Hamas dan Al-Qaeda, dari Mata Media Israel

Debka menyebut Hamas sebagai grup teroris

“If you tell a big enough lie and tell it frequently enough, it will be believed.”  Adolf Hitler

Kutipan Hitler yang terkenal diatas sepertinya telah memberikan insiprasi kepada Debkafile, media terkemuka Israel yang terkenal dengan isi berita  dan analisanya yang mendalam. Saya [redaktur] juga menemukan fakta bahwa Debkafile adalah media yang berkarakter nyinyir, merdeka, dan tidak segan-segan untuk menghujat negara-negara seperti Amerika Serikat – yang notabene adalah sekutu Israel.

Saya menemukan keanehan – ketika membandingkan 2 artikelnya yang berjudul “New pact restores Hamas to the Iranian fold with a $200m annual stipend and military aid”  (artikel pertama) dan “Obama about-turns on Syria: US military training and weapons for moderate Syrian rebels” (artikel kedua).

Debka tidak menyebut Al-Qaeda sebagai teroris

Pada artikel pertama, redaksi kalimat yang digunakan pada paragraf pertama “The Palestinian Hamas terrorist group” atau Hamas, kelompok teroris Palestina.  Semua pastinya mahfum, bahwasanya Hamas adalah salah satu gerakan perlawanan Palestina—yang sangat gigih melawan Israel. Dan karenanya, Israel melabel Hamas sebagai kelompok teroris. Itulah sebabnya, jika kita membaca media-media Israel, dalam menuliskan beberapa kelompok perlawanan seperti Hamas, Jihad Islam dan Hizbullah, akan disertai dengan predikat “kelompok teroris”.

Sedangkan pada artikel kedua, ketika menyebut kelompok Al-Qaeda, Debka hanya menyebut “al Qaeda elements”. Keanehannya, mengapa Debka tidak menyebut Al-Qaeda sebagai “Al-Qaeda terorist group?” Apakah Al-Qaeda bukan teroris?

Secara umum, disepakati bahwa terorisme adalah tindakan atau ancaman kekerasan, tidak peduli apapun motif dan tujuannya.  Terorisme terjadi untuk menjalankan agenda tindak kejahatan individu atau kolektif, yang menyebabkan teror di tengah masyarakat, rasa takut dengan melukai mereka atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan. Terorisme juga  bertujuan untuk menyebabkan kerusakan lingkungan atau aset pribadi maupun masyarakat,  atau menguasai dan merampasnya atau bertujuan untuk mengancam sumber daya nasional. (The Arab Convention on the Suppression of Terrorism)

Memang ada banyak keganjilan yang layak dipertanyakan atau dikritisi terkait sepak terjang Al-Qaeda menghancurkan berbagai negara di kawasan Timur Tengah dan terus mengembangkan jaringannya ke seluruh dunia. Di banyak negara yang subur dan memiliki kekayaan alam yang melimpah, seperti Suriah, Irak, Libya, hingga Nigeria, di sana kita temukan Al-Qaeda dengan nama yang berbeda-beda. Yang dilakukannya: mengancam, meneror, membunuh, dan merusakkan kestabilan negara. Kendati demikian, mereka mengklaim memiliki cita-cita mulia yaitu menegakkan syariat Islam, dan malangnya – aksi terorisme yang dilakukan kepada negara dan rakyatnya – mereka anggap sebagai jihad di jalan Allah.

Hanya saja, jika memang mereka adalah pejuang Islam, mengapa mereka tidak berusaha untuk membebaskan Al-Aqsa dari cengkraman Israel? Mengapa mereka membiarkan rakyat Palestina di Jalur Gaza terpenjara dan terisolasi bertahun-tahun lamanya? Mengapa mereka memerangi nengara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim dan membiarkan saja negara penjajah seperti Israel?

Dan mengapa – media nyinyir sekelas Debkafile—yang tidak ragu untuk berkata “Washington, Antara dan Yerusalem hanya meringkuk di pojok arena * — tidak menyebut Al-Qaeda sebagai teroris?

 

*) Keterangan: Debkafile dalam artikelnya yang berjudul “Syrian army and Hizballah capture Homs opening-way to Aleppo and decisive Assad victory” pernah menghujat Amerika Serikat, Turki dan Israel, yang begitu lamban mengambil keputusan terkait perang Suriah. Saat itu, pihak pemberontak sudah semakin terjepit, dan pertarungan besar terakhir adalah di Allepo. Debkafile meradang lantaran negara utama pendukung pemberontak hanya seperti meringkuk di arena [ketakutan] dan membiarkan SAA dan Hizbullah mendapatkan kemenangan.

(ba/LiputanIslam.com)

 

 

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/hamas-dan-al-qaeda-dari-mata-media-israel/

%d blogger menyukai ini: