Mempertanyakan Artikel Arrahmah: Tukar Guling Biarawati dengan Muslimah.

peter-parker-dan-arrahmah

LiputanIslam.com — Arrahmah mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “Mujahidin Jabhah Nushrah menukar 13 biarawati yang ditawan dengan pembebasan 138 Muslimah dari penjara rezim Suriah.” Dari judulnya maka kita otomatis menyimpulkan bahwa 13 biarawati ditukar dengan 138 muslimah. Benarkah demikian?

Arrahmah menulis: “Mujahidin Jabhah Nushrah membebaskan biarawati-biarawati dari Biara Mar Tekla di Ma’loula yang mereka tawan. Pembebasan itu dilakukan dalam kesepakatan pertukaran di mana otoritas rezim Suriah harus melepaskan mujahidin yang ditahan di penjara-penjara rezim Suriah.” (http://www.arrahmah.com/news/2014/03/11/mujahidin-jabhah-nushrah-menukar-13-biarawati-yang-ditawan-dengan-pembebasan-138-muslimah-dari-penjara-rezim-suriah.html#sthash.PS7EUlfU.dpuf)

Saya [redaktur] melihat ada yang ‘miss’ antara judul dengan isi. Judulnya jelas bahwa 13 biarawati ditukar dengan 138 muslimah, lalu mengapa isinya berbeda? Justru yang dilepaskan oleh pemerintah Suriah adalah “mujahidin,” bukan mujahidah atau muslimah. Ini murni kesalahan dalam penulisan, atau disengaja untuk membiaskan fakta dengan berita?

Paragraf selanjutnya, Arrahmah menulis: “Laporan sebelumnya menyatakan bahwa Mujahidin Jabhah Nushrah menuntut pembebasan 500 mujahidin yang dipenjara untuk ditukar dengan pembebasan 13 birawati itu. Namun kemudian, Reuters melaporkan, “Bagian dari kesepakatan itu ialah pembebasan 138 [tahanan] perempuan dari penjara rezim Assad.” Menurut Al-Mayadeen, otoritas Suriah dalam pertukaran itu juga membebaskan istri dari salah satu petinggi Jabhah Nushrah, Duleymi Al-Saji.”(http://www.arrahmah.com/news/2014/03/11/mujahidin-jabhah-nushrah-menukar-13-biarawati-yang-ditawan-dengan-pembebasan-138-muslimah-dari-penjara-rezim-suriah.html#sthash.wJzEdwiN.dpuf)

Mencermati paragraf selanjutnya, terlihat Arrahmah agak ‘linglung’. Pada paragraf ini, kembali Arrahmah mengungkapkan bahwa yang dibebaskan oleh pemerintah Suriah adalah 138 tahanan perempuan. Disini harus dipertanyakan kembali agar jelas ‘jenis kelaminnya’. Mujahidin atau tahanan perempuan-kah yang dibebaskan oleh pemerintah Suriah? Apakah hal ini penting?

Arrahmah juga  menulis; “Pada Desember lalu, mujahidin melancarkan serangan terhadap Biara Tekla Mar di Ma’loula, 55 kilometer sebelah utara Damaskus. Mujahidin menawan 13 biarawati, di mana kemudian nasib para biarawati itu segera menjadi sorotan media regional dan dunia.” (http://www.arrahmah.com/news/2014/03/11/mujahidin-jabhah-nushrah-menukar-13-biarawati-yang-ditawan-dengan-pembebasan-138-muslimah-dari-penjara-rezim-suriah.html#sthash.PS7EUlfU.dpuf)

Inilah poin pentingnya. Dalam peperangan, ada aturan-aturan perang yang berlaku secara internasional, salah satunya adalah orang yang tidak ambil bagian dalam peperangan dilindungi dan diperlakukan secara manusiawi (Hukum Humaniter Internasional sesuai  Konvensi Jenewa dan Konvensi Den Haag). Pertanyaan saya; “Apakah ketiga belas biarawati tersebut ikut andil dalam peperangan (seperti ikut bertempur mengangkat senjata) sehingga mereka harus ditawan oleh al-Nusra selama berbulan-bulan?”

Dengan menggunakan standar hukum internasional ini, al-Nusra jelas telah melakukan kejahatan perang, yaitu menawan rakyat yang tidak terlibat dalam peperangan, yang kemudian menjadikan mereka sebagai asset untuk ditukar/ dipergunakan untuk menekan pihak lawan.

Sedangkan pemerintah Suriah, jika menahan ‘mujahidin’ dalam peperangan, maka hal itu adalahboleh. Setiap tentara yang terlibat dalam peperangan, menawan atau ditawan adalah hal yang biasa terjadi dan tidak melanggar hukum perang.

Apakah kali ini saja Arrahmah melakukan kesalahan fatal?

Silahkan cek di:

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/mempertanyakan-artikel-arrahmah-tukar-guling-biarawati-dengan-muslimah/

 

Iklan

Komentar ditutup.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: