MEDIA-MEDIA SYIAH BIKINAN KAUM NASHIBI & ZIONIS RUJUKAN KAUM SALAFI WAHABI UNTUK MENGHANCURKAN SYIAH

Voa-Islam dalam artikel berjudul “Liputan Islam yang Mengelak” menulis tanggapan atas tulisan Liputan Islam yang berjudul “Menjawab Teguran Voa Islam”. Sebagai upaya tabayun, untuk mengklarifikasi berbagai tuduhan, kami memutuskan untuk menjawabnya dan karena jawabanya sangat panjang, kami membaginya dalam 4 bagian. Berikut ini bagian keempat.

Televisi Yasser Dibiarkan, Al Manar Dibungkam

Ada bukti lain yang menunjukkan bahwa Yasser al-Habib memang di-backing Inggris dan Zionis: televisinya (Fadak TV) dibiarkan tayang dengan alasan kebebasan pers. Padahal di saat yang sama, televisi Al Manar (Lebanon), televisi Al Aqsa (milik Hamas), dan Press TV (Iran) yang gencar menyuarakan perlawanan terhadap Zionis Israel dibungkam, tidak bisa tayang di Eropa.

FadakTV bukan satu-satunya channel yang jelas-jelas menyebarluaskan fitnah dan perpecahan di kalangan muslim. Masih ada lagi televisi-televisi lain yang menebar kebencian atapun penebar paham-paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, yang dibiarkan bebas beroperasi di Inggris dan Amerika Serikat. Berikut ini di antaranya (kami kutip dari situs IslamTimes):

1. Ahl-e-Bait TV (www.ahl-e-bait.com)

TV ini dipimpin oleh warga Afganistan bernama Hasan Allahyari.  Sejak awal lahirnya, TV ini menonjolkan perbedaan antar mazhab Islam, bahkan menyelenggarakan acara pesta Idul Zahra sebagai perayaan atas meninggalnya Khalifah Umar bin Khathab. Padahal tradisi Idul Zahra tidak dikenal oleh kaum Syiah umumnya, termasuk di Iran. Stasiun TV ini juga menyebarluaskan upacara pukul kepala dan badan dengan senjata tajam untuk memperingati perjuangan Imam Husain as. Padahal, para ulama besar Syiah seperti Ayatullah al Uzhma Sayyid Ali Khamenei melarangnya.

Allahyari dalam pernyataannya menyatakan, stasiun TV ini didukung oleh para marji taqlid, tapi pernyataan ini ditolak tegas oleh para ulama, bahkan Ayatullah Qurbanali Muhaqiq Kabuli marji’ taklid Afganistan yang tinggal di Qom dan yang semula mendukung stasiun ini, setahun setelah mengetahui substansinya yang memecah belah umat mengeluarkan pernyataan resmi tentang pentingnya persatuan umat Islam.

Ayatullah Qurbanali menegaskan, “Kepada seluruh pengikut Ahli Bait as dan Syiah, sesungguhnya kami mohon dengan sangat untuk sama sekali tidak memberikan bantuan materi dan maknawi kepada Ahl-e-Bait TV. Menurut kami, pemberian bantuan kepada stasiun ini atau stasiun-stasiun serupa dan acara lain –apa pun namanya- yang beraktivitas memecah belah umat bukan hanya tidak sah menurut syariat Islam, bahkan terhitung sebagai perbuatan membantu tindakan dosa dan melampaui batas.”

Hasan Allahyari berdomisili di Amerika. Perlu diketahui bahwa di Amerika ada undang-undang yang menyebutkan bahwa bila stasiun TV –yang disiarkan melalui parabola-melakukan pelecehan terhadap hal-hal yang sakral menurut kelompok mazhab, pemikiran, atau sosial tertentu, stasiun itu akan dibubarkan dan surat izinnya dicabut. Tapi untuk stasiun Ahl-e-Bait TV pemerintah AS tidak membubarkannya dan tidak juga mencabut surat izinnya. Pemerintah Iran sendiri telah memerintahkan penyegelan kantor stasiun TV itu di kota Qom. Sebagai reaksi atas penyegelan itu, televisi itu pun semakin gencar menjelek-jelekkan Republik Islam Iran.

2. Salaam TV (http://www.salaamtv.org/)

Direktur Salaam TV membentuk jaringan atas nama “Kelompok Ruhaniawan Tradisional Iran Kontemporer” dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan keras yang mendukung kerusuhan-kerusuhan di Republik Islam Iran.

Stasiun TV ini disiarkan melalui Satelit Hotbird yang tentu saja menuntut biaya sewa yang tinggi. Ditambah lagi dengan biaya pendirian dan pengelolaannya sehingga mampu mencakup seluruh benua, padahal iklan yang masuk sangat terbatas, dipastikan televisi ini memiliki sumber dana besar. Mereka secara terbuka meminta donasi dari pemirsa, yang bisa disalurkan ke sekian banyak nomor rekening di negara-negara seperti Amerika, Jerman, Australia, dan Dubai. Namun, tetap saja, sulit dibantah bahwa biaya operasional mereka tidak mungkin ditutupi oleh donasi pemirsa saja. Dan sampai sekarang, direktur dan administratornya tidak memberikan penjelasan yang transparan mengenai hal ini.

Salah satu propaganda Salaam TV ini adalah memperkenalkan aksi pukul kepala dan badan dengan senjata tajam sebagai salah satu tradisi Islam. Di salah satu acara itu, Muhammad Hidayati Direktur TV Salaam yang sekaligus merupakan ahli agama di Voice of Amerika mengatakan, “Berdasarkan ayat-ayat Al-Quran, ternyata aksi pukul kepala dan badan dengan senjata tajam ini mempunyai latar belakang yang kuat di dalam Al-Quran”.

Ruhaniawan palsu ini memutarbalikkan ayat Al-Quran berusaha mengatasnamakan aksi itu sebagai ajaran Al-Quran. Sedemikian salah kaprahnya argumentasi Hidayati sampai-sampai ahli agama di ‘kandang’ yang sama tidak tahan untuk berdiam diri. Mahdi Khalaji, ‘ulama’ yang juga bermarkas di AS mengkritik Hidayati, “Apa yang dikatakan oleh Hidayati betul-betul salah kaprah dan merupakan pemalsuan terhadap Al-Quran.”

Salaam TV juga menekanan sekularisme atau pemisahan agama dari politik, dan menentang sistem pemerintahan Islam Iran. Televisi ini juga gencar mengobarkan perpecahan antar mazhab dan melakukan pelecehan terhadap Ahli Sunnah.

Nah, masih mau percaya pada televisi yang di-backing oleh pihak-pihak (terutama Barat dan Zionis) yang memang menginginkan perpecahan umat Islam? Pliiis deh Om Voa, emang dibayar berapa sih ? :D(ba/dw/LiputanIslam.com)

 sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/jawaban-untuk-voa-islam-4-perang-media/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: