DUSTA DAN KEBOHONGAN SITUS ARRAHMAH.COM : MUSLIM SUNNI DI GANTUNG DI IRAN

Situs Arrahmah kembali menyebarluaskan kebohongan dan pemutarbalikan fakta, melalui artikelnya Menggugat peringatan HUT Republik taqiyah Iran oleh kaum Syi’ah di Indonesia: gerakan Khomeiniyah dan Zionisme

Karena di dalamnya, banyak kebohongan yang bisa diungkap, kami akan membahasnya dalam beberapa artikel terpisah.

Berikut ini bagian kedua.

Lagi-Lagi, Manipulasi Foto dan Sensor Berita

Arrahmah  memberi caption foto: Ahlussunnah yang dihukum gantung di negeri Syiah Rafidhah Iran. Padahal, zaman internet ini, kita dengan mudah melakukan tabayun foto. Dengan menggunakan google image, kita bisa lacak, bahwa foto ini juga ditayangkan oleh Daily Chronicle 11 Feb 2013 dan isi beritanya: para pengedar narkoba digantung di Iran (Iran memang memberi hukuman mati terhadap pengedar narkoba, koruptor, pembunuh, dan pemerkosa). Di berita itu tidak ada penjelasan Sunni/Syiah, atau agama lain si terhukum.

Sensor berita dari Arrahmah
Untuk menunjukkan bahwa Iran tidak berpihak pada perjuangan melawan Israel, Arrahmah mengutip artikel dari The Jakarta Post,  dengan mengambil pada bagian yang diperlukan untuk membenarkan dugaannya, dan mengabaikan point yang melemahkan.

Kata Arrahmah:

“Harian The Jakarta Post melansir berita “Iran bans volunteers from fighting Israel” (January 08 2009):

“Iran’s state television is quoting Ayatollah Ali Khamenei as saying that Iran can’t allow volunteers to cross its border and take military action against Israel. But he says Iran won’t spare any efforts to assist Hamas in other ways.”

(Televisi pemerintah Iran mengutip Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak bisa membiarkan sukarelawan untuk menyeberangi perbatasan dan mengambil tindakan militer terhadap Israel. Namun dia mengatakan Iran tidak akan mengampuni semua upaya untuk membantu Hamas dengan cara lain.)

 

[Catatan: terjemahan yang dilakukan salah -kelihatan sekali diterjemahkan oleh Googletranslate-, seharusnya: Namun dia mengatakan, Iran akan melakukan segala upaya lainnya demi membantu Hamas]

Ini berita asli dari The Jakarta Post:

Iran’s top leader has banned hard-line Iranian volunteers from leaving the country to carry out suicide bombings against Israel.

 Iran’s state television is quoting Ayatollah Ali Khamenei as saying that Iran can’t allow volunteers to cross its border and take military action against Israel. But he says Iran won’t spare any efforts to assist Hamas in other ways.

Hard-line Iranian student groups have asked the government to authorize volunteers to go carry out suicide bombings in Israel in response to the Israeli assault on the Gaza Strip.

Iran is Hamas’ main backer, though the country denies sending weapons to the Islamic militant movement. Iran considers Israel its archenemy.

Ada dua paragraf yang tidak dicantumkan Arrahmah:

1-bahwa yang dilarang pemerintah adalah para sukarelawan yang ingin ke Israel untuk melakukan bom bunuh diri.

2-Iran adalah pendukung utama Hamas, meskipun negara itu membantah mengirim senjata kepada gerakan militan Islam. Iran menganggap Israel adalah musuhnya.

Mengapa Ayatullah Khamenei melarang rakyatnya melakukan bom bunuh diri di Israel?

Iran adalah negara yang dimasukkan ke dalam State Sponsor of Terorism oleh Amerika Serikat yang  ditambahkan pada tanggal 19 Januari 1984.Begitu sebuah negara telah masuk ke dalam daftar, maka negara tersebut akan terus menjadi Negara Sponsor Terorisme sampai penunjukan tersebut akan dicabut sesuai dengan kriteria hukum yang berlaku. Berbagai macam sanksi yang diberlakukan bagi negara-negara yang termasuk ke dalam daftar tersebut di antaranya adalah:

  1. Larangan ekspor dan penjualan senjata.
    b. Kontrol atas ekspor barang, membutuhkan 30 hari pemberitahuan Kongres untuk barang atau jasa yang secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan militer daftar negara teroris  atau kemampuan untuk mendukung terorisme.
    c. Larangan-larangan terhadap bantuan ekonomi.
    d. Dikenakan sanksi ekonomi dan pembatasan-pembatasan lainnya.

