyak kelompok, tak lain dan tak bukan merupakan kaki tangan Barat dan Arab, juga negara Teluk untuk menghancurkan Suriah.

Suara lantang mereka yang menyerukan demokrasi, teriakan mereka yang menuntut tegaknya khilafah di Suriah, sesungguhnya hanya pepesan kosong. Tidak ada demokrasi ataupun kebebasan yang mereka perjuangkan, target mereka hanya satu: Suriah harus hancur. Dan mengapa Suriah begitu penting untuk dihancurkan? Temukan jawabannya di sini.   (fa/LiputanIslam.com)


 

 

sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/perang-suriah-jihad-membunuh-santri/

Iklan