SESAMA TAKFIRI BERTENGKAR : VOA “ISLAM” KEBINGUNGAN

Sumber foto: http://muslimedianews.wordpress.com

LiputanIslam.com — Perpecahan antara kubu pemberontak di Suriah yang berujung dengan saling serang satu sama lain, adalah fakta yang benar adanya. Namun, seterang apapun kenyataan tersebut, media media pendukung pemberontak Suriah berusaha menutupinya. Muslimedianews, (http://muslimedianews.wordpress.com) situs Islam Aswaja telah mengungkap aksi penghapusan berita oleh Voa Islam, dan dalam kesempatan ini akan kami publikasi ulang kembali.

reportase-dunia-islam-1Senin, 23 Rabiul Akhir 1435 H / 24 Februari 2014 09:32 wib, website Voa Islam http://www.voa-islam.com melansir berita tewasnya Abu Khaled al- Soury yang dikenal sebagai Abu Omair al-Shamy, seorang komandan dari kelompok Salafi Ahrar al-Sham. Abu Khaled al- Soury dinyatakan tewas oleh ISIS (Negara Islam Irak dan Syam), sebuah kelompok jihadis beraliran Wahabi lainnya. Link berita : http://www.voa-islam.com/read/international-jihad/2014/02/24/29218/abu-khaled-alsoury-tewas-ditangan-isis/ (sudah dihapus)

Berita tersebut segera menuai respon dari  kelompok Wahhabi lainnya dijejaring sosial facebook yang mengelola fanpage Reportase Dunia Islam(https://www.facebook.com/ReportaseDuniaIslam) mempertanyakan berita yang dilansir Voa-islam.com dengan judul “Abu Khaled al-Soury Tewas Ditangan ISIS” dan bukti bahwa ia tewas oleh ISIS.

Setelah mendapatkan serangan dari kelompok Wahabi garis keras lainnya, khususnya pendukung ISIS, akhirnya berita tersebut dihapus  oleh admin Voa Islam. Setelah berita dihapus oleh Voa-Islam.com,

foto: muslimedianews

Fanpage kelompok garis keras Reportase Dunia Islam kembali menuliskan di fanpagenya rasa syukur karena berita yang dianggap fitnah tersebut dihapus.

Arsip Berita yangDihapus Voa Islam.

DAMASKUS (voa-islam.com) – Hubungan diantara para pejuang Mujahidin semakin mengkawatirkan akibat berbagai perbedaan di lapangan. Kondisi semakin memburuk dengan terus berkembangnya perbedaan, kemuidan mengakibatkan pertikaian.

Sementara itu, seorang komandan Mujahidin di Suriah yang berjuang bersama pendiri al-Qaeda Osama bin Laden dan dekat dengan Sheikh Ayman al-Zawahiri, “dibunuh” oleh serangan bunuh diri, Minggu, 23/2/2014.

Observatory untuk Hak Asasi Manusia di Suriah mengatakan Abu Khaled al- Soury, yang dikenal sebagai Abu Omair al-Shamy, seorang komandan dari kelompok Salafi Ahrar al-Sham “tewas” bersama enam tokoh lainnnya, oleh pasukan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Sebelumnya, panglima Mujahidin  al-Soury telah berperang di Irak dan Afghanistan.

Kematian Al-Soury akan menambah pertikaian antara sesama kelompok  jihadis melawan Presiden Bashar al–Assad. Akibat perbedaan dan  persaingan, selanjutnya menimbulkan  kekerasan yang  menewaskan ratusan pejuang dalam beberapa bulan terakhi, kata sumber Mujahidin.

Dua Mujahidin Ahrar al-Sham mengatakan kepada Reuters bahwa lima anggota ISIS memasuki markas Ahrar al-Sham di Aleppo, kemudian satu ISIS pejuang meledakkan dirinya. “Sheikh Abu Khaled adalah seorang tokoh jihad yang sangat penting, dia berjuang melawan Amerika di Irak dan sekarang berperang melawan rezim Syi’ah Alawiyyin yang dipimpin oleh Bashar al-Assad di Suriah. “Dia adalah seorang komandan yang sangat penting , dia adalah teman dekat Sheikh Ayman (al-Zawahiri) dan juga dekat dengan Sheikh Bin Laden”.

Mujahidin  Suriah berkabung dengan “tewasnya”  al-Soury , sementara itu fotonya diposting fotonya di akun media sosial . Al-Soury lahir di Aleppo pada tahun 1963. “Sheikh Abu Khaled berpengaruh di kalangan jihadis, terutama di kalangan para pejuang ISIS. Dia adalah satu-satunya yang bisa membuat mereka (ISIS)  mengubah pikiran mereka dan menghentikan pertempuran”, ungkap sumber lain.

Sumber yang dekat dengan Ahrar al- Sham mengatakan bahwa al-Soury telah menolak pertikaian dan menentang melawan ISIS. Dalam sebuah rekaman tahun lalu, Zawahiri menunjuk al-Soury menengahi perbedaan antara kelompok-kelompok jihad, dan mengakhiri pertempuran.

Pertikaian itu  telah merusak perjuangan Mujahidin melawan Assad dalam perang selama tiga tahun, dan keunggulan kelompok jihadi garis keras telah membuat pemerintah Barat ragu-ragu mendukung para pejuang Mujahidin.

Sebagai perbandingan, situs Wahabi lainnya yaitu Arrahmah juga menurunkan berita tentang pertikaian para pemberontak di Suriah. Contohnya adalah berita tentang tewasnya Amir Jahbah Nusra oleh serangan ISIS di Idlib.

