DUSTA ARRAHMAH.COM : YAHUDI DAN KOSNTITUSI IRAN

Situs Arrahmah kembali menyebarluaskan kebohongan dan pemutarbalikan fakta, melalui artikelnya Menggugat peringatan HUT Republik taqiyah Iran oleh kaum Syi’ah di Indonesia: gerakan Khomeiniyah dan Zionisme.

Karena di dalamnya, banyak kebohongan yang bisa diungkap, kami akan membahasnya dalam beberapa artikel terpisah.

Berikut ini bagian ketiga.

Soal Yahudi dan Konstitusi Iran

Arrahmah menyatakan:

Dalam Konstitusi Iran, pasal 12 disebutkan: “Agama resmi Iran adalah Islam dan madzhab Ja’far Duabelas, dan pasal ini tidak dapat dirubah sepanjang masa.” Oleh karena itu, sesungguhnya mereka menyebut Islam untuk taqiyah, agar orang suka kepada madzhab Ja’far Duabelas. Begitu pun Republik Iran, adalah suatu Republik Taqiyah!

 

Mari kita tabayun dengan cara membaca langsung isi pasal 12 konstitusi Iran? Banyak link-nya di google, antara lain bisa klik ini:

http://www.servat.unibe.ch/icl/ir00000_.html

Terjemahan:Pasal 12 [ Agama Resmi ]
Agama resmi Iran adalah Islam dan bermazhab Ja’fari 12 Imam, dan dasar ini sifatnya abadi. Mazhab Islam lainnya harus diperlakukan penuh hormat , dan para pengikut mereka bebas untuk bertindak sesuai dengan hukum mereka sendiri dalam melakukan ritual keagamaan mereka. Mazhab mazhab ini diperkenankan mendapatkan status resmi dalam hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan agama , urusan pribadi (pernikahan, perceraian , warisan, dan keinginan) dan litigasi terkait dalam pengadilan hukum. Di wilayah dalam negara dimana umat Islam yang menganut salah satu mazhab yang merupakan mayoritas, maka peraturan daerah, dalam batas batas yurisdiksi dewan lokal harus sesuai dengan mazhab masing masing tanpa melanggar hak hak mazhab lainnya.

Dalam pasal 12 ini, diatur beberapa hal seperti:

1 Agama resmi adalah Islam, dengan mazhab Ja’fari.

Sesuai dengan Risallah Amman yang telah ditandatangani oleh 552 ulama dari 84 negara, ada delapan mazhab sah yang diakui sebagai Islam, salah satunya adalah mazhab JA’fari. Jika Iran menetapkan mazhab Ja’fari sebagai mazhab resmi, tidak menjadi masalah karena mayoritas penduduk Iran memang menganut mazhab tersebut.

masjid sunni iran 1

2. Mazhab Islam lainnya yang hidup di Iran, harus diperlakukan dengan hormat dan bebas melakukan ibadah maupun ritual sesuai dengan mazhabnya masing masing. Dan hal ini telah dipatuhi oleh rakyat Iran. Masjid untuk mazhab Ahlussunah, tempat pendidikan hingga seorang walikota dari Ahlussunah pun bisa dijumpai.

3. Di dalam suatu daerah di Iran dimana salah satu mazhab menjadi mayoritas, maka peraturan daerah tersebut disandarkan terhadap mazhab tersebut. Dan ini bisa kita jumpai di Kalat, daerah mayoritas Sunni dari etnis Baluchi, bahkan dipimpin oleh seorang wanita Sunni sebagai walikota.

Lalu bagaimana dengan Yahudi? Mentang-mentang ada sekitar 25.000 (25 ribu) Yahudi di Iran (total penduduk Iran 70 juta), media-media radikal, termasuk Arrahmah, menjadikannya dalil bahwa Iran pro-Israel. Orang Yahudi asli Iran sudah hidup di Iran sejak ribuan tahun yang lalu. Lalu apakah dengan berdirinya Republik Islam Iran, mereka harus diusir pergi atau dibunuh? Tentu saja tidak. Selama mereka menaati UU dan aturan negara, mereka bisa hidup damai di Iran, dan hak-haknya dilindungi undang-undang. Lalu, apa karena ada segelintir orang Yahudi di Iran bisa serta-merta disimpulka Iran bekerja sama dengan Israel? Tentu saja tidak.

Lalu,  “Kenapa Iran Tidak Pernah Menyerang Israel?”.

Itu adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh awam. Kalau kita lihat peta, posisi Arab Saudi dan Turki itu lebih dekat dibanding Iran. Pertanyaan yang sama bisa kita ajukan ke Turki dan Arab Saudi.

Jawabnya ada beberapa macam. Berikut ini kami salin dari blog Kabar Islam.

Pertama jaraknya jauh. Silahkan lihat peta di atas. Ini sama halnya dengan kita bertanya kenapa Turki, Yaman, Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia tidak pernah menyerang Israel. Karena jaraknya cukup jauh dan terhalang oleh beberapa negara. Untuk menyerang dengan 100 ribu pasukan misalnya, paling tidak butuh 100 kapal perang yang bisa memuat 1000 pasukan. Itu pun kapalnya harus dipersenjatai canggih. Jika tidak bisa dirudal atau dibom oleh pesawat tempur AS / Israel dengan mudah.

Kalau lewat Laut Merah, kemudian terusan Suez yang sempit, mudahkan bagi AS untuk merudal kapal2 Iran yang membawa 100.000 prajuritnya? begitu pula kalau pakai pesawat Herkules mudah sekali di rudal. Sedang kalau dengan pesawat tempur, itu kapasitasnya cuma 2 orang. Jumlah pesawat tempur Iran kurang dari 100. Berapakali harus bolak-balik coba untuk membawa 100.000 pasukannya guna menyerang Israel?

Yang biasa menyerang Israel adalah Mesir, Suriah, Lebanon, Yordania yang memang berbatasan langsung dengan Israel. Jalan kaki juga sampai ke Israel. Iraq juga ikut perang meski terpisah sekitar 500 km dengan melalui Yordania. Ada pun Arab Saudi tidak mengirim pasukan.

Negara-negara Arab tersebut berperang melawan Israel tahun 1948, 1967, dan 1873. Tahun 1974, Mesir di bawah presiden Anwar Sadat berdamai dgn Israel. Tahun 1982, hanya Suriah sendiri yang berperang melawan Israel demi membela PLO.

Ada pun Iran, hingga tahun 1978 diperintah oleh Shah Iran, Mohammad Reza Pahlevi, yang memang merupakan sekutu dekat AS sebagaimana Raja Abdullah di Saudi sekarang. Jadi tidak mungkin melawan Israel yang merupakan sekutu dekat AS.

Baru pada tahun 1978 saat Revolusi Islam Iran di bawah pimpinan Ayatullah Khomeini, Shah Iran terguling. Tahun 1979, Khomeini yang berkuasa di Iran dengan gelar Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Iran.

Kenapa tahun 1982 Iran tidak membantu Suriah memerangi Israel?

Jawabnya: Tahun 1980, Presiden Iraq Saddam Hussein menyerang Iran. Hingga tahun 1982, saat Iran masih lemah akibat Revolusi, Iraq masih di atas angin. Iraq dibantu dengan dana dan senjata oleh negara2 Arab, AS, dan Uni Soviet. AS tidak ingin Revolusi Islam Iran menyebar ke seluruh dunia. Saat itu bertepatan pada tahun 1400 Hijriyah di mana sebagian ummat Islam percaya itu adalah Abad kebangkitan Islam mengingat Islam berjaya selama 7 abad (0-700 H), tenggelam selama 7 abad (700-1400 H), dan bangkit lagi selama 7 abad berikutnya (1400-2100 H). Revolusi Islam Iran dikhawatirkan jadi kebangkitan Islam di negara2 lain.

Ada pun Uni Soviet membantu Saddam karena Saddam dgn partai Baathnya itu memang Sosialis yang sebelumnya sudah jadi sekutu Uni Soviet. Perang Iran-Iraq berlangsung selama 8 tahun (1980-1988). Itulah sebabnya hingga tahun 1988 Iran tidak bisa menyerang Israel.

Lalu kenapa tahun 1989 tidak mau menyerang Israel juga? Habis perang 8 tahun tentu loyo juga. Perlu waktu untuk pemulihan di bidang ekonomi, pembangunan gedung-gedung yang rusak, dsb. (Argumen-argumen selanjutnya, bisa dibaca langsung di blog Kabar Islam) (LiputanIslam.com/AF)

 

sUMBER :

http://liputanislam.com/tabayun/jawaban-buat-arrahmah-bag-3/

%d blogger menyukai ini: