Eramuslim, dan Agenda Zionis Internasional

 

Eramuslim, 3/9/2007

LiputanIslam.com — Membaca Eramuslim hari ini, akan dirasakan sangat berbeda dibandingkan membaca Eramuslim beberapa tahun yang lalu. Pada tahun 2006 silam, Eramuslim tidak canggung untuk memuji Iran dan Hizbullah. Bukan hanya sekali dua kali tapi berkali kali. Tetapi, Eramuslim tetap mengingatkan, bahwa keduanya – baik Iran ataupun Hizbullah, adalah penganut paham Syiah—yang tidak sama dengan muslim Sunni.

“Diakui atau tidak, dalam bingkai politik internasional dewasa ini, Iran dengan Presiden Mahmud Ahmadinejad dan Hizbullah dengan Syekh Hassan Nasrallah-nya, telah menjadi ikon masyarakat dunia yang menggugat imperialisme dan hegemoni Amerika-Israel.” (Eramuslim, 3/9/2007)

[Catatan: Pada tahun 2007, Eramuslim mengakui bahwa Ahmadinejad, Presiden Iran saat itu dan juga Syekh Hasan Nasrallah adalah tokoh yang terkenal dengan perlawanannya kepada dominasi Amerika dan Israel – dengan kata lain, Eramuslim sepakat bahwa Iran dan Hizbullah memusuhi Israel]

eramuslim 1“Para aktivis pejuang Palestina di Ghaza dan Tepi Barat menganggap keberhasilan Hizbullah melontarkan ribuan rudal ke arah Israel selama peperangan adalah kemenangan strategi. Mereka sangat terkesan dengan aksi Hizbullah mempertahankan Libanon Selatan menghadapi tentara Israel, hingga melumpuhkan tank-tank Israel.” (Eramuslim, 31/8/2006)

[Catatan: Pada tahun 2006 dimana terjadi perang 33 hari antara Hizbullah melawan Israel, Eramuslim mengungkapkan bahwa gerakan perlawanan Hamas di Palestina akan mencoba meniru strategi Hizbullah dalam menghadapi Israel. Hamas menilai, taktik yang digunakan Hizbullah berhasil melumpuhkan tank-tank Israel. Artinya, Eramuslim mengakui bahwa perang Hizbullah – Israel benar adanya dan keduanya memang bermusuhan]

“Iran menunjukkan pertumbuhan yang paling cepat di dunia dalam bidang ilmu pengetahuan. Asia terus mengejar, bahkan lebih cepat dari yang kami pekirakan sebelumnya. Eropa mempertahankan posisinya lebih dari yang diharapkan, dan Timur Tengah adalah kawasan yang patut diperhatikan.” (Eramuslim, 19/2/2010)

[Catatan: Eramusllim pada tahun 2010, masih sempat untuk memuji Iran dengan pencapaian fenomenal di bidang pendidikan – yang menjadi negara dengan perkembangan pendidikan tercepat di seluruh dunia]

ahmadinejad dan khaleed meshal

“Iran telah menyatakan bahwa tidak ada sama sekali hubungan resmi antara Iran dan Israel, tapi banyak sekali bukti yang menunjukkan adanya hubungan dan koneksi yang sangat dekat yang dilakukan secara rahasia. Sebelumya mantan wakil pemimpin Iran telah menegaskan bahwa warga Israel adalah teman bagi warga Iran.” (Eramuslim, 31/5/2014)

[Catatan: Eramuslim hari ini menjilat ludahnya sendiri dengan menyatakan bahwa Iran dan Israel adalah berteman, bukan bermusuhan]

Sejak kapan Eramuslim berubah haluan menjadi media sekterian? Tanggal tepatnya mungkin susah untuk melacak mengingat artikel Eramuslim yang jumlahnya mungkin sudah puluhan atau ratusan ribu – tidak memungkinkan untuk menelusuri satu persatu. Namun bagi para pembaca setianya – akan menyadari ‘kelainan’ Eramuslim semakin kentara sejak konflik Suriah meletus.

Harus dicatat sejak awal bahwa secara ideologi, Eramuslim tidak ‘sreg’ dengan ideologi Syiah yang dianut Iran dan Hizbullah. Namun disisi lain, Eramuslim juga tidak menampik bahwa pengusung ideologi yang “menyimpang” inilah yang justru paling berani menentang pihak yang dianggap musuh oleh Eramuslim, yaitu hegemoni Amerika Serikat, Israel dan negara sekutunya. Bahkan, Eramuslim sempat menyarankan – agar dunia Islam Sunni bersatu dan meniru apa yang dilakukan Iran dan Hizbullah, bahu membahu melawan Zionis.

Kedekatan Hamas dan Suriah

Ketidak-sukaan Eramuslim kepada ideologi Syiah, akhirnya mendapatkan momentum yang tepat. Konflik Suriah yang berbau sekterian – dengan melabelkan predikat Syiah Nushairiyah kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad – yang konon membunuhi kaum muslimin di Suriah menjadi alasan yang tepat bagi Eramuslim untuk memojokkan Iran dan Hizbullah. Ilustrasinya mungkin sebagai berikut:

“Nah kamu lihat sekarang, Syiah itu aslinya jahat dan menyimpang – buktinya di Suriah, pemimpinnya Assad yang juga menganut Syiah – ternyata membunuhi kaum muslimin…”

Apalagi ketika konflik Suriah semakin memanas, Iran dan Hizbullah terang- terangan mendukung Bashar al-Assad, sedangkan Hamas, muqawwama Palestina yang telah habis-habisan didukung oleh Assad, menyeberang ke kubu pemberontak yang sedang berusaha menggulingkan pemerintah Suriah yang sah.

Di titik ini, Eramuslim pun akhirnya berubah, memilih ikut menyebarkan berbagai fitnah dan propaganda terhadap Suriah, Iran dan Hizbullah – sebagaimana Hamas yang juga memilih angkat kaki dari Damaskus, ibukota Suriah tempatnya berlindung, berkantor dan menjalankan strategi perlawanan –karena hanya Suriah yang terbuka menerimanya di tanah Arab.

Kedekatan Hamas dan Hizbullah

Lantas, mengapa Eramuslim turut mengobarkan perang kepada Iran, Hizbullah dan Suriah? Mari simak pengakuan seorang rakyat Palestina yang pernah menjadi agen Mossad, artikel lengkapnya bisa dibaca di sini.

Telah dicetak puluhan judul; buku-buku yang menyerang Syiah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah dengan cara yang sama. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak dengan dasar bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan luks. Dan selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh orang-orang yang tidak sadar dari para fanatik Salafy.

Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antar pihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingan sesama mereka agar Israel dapat merealisasikan tujuan mereka, dengan menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda baik dengan menjadikan mereka rendah moral, atau orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala, hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama muslim baik Sunnah atau Syiah.

Hamas mendukung pemberontak Suriah

Mossad telah berhasil banyak dalam hal ini. Anda dapat melihat kira-kira semua mesjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dan dibagikan secara gratis bahwa ini semua dibiayai oleh para donatur Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali banyak orang-orang yang tak sadar, dan para imam mesjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku ini, yang minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berfikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari ini.

Buku-buku ini telah mulai pengaruhnya di Pakistan di mana orang-orang Sunnah membentuk “Tentara Shahabat” dan menyerang kaum Syiah dalam ritual dan rumah-rumah mereka ketika shalat, membunuh mereka ketika sholat Shubuh. Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak orang-orang Syiah membentuk “Tentara Muhammad” bereaksi dengan balasan yang lebih, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan, pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan “Khawarij” zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat, sangat disayangkan.Khusus tentang pemicuan fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.”

Apakah Iran – Israel benar-benar bermusuhan seperti tulisan Eramuslim sebelum konflik Suriah? Atau apakah Iran dan Israel adalah sekutu seperti tulisan Eramuslim setelah konflik Suriah? Dina Y. Sulaeman, penulis buku Prahara Suriah – dengan tegas mengungkap bahwa perang Suriah adalah peristiwa — yang membuka tabir persekongkolan multinasional — yang bertujuan untuk mengeruk keuntungan diatas penderitaan negara lain. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah Eramuslim juga termasuk bagian dalam “persekongkolan multinasional” tersebut? (ba/LiputanIslam.com)

 

 

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/eramuslim-dan-agenda-zionis-internasional/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: