[Ganjil] Menaklukkan Irak, Untuk Menuju Yerusalem ?

LiputanIslam.com — Argumen ganjil terkait penaklukkan Suriah, kini kembali diulangi. Hanya saja, yang menjadi objek untuk ditaklukkan kali ini adalah Irak. Untuk memahami bahwa menaklukkan Irak untuk menuju Yerusalem adalah ilusi belaka, bisa disimak di artikel ini. Polanya sama dan jelas.

Hal ganjil lainnya adalah, Al-Mustaqbal Net, mengunggah analisa dari Barry Shaw, yang menyatakan beberapa hal terkait sepak terjang ISIS [yang dipercaya oleh Al-Mustaqbal], namun sayang, artikel itu tidak diterjemahkan secara utuh.

Artikel aslinya, bisa dibaca disini:  http://www.americanthinker.com/2014/06/the_isis_conquest_of_iraq_leads_to_jerusalem.html

Sedangkan yang dipublikasi Al-Mustaqbal bisa dibaca di sini: http://al-mustaqbal.net/isis-taklukkan-iraq-menuju-yerusalem-untuk-hancurkan-israel/

Mengapa-menyebrangBanyak isi artikel yang tidak turut dipublikasi, seperti kutipan ini:“ISIS is guilty of wholesale massacres in Syria, leaving the bodies to rot for all to see. It beheaded a top rival rebel commander, leaving his head in the middle of the market. Amnesty International listed a few of their atrocities in their 18-page report “Rule of fear; ISIS abuses in detention is northern Syria.”  They have conducted hundreds of executions, beheadings, even crucifixions in Mosul, Iraq. They destroy anything that is not Islamic, such as the Assyrian Church in Mosul. Hundreds have been slain for being “infidels.”

Terjemahan:

ISIS telah melakukan pembantaian masal di Suriah, membiarkan tubuh-tubuh yang membusuk untuk dilihat khalayak. Mereka menggorok Komandan militan saingannya, dan membiarkan kepalanya berada di tengah pasar. Amnesty Internasional, dalam laporannya di halaman 18, menyebutkan berbagai kekejaman ISIS. “Rule of fear, pelanggaran ISIS yang dilakukan terhadap tahanan di Suriah bagian utara. Mereka telah melakukan ratusan pembunuhan, menggorok kepala, bahkan melakukan penyaliban di Mosul, Irak. Mereka menghancurkan segala sesuatu yang terlihat non-Islam, seperti Gereja Asiria di Mosul. Ratusan orang telah dibunuh karena mereka dianggap sebagai orang-orang kafir.”

Pertanyaan untuk Al-Mustaqbal, “Mengapa analisa Barry tidak dimuat secara utuh? Mengapa harus disembunyikan di bagian-bagian tertentu yang mengungkap kekejaman/ kebrutalan ISIS?”

Mungkin, Anda akan menjawab,” Tuduhan itu tidak benar, Barry pendusta, kafir.”

Namun  jika menurut Anda, analisa Barry tidak layak dipercaya, atau katakanlah Barry tengah berdusta, lalu mengapa analisanya Anda jadikan referensi, Anda terjemahkan, lalu Anda muat di portal berita Anda? Bukankah ini standar ganda? (ba)

 

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/ganjil-menaklukkan-irak-untuk-menuju-yerusalem/

Iklan