Cinta Pilih-Pilih dari Partai Berjargon “Cinta”

cinta kerja harmoni

LiputanIslam.com — Partai Keadilan Sejahtera, beberapa waktu yang lalu sempat menjadi pemberitaan di media massa lantaran salah satu calegnya ‘terduga Syiah’. Tentu, hal itu tidaklah mengherankan karena PKS adalah partai yang berideologi Ikhwanul Muslimin, yang rekam jejaknya di Indonesia ‘kurang ramah’ terhadap Syiah.

Misalnya, dalam kasus Syiah Sampang, Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mendukung adanya ikrar “tobat” yang harus dilakukan oleh para pengungsi Syiah jika mau hak-haknya dilindungi. Raihan menuturkan bahwa para pengungsi Syiah ini mau tidak mau harus mengubah keyakinannya. Jika memang mereka tidak mau mengubah keyakinan, Raihan mengusulkan agar warga Syiah yang terdepak dari kampung halamannya melapor ke Kementerian Agama supaya Syiah dijadikan agama baru. “Kalau disahkan ada agama baru kita kan bisa saling menghormati. Jadi itu harus dilaporkan dulu ke kementerian,” imbuh Raihan, seperti yang dikabarkan oleh Kompas.

Sehingga, ketika beredar  isu bahwa Asri Rasjid (caleg nomor 4 DPRD Sulawesi Utara Dapil 2)  adalah pengikut Syiah dan ketua ABI (Ahlul Bait Indonesia), protes dari kader PKS pun bergema di seluruh Indonesia. Mereka semua sepakat, si ‘terduga Syiah’ harus diinvestigasi, diselidiki, diawasi agar jangan sampai kebobolan. Gayung bersambut, sekretaris DPD PKS Manado Irwan Burhan seperti diberitakan media alhikmah menyatakan bila terbukti Asri Rasjid syiah akan dipecat dan dicoret sebagai caleg. “Namun, soal pencalegan putusan akhirnya tergantung KPU. Karena sudah terdaftar disana. Tapi kita akan mencoretnya,” jelas Irwan.

Syiah No, Kristen Yes?

Tingkat kewaspadaan PKS dalam membentengi aqidah kadernya memang cukup diacungi jempol, bahkan, mereka tidak rela memiliki seorang kader dari mazhab Syiah, yang menurut Risallah Amman adalah mazhab yang sah dalam Islam. Sheikh Yusuf Qaradhawi, yang notabene ‘ulamanya IM’ pun turut menandatangani kesepakatan tersebut. Demi menjaga agar hak-hak Syiah terlindungi, kader PKS yang juga anggota DPR juga menyarankan agar Syiah ‘bertobat’ atau membuat agama baru. Seharusnya, Raihan Iskandar berkata seperti ini di hadapan Khaleed Meshal, pemimpin Hamas yang berideologi IM, yang menyusu pada Iran yang mayoritas rakyatnya, pemerintahannya, dan ulamanya bermazhab Syiah.

Namun anehnya, walau anti Syiah, ternyata PKS begitu ‘ramah’ terhadap pemeluk agama yang lain yaitu Kristen. Partai Keadilan Sejahtera ingin menunjukkan bahwa partai itu terbuka untuk semua golongan, terbuka juga bagi sesama warga Indonesia non-muslim. Sikap ramahnya  PKS  terhadap pemeluk agama lain terlihat dalam kampanye raksasa mereka yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Minggu 16 Maret 2014. Paduan suara gereja tampil di kampanye itu.

“Seperti Anda lihat tadi, mars PKS nyanyikan oleh paduan suara Gereja dari Ende, Nusa Tenggara Timur yang berkolaborasi dengan tim PKS dari berbagai daerah,” kata Presiden PKS, Anis Mata. Anis menuturkan PKS yang mengusung tagline kampanye ‘Kobarkan Semangat Indonesia’ ingin memperlihatkan semangat kebersamaan, solidaritas dan semangat cinta kasih.

Dia menambahkan, PKS mencari nilai utama apa yang bisa membuat bangsa ini menjadi kuat. “Kami tidak membawa kata sifat untuk kata Indonesia, seperti partai lain. Tapi kami mengambil nilai intinya,” ujar Anis.

Sebelumnya, jejaring sosial diramaikan oleh kader-kader PKS yang mengecam aksi dangdutan pada acara “Deklarasi Kampanye Damai Kota Padang”. Mereka menampilkan sikap islami para kadernya yang membaca Al-Quran, dengan ‘meledek’ parpol-parpol lain yang ikut berjoget dalam irama dangdut dalam acara tersebut, seperti yang dikabarkan Mosleminfo.com.

Jargonnya; cinta, kerja, dan harmoni. Namun sepertinya, cinta kasih dari partai ini adalah cinta yang “pilih-pilih. (ba)

sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/cinta-pilih-pilih-dari-partai-berjargon-cinta/

Iklan