Idlib, (Arrahmah.com) – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Amir Jabhah Nushrah propinsi Idlib, Syaikh Abu Muhammad Fatih Rahmaun bersama saudara kandungnya, Abu Ratib Al-Anshari, dan istri serta anak-anaknya gugur oleh serangan curang sekelompok orangekstrim pada Rabu malam (16/4/2014), Shada Asy-Syam, Masar Press, ENN dan situs-situs revolusi Suriah melaporkan.

Serangan kelompok ekstrim tersebut terjadi di desa Ra’s Al-Hisn, dekat kota Harim, pinggiran Idlib. Sumber-sumber Jabhah Nushrah menyebutkan para pelaku serangan dijejar oleh mujahidin sampai di desa lain. Salah seorang pelaku serangan tertembak dan dua orang lainnya tertangkap hidup-hidup dalam baku tembak dengan mujahidin Jabhah Nushrah. Sementara itu dua pelaku lainnya meledakkan bom rompi mereka.

Salah seorang mujahid Jabhah Nushrah, al-akh Athiyatullah Al-Akidi menceritakan kronologi serangan khianat tersebut sebagaimana dimuat oleh Shada Asy-Syam dan sejumlah situs revolusi Suriah lainnya. Berikut ini terjemahan penjelasan beliau.

Rincian peristiwa pembunuhan terhadap Amir Jabhah Nushrah propinsi Idlib dan keluarga besarnya. Diriwayatkan oleh al-akh Athiyatullah Al-AkidiJabhah Nushrah.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Berikut ini sebagian rincian yang telah sampai kepadaku dari ikhwan-ikhwan [Jabhah Nushrah] di wilayah utara tentang peristiwa pembunuhan terhadap saudara kita Amir Idlib, semoga Allah menerimanya dan orang-orang yang dibunuh bersamanya serta menempatkan mereka dalam surga-Nya yang luas.

Sebuah regu orang bersenjata pada malam kemarin menyerang sebuah rumah di wilayah Ra’s Al-Hishn, pinggiran Idlib, dimana dalam rumah tersebut menetap para Amir Jabhah Nushrah bersama keluarga mereka.

Para penjahat itu membunuh setiap orang yang berada di dalam rumah tersebut dengan senjata berperedam suara, sehingga megakibatkan terbunuhnya Amir Jabhah Nushrah propinsi Idlib, Abu Muhammad Fatih (Rahmaun), juga Amir Abu Ratib, istri Abu Ratib, seorang bayi perempuan yang masih menyusui, dan seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Saudara kandung Abu Ratib, Majid, juga mengalami luka-luka, ia seorang perawat ahli bius yang bekerja di rumah sakit Orient di sana [Idlib].

Setelah terjadi baku tembak dengan beberapa ikhwan tetangga, salah seorang penjahat tertembak dan sisanya dikejar sehingga mereka masuk ke sebuah kantor di desa Tarmanin. Ikhwan-ikhwan terlibat baku tembak dengan mereka, maka dua orang diantara mereka meledakkan dirinya, sedangkan dua orang lainnya berhasil ditawan.

Dari mereka [para pelaku serangan] telah diketahui dengan jelas bahwa mereka adalah anggota jama’ah Daulah [ISIS], dan mereka adalah “sel-sel tidur” yang memiliki spesialisasi meledakkan kantor-kantor mujahidin yang menyelisihi Daulah [ISIS] dan membunuh komandan-komandan penting mereka di wilayah-wilayah yang telah dibebaskan mujahidin, dan mereka bekerja dengan sangat rahasia.

Inilah berita yang telah sampai kepada kami sampai saat ini, mungkin ada fakta-fakta lain dan tambahan-tambahan yang akan disampaikan lewat pernyataan resmi [Jabhah Nushrah]. Perlu diketahui bahwa proses penyidikan sampai saat ini masih berlanjut.

Sumber-sumber di desa Ra’s Al-Hisn menuturkan kepada Edlib News Network (ENN) bahwa korban gugur dalam serangan khianat tersebut adalah:

  1. Amir Jabhah Nushrah propinsi Idlib, Syaikh Abu Muhammad Fatih Rahmaun bin Muhammad Al-Anshari (40 tahun).
  2. Putri sulung Abu Muhammad Al-Anshari (11 tahun)
  3. Abu Ratib Abdurrahman Rahmaun bin Muhammad Al-Anshari (37 tahun)
  4. Istri Abu Ratib Al-Anshari, yaitu Bintu Kamal Abdul ‘Aal
  5. Putri Abu Ratib Al-Anshari (sekitar 4 tahun)

Sumber Jabhah Nushrah di desa Ra’s Al-Hisn juga menyebutkan kepada ENN bahwa seorang ikhwan gugur dan seorang lainnya cedera saat terjadi baku tembak dengan kelompok ekstrim yang menyerang rumah keluarga Syaikh Abu Muhammad Al-Fatih.(muhib al majdi/arrahmah.com)

Pembaca bisa menyimpulkan sendiri, mengapa Voa Islam begitu kalut sehingga terpaksa menghapus berita perseteruan para pemberontak — yang mereka sebut mujahidin di Suriah. Sangat memalukan, jika kelompok yang diklaim sebagai pejuang Islam dan penegak sunnah, tidak lebih dari para pembunuh bertakbir yang bahkan tidak segan–segan menghabisi teman seperjuangannya sendiri. (fa/LiputanIslam.com)

 

Referensi:

Muslimedianews: Ketahuan Bohong, Voa-Islam.com Hapus Beritanya ! INI BUKTI OTENTIKNYA

Arrahmah: Amir Jabhah Nushrah di Idlib dan anggota keluarganya syahid oleh serangan khianat

 

Iklan

Komentar ditutup.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: