16 Pertanyaan untuk Pendukung ISIS

Foto: facebook

LiputanIslam.com – Abu Bakar al-Baghdadi memang tidak biasa. Namanya tiba-tiba saja meroket, dibai’at oleh kelompok-kelompok pendukungnya dari berbagai belahan dunia, dan tanpa sungkan-sungkan, dia diberi gelar “Amirul Mukminin”. Media massa di seluruh dunia, tanpa henti mengekspos sepak terjang ISIS, yang berada dibawah kepemimpinannya.

Tak ayal, gelar yang begitu prestisius ini tentu layak untuk dipertanyakan kembali. Bukankah Amirul Mukminin adalah predikat yang disematkan kaum Muslimin kepada Khulafaur Rasyidin? Apakah Al-Bahgdadi ini sudah bisa disejajarkan dengan Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Ustman dan Sayyidina Ali?

Apakah keberanian, kecerdasan, ketinggian ilmu, kerendahan hati, ketaqwa-an, ataupun akhlak  Al-Baghdadi, sudah setara dengan empat Khalifah diatas?

Liputan Islam menemukan berbagai pertanyaan kritis yang diajukan oleh Ahmed Zain-Oul Mottaqin terkait asal usul Al-Baghdadi. Sepertinya sah-sah saja, jika kita mempertanyakan jati dirinya. Ini sama halnya dengan pencari kerja, yang harus menyertakan CV ketika melamar kerja di sebuah perusahaan. Sehingga tentunya, ketika hendak berbai’at kepada seorang “Khalifah Islam”, CV si khalifah juga layak untuk diselidiki.

Dan bisakah pengikut Al-Baghdadi menjawab bertanyaan-pertanyaan berikut ini?

Tentang Al-Baghdadi,
1. Lulusan Ma’had/ Hauzah/ Universitas mana ?
2. Siapa saja ulama yang pernah jadi gurunya dan dari mazhab apa saja ?
3. Sudah berapa juz Al-Qur’an yang dihafal olehnya?
4. Berapa hadits beserta sanad dan takhrij yang dihafal olehnya?
5. Bagaimana penguasaannya soal fiqh-fiqh antar mazhab Islam ?
6. Berapa kitab tafsir yang sudah dia susun, dan bisa didapatkan dimana?
7. Berapa kitab fatwa yang sudah dia buat dan bisa didapatkan dimana?
8. Berapa kitab tarikh yang dia kuasai?
9. Seberapa besar penguasaannya soal Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, Ijtihad dan Qiyas?
10. Seberapa besar penguasaannya soal fiqh, politik dan akhlak ?
11. Di Ma’had/ Pesantren mana saja dia pernah mengajar ?
12. Bagaimana sejarah keulamaan keluarganya ?
13. Karya-karya apa saja yg sudah dihasilkannya dan keluarganya untuk Islam?
14. Lembaga Nasab/ Rabithah mana yang sudah mengesahkan nasabnya sebagai seorang Sayyid (Dzurriyat Nabi) ?
15. Siapa saja ulama yang telah membai’at dia sebagai Amirul Mu’minin, siapa yang bermusyawarah dan dari mazhab mana saja ulama-ulama tersebut?
16. Sebelum dia dibaiat oleh pengikutnya sebagai Khalifah,  apa pekerjaannya?

Kenapa hal ini harus dipertanyakan? Karena sanad ilmu atau sanad guru sama pentingnya dengan sanad hadits. Sanad hadits adalah otentifikasi atau kebenaran sumber perolehan matan atau redaksi hadits dari lisan Rasulullah, sedangkan sanad ilmu atau sanad guru adalah otentifikasi atau kebenaran sumber perolehan penjelasan, baik Al-Qur’an maupun As-Sunnah, dari lisan Rasulullah.

Jadi, bagaimana mungkin kita bisa meyakini bahwa segala sepak terjang Al-Bahgdadi dan pengikutnya, sudah sejalan dengan Al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana yang diteladani oleh Rasulullah – tanpa mengetahui terlebih dahulu kepada siapa ia berguru, dimana ia belajar ataupun mengajar, dan karya-karya apa saja yang telah ia sumbangkan untuk kejayaan peradaban Islam? (ba)

 

 

 

sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/16-pertanyaan-untuk-pendukung-isis/

Iklan

Komentar ditutup.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: