KEBENCIAN MEDIA TAKFIRI “BUMISYAM.COM” PADA ACARA WILADAH FATIMAH AZ ZAHRA

LiputanIslam.com – Siapa yang tidak mengenal Sayyidah Fatimah? Putri Rasulullah Saw – yang merupakan penghulu wanita di surga. Kemuliaan akhlaknya terabadikan dalam lembaran kitab-kitab, menembus hingga ke hati. Sehingga wajar saja jika kemudian – kaum muslimin menempatkan Sayyidah Fatimah di posisi yang sangat istimewa. Kelahirannya diperingati, jalan hidupnya diteladani, dan kematiannya ditangisi.

kue ultah sy fatimah

Peringatan wiladah Sayyidah Fatimah, mungkin tidak marak dilakukan oleh kaum muslimin, namun bukan berarti acara tersebut tidak pernah ada. Dari situs Kementrian Agama Republik Indonesia, Gubernur Jateng dalam sambutan tertulisnya — pada peringatan kelahiran Sayyidah Fatimah Az Zahra Binti Nabi Muhammad SAW, yang dibacakan Kabag Agama Biro Kesra Pemprov Jateng, Suwondo, di Masjid Agung Jateng, menyatakan bahwa berbagai musibah yang menimpa bangsa Indonesia dikhawatirkan akan membuat masyarakat menjadi depresi, karena bisa mengikis keimanan, ketakwaan, melunturkan norma, kaidah agama, tatanan sosial, dan mengeringkan mental masyarakat. (http://www.kemenag.go.id/ 18 Juli 2006)

Pondok Pesantren Babul Khairat Lawang Malang,pada tahun 2011 juga mengunggah kegiatan yang diadakannya dalam menyambut wiladah Sayidah Fatimah. Kue-kue yang lucu dan bertuliskan “Kue Ulang Tahun Untuk Sayidah Fatimah az-Zahra” menghiasi perayaan tersebut.

Tidak hanya di Indonesia Sayidah Fatimah dikenang dan diperingati kelahirannya. Di Mesir, peringatan serupa itu juga dijumpai. Dari halaman Suara Al-Azhar, peringatan Maulid Sayyidah Fatimah dilangsungkan bersama Syeikh Yusri Rusydi, pada Jumat malam (18/4).

Syeikh Yusri Rusydi mengadakan peringatan Maulid Sayyidah Fatimah binti Rasulullah sallallahu alaihi sallam di masjid Sidi Ahmad Badawi, kota Tanta, Propinsi Gharbiyyah, Mesir. Jamaah yang mengikuti acara tersebut berangkat dari Kairo dengan 5 armada bus, yang terdiri dari warga Mesir, mahasiswa Indonesia, Malaysia, Pakistan dan Rusia. Pada acara tersebut, Syeikh Yusri menghatamkan kitab “Aqdullul min siratil Zahra al-batul” karangan Syekh Muhammad bin Hasan bin Alawi al-haddad, yang berisi biografi dan sifat-sifat terpuji putri kesayangan Rasulullah itu. Selain menghatamkan kitab dan ziarah di makam Sidi Ahmad Badawi, beliau beserta jamaah juga ziarah ke beberapa makam ulama dan auliya di Tanta.

foto: ahlul bait indonesia

Tahun ini, bertepatan dengan hari kelahiran Sayyidah Fatimah, ditemukan dua pemandangan yang sangat kontras. ABI , organisasi muslim Syiah Indonesia memperingati wiladah beliau ra dengan bagi –bagi bunga, sementara di pihak lain, kelompok Anti-Syiah mengadakan acara Deklarasi Anti-Syiah Nasional.

Lalu Bumisyam, salah satu media Islam online, mempublikasikan berita dengan judul yang amat provokatif. Link :http://www.bumisyam.com/2014/04/abi-bagikan-mawar-beracun-di-cfd-jakarta.html/. Dalam tulisan tersebut, Bumisyam keberatan dengan acara yang diadakan “agama Syiah” berupa peringatan wiladah Sayyidah Fatimah karena umat Islam tidak merayakannya – dan inilah sebagai salah satu bukti bahwa Syiah bukan Islam.

Tentang perayaan oleh ABI, mereka tentu punya alasannya –mengapa harus bagi-bagi bunga dsb, silahkan konfirmasi langsung kepada pihak penyelenggara acara tersebut. Namun jika yang kemudian dinyatakan bahwa wiladah Sayyidah Fatimah hanya diperingati oleh “agama Syiah”, tentunya akan muncul tanda tanya,  Kementerian Agama Indonesia, Pesantren Babul Khairat hingga Syeikh Yusri Rusydi, apakah mereka juga “beragama Syiah”? (ba/LiputanIslam.com)

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/penganut-agama-syiah-dari-kemenag-hingga-syeikh-yusri-rusydi/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: