Ulama Sunni Iran Peringati Perayaan Kemenangan Revolusi Islam Iran

LiputanIslam.com — Isu Sunni-Syiah yang merebak di tanah air biasanya tak bisa terlipas dari persinggungan dengan Iran, ini bisa dimaklumi karena Iran merupakan sebuah negara yang berpenduduk mayoritas muslim Syiah. Pemberitaan media yang cenderung negatif tentang Iran sangat dipengaruhi oleh ideologi, namun perlahan, dengan kunjungan  masyarakat Indonesia ke Iran, dan mudahnya mengakses informasi dari seluruh dunia termasuk Iran,  mampu memberikan informasi yang lebih berimbang terhadap negara para mullah tersebut.

Sunnii Iran

Iran, dengan mazhab Syiah-nya seringkali diberitakan melakukan hal yang kejam kepada muslim Sunni, dan hal ini disebarluaskan secara masif di dunia maya (melalui jejaring  sosial, blog hingga situs berita) dan juga di dunia nyata (dari majelis agama hingga mimbar masjid). Benarkah demikian adanya?

Sebuah foto yang diunggah oleh AhlulBayt News Agency ,  yang mengabarkan tentang turunnya ulama Sunni Iran ke jalan-jalan untuk ikut memperingati perayaan peringatan Revolusi Islam Iran sepertinya cukup menjawab tentang tuduhan berbagai pihak yang meyakini bahwa di Iran, muslim Sunni dibantai dan dizalimi. Kenyataannya, muslim Sunni ikut merayakan dan berjanji akan setia terhadap kemenangan Revolusi Islam. Tidak ada pembantaian atau perlakuan sewenang- wenang terkait perbedaan mazhab di Iran, semua minoritas dihargai hak-haknya dan mereka memiliki perwakilan di Parlemen Iran.

Beberapa hari yang lalu, jutaan rakyat Iran di seluruh negeri telah memulai sepuluh hari perayaan untuk menandai peringatan ke-35 kemenangan Revolusi Islam tahun 1979.
Peringatan dimulai  pada hari Sabtu (31/1) pagi pukul 09:33 waktu setempat ( 06.03 GMT ),  saat dimana pendiri Republik Islam Imam Khomeini (r.a) tiba kembali di ke negaranya pada tanggal 1 Februari 1979 dari pengasingan. Imam Khomeini (r.a) menghabiskan 14 tahun berada di pengasingan, terutama di kota suci Najaf Irak. Beliau juga menghabiskan beberapa tahun di Turki dan Perancis, sebelum kembali ke Iran.

Hari ketika Imam Khomeini (r.a) kembali ke Teheran di jadikan sebagai waktu  dimulainya perayaan 10 hari kemengan atau yang lebih dikenal sebagai perayaan 10-Day,  yang  diakhir pada 11 Februari, dengan melakukan unjuk rasa nasional, sekaligus sebagai hari kemenangan Revolusi Islam. Iran, 35 tahun yang lalu menggulingkan rezim Pahlevi yang didukung AS,  yang mengakhiri 2.500 tahun pemerintahan monarki di negaranya.  Revolusi Islam yang dicetuskan oleh Imam Khomeini (r.a)  berhasil mendirikan sebuah sistem politik baru berdasarkan nilai-nilai Islam dan demokrasi. (LiputanIslam.com/mahdinews/abna/AF)

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/ulama-sunni-iran-peringati-perayaan-kemenangan-revolusi-islam-iran/

Iklan

Komentar ditutup.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: