DUSTA ARRAHMAH.COM : YAHUDI DAN KOSNTITUSI IRAN

Situs Arrahmah kembali menyebarluaskan kebohongan dan pemutarbalikan fakta, melalui artikelnya Menggugat peringatan HUT Republik taqiyah Iran oleh kaum Syi’ah di Indonesia: gerakan Khomeiniyah dan Zionisme.

Karena di dalamnya, banyak kebohongan yang bisa diungkap, kami akan membahasnya dalam beberapa artikel terpisah.

Berikut ini bagian ketiga.

Soal Yahudi dan Konstitusi Iran

Arrahmah menyatakan:

Dalam Konstitusi Iran, pasal 12 disebutkan: “Agama resmi Iran adalah Islam dan madzhab Ja’far Duabelas, dan pasal ini tidak dapat dirubah sepanjang masa.” Oleh karena itu, sesungguhnya mereka menyebut Islam untuk taqiyah, agar orang suka kepada madzhab Ja’far Duabelas. Begitu pun Republik Iran, adalah suatu Republik Taqiyah!

 

Continue reading “DUSTA ARRAHMAH.COM : YAHUDI DAN KOSNTITUSI IRAN”

Iklan

DUSTA DAN KEBOHONGAN SITUS ARRAHMAH.COM : MUSLIM SUNNI DI GANTUNG DI IRAN

Situs Arrahmah kembali menyebarluaskan kebohongan dan pemutarbalikan fakta, melalui artikelnya Menggugat peringatan HUT Republik taqiyah Iran oleh kaum Syi’ah di Indonesia: gerakan Khomeiniyah dan Zionisme

Karena di dalamnya, banyak kebohongan yang bisa diungkap, kami akan membahasnya dalam beberapa artikel terpisah.

Berikut ini bagian kedua.

Lagi-Lagi, Manipulasi Foto dan Sensor Berita

Arrahmah  memberi caption foto: Ahlussunnah yang dihukum gantung di negeri Syiah Rafidhah Iran. Padahal, zaman internet ini, kita dengan mudah melakukan tabayun foto. Dengan menggunakan google image, kita bisa lacak, bahwa foto ini juga ditayangkan oleh Daily Chronicle 11 Feb 2013 dan isi beritanya: para pengedar narkoba digantung di Iran (Iran memang memberi hukuman mati terhadap pengedar narkoba, koruptor, pembunuh, dan pemerkosa). Di berita itu tidak ada penjelasan Sunni/Syiah, atau agama lain si terhukum.

Sensor berita dari Arrahmah
Untuk menunjukkan bahwa Iran tidak berpihak pada perjuangan melawan Israel, Arrahmah mengutip artikel dari The Jakarta Post,  dengan mengambil pada bagian yang diperlukan untuk membenarkan dugaannya, dan mengabaikan point yang melemahkan.

Kata Arrahmah:

“Harian The Jakarta Post melansir berita “Iran bans volunteers from fighting Israel” (January 08 2009):

“Iran’s state television is quoting Ayatollah Ali Khamenei as saying that Iran can’t allow volunteers to cross its border and take military action against Israel. But he says Iran won’t spare any efforts to assist Hamas in other ways.”

(Televisi pemerintah Iran mengutip Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak bisa membiarkan sukarelawan untuk menyeberangi perbatasan dan mengambil tindakan militer terhadap Israel. Namun dia mengatakan Iran tidak akan mengampuni semua upaya untuk membantu Hamas dengan cara lain.)

 

Continue reading “DUSTA DAN KEBOHONGAN SITUS ARRAHMAH.COM : MUSLIM SUNNI DI GANTUNG DI IRAN”

DUSTANYA SITUS ARRAHMAH TENTANG EKSPOR REVOLUSI

Situs Arrahmah kembali menyebarluaskan kebohongan dan pemutarbalikan fakta, melalui artikelnya Menggugat peringatan HUT Republik taqiyah Iran oleh kaum Syi’ah di Indonesia: gerakan Khomeiniyah dan Zionisme

arrahmah1

Karena di dalamnya, banyak kebohongan yang bisa diungkap, kami akan membahasnya dalam beberapa artikel terpisah.

Berikut ini bagian pertama.

Perayaan Hari Kemerdekaan Negara Lain, Tidak Bolehkah?

Perhatikan berita ini, dari Tribunnews

Dalam rangka ulang tahun kemerdekaan (Independence Day) Amerika Serikat yang jatuh pada Kamis (4/7), Konsulat General Amerika di Surabaya melakukan serangkaian kegiatan. Satu di antaranya Bersih Pantai bertajuk Bunaken Beach Clean Up di Taman Nasional Bunaken.

Baca juga berita ini, dari beritasatu.com

Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik India yang ke-64, Duta Besar India menggelar pameran lukisan di Kantor Kedutaan Besar India, JL HR Rasuna Said, Kav S-1, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/1). Acara tersebut terselenggara atas kerjasama dengan IndonesiArt Institute, komunitas peduli karya seni rupa dari beberapa seniman Semarang, seperti Dadang Pribadi, Debronzes, Franky Jo, Nasay Saputra, Rayo Denada, Rudy Murdock, Tatas Sehono dan seorang pelukis berkebangsaan India, Tamanna Sagar. Karya yang dihadirkan mengangkat tema “A Message of Friendship from Central Java” dimana sejumlah karya yang dipamerkan merupakan simbol atau lambang hubungan persahabatan antar dua negara yakni India dan Indonesia.

Syukurlah, kedua media itu tidak menulis ala Arrahmah : “Jelas peringatan HUT AS itu ada kaitannya dengan ekspansi ideologi liberalisme AS.”  Atau “Jelas peringatan HUT India itu ada kaitannya dengan ekspansi ideologi Hinduisme.”  :D

 

Continue reading “DUSTANYA SITUS ARRAHMAH TENTANG EKSPOR REVOLUSI”

Ulama Sunni Iran Peringati Perayaan Kemenangan Revolusi Islam Iran

LiputanIslam.com — Isu Sunni-Syiah yang merebak di tanah air biasanya tak bisa terlipas dari persinggungan dengan Iran, ini bisa dimaklumi karena Iran merupakan sebuah negara yang berpenduduk mayoritas muslim Syiah. Pemberitaan media yang cenderung negatif tentang Iran sangat dipengaruhi oleh ideologi, namun perlahan, dengan kunjungan  masyarakat Indonesia ke Iran, dan mudahnya mengakses informasi dari seluruh dunia termasuk Iran,  mampu memberikan informasi yang lebih berimbang terhadap negara para mullah tersebut.

Sunnii Iran

Iran, dengan mazhab Syiah-nya seringkali diberitakan melakukan hal yang kejam kepada muslim Sunni, dan hal ini disebarluaskan secara masif di dunia maya (melalui jejaring  sosial, blog hingga situs berita) dan juga di dunia nyata (dari majelis agama hingga mimbar masjid). Benarkah demikian adanya?

Sebuah foto yang diunggah oleh AhlulBayt News Agency ,  yang mengabarkan tentang turunnya ulama Sunni Iran ke jalan-jalan untuk ikut memperingati perayaan peringatan Revolusi Islam Iran sepertinya cukup menjawab tentang tuduhan berbagai pihak yang meyakini bahwa di Iran, muslim Sunni dibantai dan dizalimi. Kenyataannya, muslim Sunni ikut merayakan dan berjanji akan setia terhadap kemenangan Revolusi Islam. Tidak ada pembantaian atau perlakuan sewenang- wenang terkait perbedaan mazhab di Iran, semua minoritas dihargai hak-haknya dan mereka memiliki perwakilan di Parlemen Iran.

Beberapa hari yang lalu, jutaan rakyat Iran di seluruh negeri telah memulai sepuluh hari perayaan untuk menandai peringatan ke-35 kemenangan Revolusi Islam tahun 1979.
Peringatan dimulai  pada hari Sabtu (31/1) pagi pukul 09:33 waktu setempat ( 06.03 GMT ),  saat dimana pendiri Republik Islam Imam Khomeini (r.a) tiba kembali di ke negaranya pada tanggal 1 Februari 1979 dari pengasingan. Imam Khomeini (r.a) menghabiskan 14 tahun berada di pengasingan, terutama di kota suci Najaf Irak. Beliau juga menghabiskan beberapa tahun di Turki dan Perancis, sebelum kembali ke Iran.

Hari ketika Imam Khomeini (r.a) kembali ke Teheran di jadikan sebagai waktu  dimulainya perayaan 10 hari kemengan atau yang lebih dikenal sebagai perayaan 10-Day,  yang  diakhir pada 11 Februari, dengan melakukan unjuk rasa nasional, sekaligus sebagai hari kemenangan Revolusi Islam. Iran, 35 tahun yang lalu menggulingkan rezim Pahlevi yang didukung AS,  yang mengakhiri 2.500 tahun pemerintahan monarki di negaranya.  Revolusi Islam yang dicetuskan oleh Imam Khomeini (r.a)  berhasil mendirikan sebuah sistem politik baru berdasarkan nilai-nilai Islam dan demokrasi. (LiputanIslam.com/mahdinews/abna/AF)

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/ulama-sunni-iran-peringati-perayaan-kemenangan-revolusi-islam-iran/

Fitnah Voa-Islam atas Grand Mufti Suriah

mufti suriah 2LiputanIslam.com – Akhir-akhir ini di jejaring sosial Sheikh Ahmad Hassoun santer disebut Syiah dan bahkan dituduh melakukan hal-hal yang asusila. Oleh media-media Islam mainstream pendukung pemberontakan di Suriah, Sheikh Ahmad Hassoun digambarkan sebagai pribadi yang begitu kejam dan bengis. Contohnya sebagaimana yang diungkapkan Voa-Islam;

 “… Mufti Syiah Suriah yang telah berfatwa yang menyebabkan ratusan ribu kaum muslimin Sunni Suriah dibantai dan jutaan mereka terusir dari negaranya”

Siapakah sebenarnya Sheikh Ahmad Hassoun? Benarkah beliau seorang Syiah? Benarkah beliau berfatwa yang menyebabkan ratusan ribu muslim Sunni dibantai di Suriah?

Sheikh Ahmad Hassoun atau Shaikh Ahmad Baddruddin Hassoun adalah Grand Mufti Suriah sejak Juli 2005 menggantikan Grand Mufti Suriah sebelumnya yaitu Sheikh Ahmed Kuftaro atau Sheikh Ahmad Muhammad Amin Kuftaro (wafat tahun 2004) yang merupakan ulama Sunni, pimpinan Tarekat Sufi Naqsyabandiyah dan termasuk salah satu pendiri Liga Muslim Dunia.

Syeikh Ahmed Hassoun merupakan Doktor dalam mazhab fiqh Syafi’i yang diperoleh dari Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Lahir di Aleppo pada tahun 1949. Ayahnya bersama Muhamamd Adeeb Hassoun yang juga seorang ulama. Dalam berbagai kesempatan bersama Presiden Suriah, beliau shalat dengan tangan bersedekap sebagaimana fiqh Syafi’i. Sehingga, tuduhan bahwa beliau Syiah adalah tidak benar.

Dan apakah beliau pernah berfatwa yang menyebabkan ratusan ribu kaum muslimin terbunuh? Penting kiranya kita mendengar seruan beliau yang berkumandang saat pemakaman anaknya, Sarya. Anaknya yang baru berusia 22 tahun dan merupakan seorang mahasiswa jurusan Hubungan Internasional, tewas dibunuh oleh pemberontak Suriah saat dalam perjalanan bersama profesornya. Dengan mencermati kalimat demi kalimat dalam khotbahnya, kita akan bisa mengambil kesimpulan benarkah beliau adalah sosok yang kejam atau tidak.

 

Sheikh Ahmad Hassoun dari pemakaman anaknya, yang dikutip dari Kajian Timur Tengah (Dina Y. Sulaeman);

Seruan untuk Pemimpin dan Ulama Arab, serta HAMAS

“Saya serukan kepada semua ibu para syuhada, semua anak dari para syuhada, semua ayah para syuhada, atas nama semua istri para syuhada, untuk berkata kepada semua orang yang membunuh:  Berhentilah kalian. Berhentilah kalian membunuhi anak-anak bangsa ini.  Kami tidak mempersiapkan pemuda-pemuda kami untuk dibantai oleh bangsa sendiri. Sesungguhnya kami persiapkan mereka untuk syahid di tanah Palestina. Dengarkanlah wahai para pemimpin Arab! Saya mempersiapkan anak saya untuk syahid di Palestina. Tapi kalian menolak. Kalian menarik duta-duta besar dari tanah kami. Padahal, Amerika, Perancis, Inggris, duta-dutanya masih tetap di tanah kami. Kalian malah tidak membiarkan duta besar kalian tetap di sini untuk menjalin komunikasi sesama saudara (Arab). Kami menantikan kalian para duta yang mulia untuk datang ke Suriah,  untuk bertemu dengan rakyat dan pemimpin, dan mendamaikan sesama manusia. Kami tidak mengharapkan kalian mengirimkan fatwa-fatwa.” “Wahai para Ulama. Wahai orang-orang yang mulia. Para syeikh Al Azhar, wahai Syeikh Al Qordhowi,  wahai yang berdiri dan berkhutbah dan mengeluarkan fatwa untuk membunuh 1/3 rakyat Suriah. Kini anakku telah kembali kepada Allah…” “Ya Allah, darah kami akan menjadi saksi di hadapan-Mu, bagi siapa yang berfatwa untuk membunuh kami, bagi siapa yang memotivasi orang-orang untuk membunuh rakyat Suriah,  bagi siapa yang mengirimkan senjata ke Suriah,  bagi siapa yang mengirimkan uang  [untuk pemberontakan di] Suriah …” “Wahai saudaraku, wahai Abal Walid, wahai Khalid Masy’al! Katakan pada orang-orang Arab, siapa yang merangkulmu di Suriah ? Katakan pada HAMAS, siapa yang merangkulmu di Suriah ? Katakan pada rakyat Gaza siapa yang menangisi darah kalian di Suriah?…”

Posisi Ulama Antiperang

“Dengarkan saudara-saudaraku, partai-partai Islam di dunia. Soal anakku, saya serahkan kepada Allah. Tetapi, saya bersumpah kepada Allah, sesungguhnya telah bersabda Nabi kita tercinta,  “Menghancurkan Ka’bah menjadi batu demi batu, lebih ringan dihadapan Allah dibandingkan membunuh atau menumpahkan darah orang mukmin di luar batasan hukum yang ditetapkan Allah (had).” Saya akan bertanya pada 4 pembunuh yang kemarin membunuh anakku dan seorang gurunya. Saya bertanya kepada mereka dan para syaikh mereka, dengan hukum Allah yang mana kalian membunuh anakku? apakah (dia) membunuh salah satu dari kalian? Apakah ayahnya ikut andil membunuh seseorang? Bukankah telah saya katakan dari awal, saya adalah pelayan negeri ini, saya adalah jembatan kasih sayang antara pemimpin dan rakyat. Saya tidak menyukai jabatan ini,  tapi saya adalah Mufti dari 23 juta jiwa di negeri ini, sudah saya katakan kepada kalian saya adalah pelayan, saya tidak rela siapa pun dari kalian tersakiti. Saya menangisi semua yang gugur syahid, saya berduka bagi semua anak- anak, saya berduka bagi semua ibu.” “Dan bagi kalian, yang masih berdemonstrasi di negaraku, akan kucium tangan kalian, akan kucium kening kalian. Tanah air kalian akan menjadi tempat pembantaian kedua. Kalian semualah yang akan dibantai [pertama kali]. Sasarannya bukanlah pemerintah, yang menjadi target bukanlah rezim… Mengapa mereka banyak melakukan pengeboman? Mengapa mereka membunuh rakyat di Serbia ? Mengapa Libya dibom? Mereka bukan [sekedar] menginginkan Sarya dan teman- teman syahidnya. Yang mereka inginkan adalah bangsa Suriah berlutut di hadapan Zionis dan AS!”

Seruan kepada ‘Pengguna Internet’

“Wahai para pemilik (pengguna) internet. Hari pertemuan kita adalah di Hari Pengadilan. Saya adukan kalian kepada Allah. Saya adukan kalian kepada Allah. Saya adukan kalian kepada Allah. Tulislah apa yang ingin kalian tulis! Ungkapkan kebencian kalian! Tuliskan kebencian kalian! Kami akan membungkamnya dengan cinta, keimanan, kesabaran, dan perjuangan… Kami akan membungkamnya, dengan keyakinan kami kepada Allah.”

Janji Amnesti dari Syekh Hassoun

“Saudara-saudaraku, wahai para ayah dan ibu, jika kalian melihat anak-anak kalian membawa senjata, katakan kepada mereka, ‘selamatkan negeri ini’! Dan barangsiapa yang meletakkan senjata dan menghentikan peperangan, saya minta kepada Presiden, agar memberikan amnesti (pengampunan) kepada mereka, bahkan kepada mereka yang telah membunuh anak saya! [Saya bersumpah] Demi Suriah, demi tanah air, demi negeri saya, demi agama saya!”

Seruan kepada Oposisi “Bagi Anda, wahai kaum oposisi, inilah Suriah, pintunya terbuka…  Berhentilah menghina bangsa ini dari luar negeri! Datanglah, dan katakan apa yang ingin kalian katakan di dalam negeri. Kalau sampai ada yang menolak kalian, aku akan berdiri bersama kalian, wahai oposisi! Datanglah dan katakan kebenaran dari kalian. Datanglah dan sampaikan dengan tulus. Kalian ingin kebebasan, kalian ingin keadilan? Mari kita bangun landasannya [kebebasan/keadilan] di Suriah…”

Duhai kaum muslimin, tidak lain dan tidak bukan Sheikh Ahmad Hassoun adalah seorang ulama yang hatinya penuh kasih dan cinta. Beliau berseru agar pihak yang bertikai di Suriah segera meletakkan senjata dan berdamai, beliau mengundang ulama-ulama Arab untuk menengahi konflik di Suriah, beliau menawarkan akan memohonkan amnesti kepada Presiden Suriah, beliau begitu besar perhatiannya terhadap muslim Arab Palestina yang teraniaya sehingga anaknyapun beliau siapkan untuk syahid di bumi Palestina. Kedekatan beliau dengan pemerintah bukan lantaran beliau adalah seorang penjilat dan antek pemerintah, tetapi karena beliau adalah penyambung lidah rakyat dan tali kasih antara pemerintah dan rakyatnya. Sangat tidak masuk akal seorang ulama Sunni berfatwa untuk membunuh muslim Sunni sebagaimana fitnah Voa-Islam dan aliansinya. (ba)

Continue reading “Fitnah Voa-Islam atas Grand Mufti Suriah”

Indahnya Suriah dalam Bidikan Warga NU

LiputanIslam.com – Seorang warga negara Indonesia dari organisasi NU (berinisial MAM), yang tinggal di Damaskus mengunggah beberapa foto-foto terbaru Masjid Agung Umayah dari berbagai sudut. Selain itu, MAM juga mengunggah beberapa aktivitasnya di Damaskus seperti mengikuti pengajian agama, berziarah ke makam orang-orang sholeh seperti Salahudin al-Ayubi ra dan Sheikh Ramadhan al-Buthy ra.

Masjid Agung Umayyah, berlokasi di kota Damaskus, adalah masjid yang termasuk terbesar dan tertua di dunia. Masjid ini dibangun pada masa Khalifah Al-Walid bin Abdul-Malik dari Bani Umayyah tahun 88-97 Hijriyah atau 706-715 Masehi, di kota Damaskus, Suriah. Jadi terhitung sampai hari meletusnya pemberontakan, kurang lebih telah 1.300 tahun lamanya masjid tersebut berdiri kokoh dan dijaga turun temurun.

 

Continue reading “Indahnya Suriah dalam Bidikan Warga NU”

Karena BBC, Benar-Benar Curang

BBC 1LiputanIslam.com Masih segar dalam ingatan, di tahun 2012 BBC pernah mengunggah foto yang menyayat hati; seorang anak yang berlari di antara barisan mayat berkafan yang jumlahnya mungkin ratusan bahkan ribuan orang. Meski mengakui bahwa foto tersebut belum diverifikasi, BBC berusaha menggiring opini dunia bahwa foto itu adalah korban tragedi Houla. Kemudian, foto itu disebarluaskan dengan begitu gencar ke seluruh dunia oleh media dengan narasi: “Kekejaman Assad membantai rakyatnya”. Sontak dunia mengutuk Assad, seruan jihad dikumandangkan, penggalangan dana untuk rakyat Suriah digelar, dan alhasil, dengan propaganda seperti ini dampaknya begitu luas sampai di Indonesia, yang perlahan mulai didera gelombang sekterian. Sayang sekali, foto yang digunakan oleh BBC adalah  foto korban pembantaian di Irak pada tahun 2003.

Fotografer yang mengambil gambar asli itu, Marco Di Lauro, memposting di halaman Facebook-nya, “Seseorang telah menggunakan foto saya sebagai propaganda terhadap pemerintah Suriah untuk membuktikan pembantaian.”

Begitu juga dalam memilih teks yang digunakan untuk mengungkapkan suatu peristiwa/ konflik, tak jarang BBC terlalu gegabah (atau mungkin disengaja?). Misalnya, ketika ISIS mendeklarasikan berdirinya negara Islam di Fallujah setelah menguasai kota tersebut, judul yang dipilih BBC adalah “Iraq Conflict: Sunni Fighters control all of Falluja” Apakah ISIS dan aliansinya mewakili Sunni? Tentu tidak, namun BBC, dengan penuh percaya diri  ikut  berdagang produk Sunni – Syiah. Seolah  – olah perang di Irak adalah perang Sunni- Syiah. Fenomena apa ini? Apakah Barat sudah sedemikian peduli pada umat Islam?

 

Dan baru- baru ini, BBC pun kembali menelurkan cerita tentang ‘kekejaman rezim Assad’, yang dengan bengis membunuhi warga sipil di Allepo dengan bom barrel. Menurut BBC, bom barrel tersebut di jatuhkan dari helikopter hingga membunuh 90 orang. Dari penggambaran berita oleh BBC, hampir selalu mengarah pada kebrutalan Assad membunuhi rakyatnya, dan menariknya hal ini terus menerus diulang- ulang dalam berbagai peristiwa yang berbeda. Mungkin, ketika kita bersikap kritis lambat laun akan timbul pertanyaan; “Apa tujuan Assad membunuhi rakyatnya selama tiga tahun? Apakah Assad hendak menjadi pemimpin tanpa rakyat di negaranya?”

Ketika terjadi konfrontasi antara pihak Tentara Suriah dengan pemberontak, lalu timbul korban dari kalangan rakyat yang tidak berdosa;  “Apakah ini berarti Assad membunuhi rakyatnya melalui Tentara Suriah?”

Sebagaimana telah berlalu di tahun yang lalu tentang tuduhan kepada pemerintah Suriah atas  penggunaan senjata kimia yang hampir mengundang intervensi militer AS, maka tuduhan penggunaan bom barrel di Allepo ini sudah mulai di desas – desuskan lagi sejak bulan Desember 2013, yang merupakan waktu di ambang perundingan Jenewa II. Mengingat foto – foto sadis yang mendadak tersebar luas dua hari sebelum perundingan tersebut di mulai (yang bahkan oleh BBC disediakan file laporan dalam bentuk PDF) dan ternyata palsu dan dibantah langsung oleh Departemen Kehakiman Suriah, maka kasus bom barrel ini pun harus dikaji lebih mendalam lagi.

Untuk itu, perlu kiranya kita mengetahui langkah apa saja yang dilakukan oleh pemerintah Suriah dalam melayani rakyatnya di Allepo. Menteri Kesehatan, Saad al -Nayef mengungkapkan selama tahun 2103, pemerintah mengirim 484 tenaga medis, juga obat -obatan ke seluruh penjuru Suriah termasuk ke Aleppo guna menjamin kebutuhan warganya. Rumah sakit umum yang masih beroperasi, senantiasa dijaga ketersediaan obat – obatan dan peralatan medisnya.

Dengan fakta ini, maka mungkin kita akan bertanya kembali; “Untuk apa pemerintah Suriah mengirimkan tenaga medis, mengirimkan obat – obatan ke Allepo jika kemudian mereka membunuhi rakyatnya sendiri dengan menjatuhkan bom barrel?

Mengenal Bom Barrel

Sebelumnya, merujuk  pada pemaparan Wikipedia  ketika mencari referensi untuk mendefinisikan ‘bom barrel’, disebutkan bahwa bom barrel adalah salah satu bom yang sudah di ‘improvisasi’ dan digunakan oleh Tentara Udara Suriah selama perang sipil dan dijatuhkan dari helikopter. Bom tersebut, yang telah dilengkapi dengan minyak jenis ammonium nitrat  akan menghasilkan ledakan yang dahsyat. Dipilihnya bom barrel ini adalah karena prosesnya pembuatannya lebih mudah dan murah, sebagaimana Wikipedia merujuk pada pernyataan SNC (Bahkan Wikipedia pun pro pemberontak Suriah. :D)

Analisis video bom barrel dibawah ini, dikutip dari Russia Today.  Dalam mendukung propaganda pemberontak, ‘video bom barrel oleh Tentara Suriah’ diunggah oleh banyak media termasuk di jejaring sosial.

A cursory dissection of the video trash that has flooded the TV channels has revealed that civilians, including journalists, are big suckers for all things military, especially blood & horror:

1. Mistaken identity: upon closer look, it turned out that the aircraft in question were not MIGs and the munitions were not ‘barrel bombs’: ‘a number of videos marked as barrel bombs that were clearly L-39s (mislabeled as MiGs) dropping OFABs (small bombs), so expect there will be a number of videos mislabeled as such in the future as well.’

2. There were all types of barrels paraded in front of the TV cameras, but none of that makeshift junk would qualify as auxiliary ordnance to be installed & released from any state of the art supersonic jet fighter. Otherwise ‘barrel bombs’ would have been used instead of JDAMs (Joint Direct Attack Munitions) as a weapon of choice for airstrikes by the US in Iraq, Afghanistan & Pakistan.

3. However, all those clunky barrels perfectly fit the description of IEDs found in explosives manuals, which are extolled and promoted by jihadist websites.

Naturally, when Syrian Armed Forces defuse terrorists’ IEDs, there’s a possibility they might drop the barrels – with or without explosives – back on their perpetrators. Civilians call it returning a favor; the military tags it ‘returning fire’.

Pertama adalah kesalahan mengidentifikasi pesawat. Menurut pengamatan, pesawat yang diklaim milik pemerintah Suriah untuk menjatuhkan bom barrel tersebut bukanlah pesawat type MIGs melainkan type L- 39s. Sedangkan amunisi yang dikatakan sebagai bom barrel, ternyata bukanlah bom barrel jika dilihat dari ukurannya. Yang dijatuhkan dalam video tersebut adalah OFABs atau bom kecil. Kesalahan identifikasi yang terungkap dari video ini, mirip dengan kesalahan identifikasi oleh BBC saat menggunakan foto korban pembantaian di Irak sebagai korban atas tragedi Houla.

Kedua, dari banyaknya kasus bom barrel yang terjadi di berbagai belahan dunia, belum pernah terungkap ada bom barrel yang dijatuhkan dari jet tempur. Sebabnya, belum tersedia tekhnologi tambahan yang diaplikasikan pada pesawat tempur yang memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai ‘pembawa’ bom barrel.

Dilain pihak, dalam video yang wara – wiri secara masif, yang terlihat sebagai  ledakan bom barrel justru terlihat seperti IED ( peledak manual/ rakitan)  yang sering di sebarluaskan untuk ‘mengkampanyekan’ kemampuan/ kehebatan pemberontak Suriah pada situs – situs yang berlabel jihad. IED atau Improvised Explosive Device berarti  alat peledak yang diimprovisasi seseuai keadaan, atau lebih populer dengan sebutan bom rakitan. Alat ini bisa dibuat dari berbagai macam peledak, bisa dikombinasikan dengan racun kimia, racun biologis, atau materi radiologi. Alat peledak ini juga populer dengan sebutan bom pinggir jalan karena seringkali bom rakitan tersebut oleh ‘mujahidin’ diletakkan di pinggir jalan menargetkan konvoi militer lawannya. IED merupakan alat peledak yang sederhana yang mudah dibuat namun sangat efektif. Di Irak, IED menjadi pembunuh no.1 tentara Amerika.

Foto Palsu Lagikah?
Berita BBC tentang bom barrel diupload tanggal 2 Feb. Foto yang digunakan (yang juga kami pakai di artikel ini), ternyata juga foto yang dipakai oleh Cairo Post saat memberitakan bom di Baghdad, diupload tanggal 30 Januari. Jadi, itu foto Aleppo atau Baghdad?

Dari Houla hingga bom barrel, teridentifikasi bahwa BBC, benar – benar curang. (ba)

Continue reading “Karena BBC, Benar-Benar Curang”

NAMA KHALIFAH UMAR BIN KHATAB ra DIJADIKAN JALAN DI IRAN

Tuduhan bahwa di Iran kaum Sunni ditindas, didiskriminasi, dan bahkan dibunuhi, sudah sangat sering ditemukan di berbagai tulisan atau komentar di dunia maya, maupun dunia nyata.

Tentu saja, bantahannya sangat banyak, misalnya dari ulama-ulama Sunni Iran sendiri yang pernah berkunjung ke MUI beberapa waktu yang lalu.

Situs IslamTimes baru-baru ini merilis berita foto tentang nama jalan di kota Saqqez, Provinsi Kurdistan, yaitu Jalan Hadhrat Umar (ra).
jalan khalifah umar

Nama jalan yang menggunakan nama sahabat Nabi ini bukan yang pertama kalinya. Bahkan di berbagai taman dan jalan-jalan, nama sahabat Nabi Saw ini juga digunakan, dengan nama lain, misalnya seperti Umar al-Faruq.

Propinsi Kurdistan adalah provinsi di Iran timur yang berpenduduk mayoritas Sunni.(dw/LiputanIslam.com)

(sumber foto: Al Alam)


 

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/nama-khalifah-umar-dijadikan-nama-jalan-di-iran/

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