Iran dimasukan ke dalam daftar “State Sponsors of Terrorism” pada tanggal 19 Januari 1984. Menurut Laporan tentang Terorisme 2010 (Country Reports on Terrorism 2010) : 18 Agustus, 2011, disebutkan bahwa:

“Ringkasan: Iran tetap menjadi negara sponsor terorisme paling aktif pada tahun 2010. Keuangan, materi, dan dukungan logistik Iran  untuk kelompok teroris dan militan di seluruh Timur Tengah dan Asia Tengah memiliki dampak langsung pada upaya internasional untuk mempromosikan perdamaian, mengancam stabilitas ekonomi di Teluk, dan menggerogoti pertumbuhan demokrasi.

Pada tahun 2010, Iran terus menjadi pendukung utama kelompok-kelompok yang  sangat menentang proses perdamaian Timur Tengah. Militan Al-Qods, organisasi paramiliter cabang operasi eksternal dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), adalah mekanisme utama rezim Iran untuk mendukung teroris luar negeri. Iran menyediakan senjata, pelatihan, dan dana untuk Hamas dan kelompok teroris Palestina lainnya, termasuk Jihad Islam Palestina (PIJ) dan Front Populer untuk Pembebasan Palestina – Komando Umum (PFLP-GC). Sejak  konflik Israel-Hizbullah akhir tahun 2006, Iran telah membantu Hizbullah dalam persenjataan, dalam pelanggaran langsung terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Iran telah memberikan ratusan juta dolar dalam mendukung Hizbullah di Lebanon dan telah melatih ribuan pejuang Hizbullah di kamp-kamp di Iran.”
Ketika terjadi tragedi 11 Septermber 2001 yaitu diserangnya WTC, dan kemudian AS menuding Al Qeada sebagai dalangnya, maka AS pun ‘memburu’ Al Qaeda ke Afghanistan. Demi memerangi teroris, AS mengerahkan jet tempur dan tentaranya untuk memborbardir negara tersebut hingga jutaan rakyat tewas, bangunan hancur dan kini tidak ada kedamaian  Afghanistan. Afghanistan menjadi negara gagal.

Jika kemudian Iran mengirimkan militan untuk bertempur di Israel, maka hal ini akan menjadi senjata bagi AS untuk bisa melakukan intervensi militer terhadap Iran. Mungkin status Iran akan berubah dari negara pendukung terorisme menjadi negara teroris atau pengimpor teroris, dan apakah Iran membiarkan negaranya menjadi Afghanistan kedua yang diperangi lantaran Amerika berburu teroris? Sepertinya tidak, karena itulah Iran memilih jalan lain untuk melawan Israel.

Iran dan Hamas

Disebutkan dalam paragraf terakhir pada artikel (asli) The Jakarta Post, “Iran adalah pendukung utama Hamas, meskipun negara itu membantah mengirim senjata kepada gerakan militan Islam. Iran menganggap Israel musuhnya.”

Iran adalah pendukung HAMAS nomer 1, namun begitu dalam pernyataan diplomatiknya, Iran sering membantah telah membantu HAMAS. Hal ini adalah wajar dalam strategi politik. Namun kenyataan yang terjadi tidak bisa ditutupi lagi. Eratnya hubungan Iran dan HAMAS terlihat dari pernyataan pernyataan pemimpin HAMAS sendiri. Tidak jarang, petinggi HAMAS sowan ke Iran untuk bertemu dengan jajaran pemerintah dan ulama Iran.

Saat di penghujung tahun 2012 Gaza diserang Israel, HAMAS dapat menghalau serangan Israel dengan menembakkan Roket Fajr , yang merupakan roket hasil ciptaan Iran yang akhirnya memaksa Israel untuk melakukan gencatan senjata.

Silahkan cek video berikut ini sebagai bukti:

Ismail Haniyah mengucapkan terimakasih kepada Iran: http://www.youtube.com/watch?v=umWLSnjFbmQ

Haniyeh  berkunjung ke Iran. Rahbar bilang akan dukung penuh Palestina:
http://www.youtube.com/watch?v=Xmu7-NajIVg

Rakyat Gaza berterimakasih kepada Iran: http://m.youtube.com/watch?v=8zKJK-X57jA&desktop_uri=%2Fwatch%3Fv%3D8zKJK-X57jA

Peran Iran dalam  dalam perjuangan Palestina: http://m.youtube.com/watch?v=KAR12ltx67A

Selain membantu HAMAS, Iran juga mendukung Hizbullah sebuah gerakan perlawanan di Lebanon Selatan. Tahun 2006 dalam perang 33 hari Israel Lebanon, Hizbullah mampu memukul mundur Israel.

Dalam pidatonya yang terakhir, Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa Iran akan mendukung penuh pihak yang melawan Zionisme. (LiputanIslam.com/AF)

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/jawaban-buat-arrahmah-bag-2/

%d blogger menyukai ini: