NASHIBI GEMAR BERKOAR : IRAN BERKOMPLOT DENGAN ISRAEL !!!

tell lie vision

liputanislam.com – Mungkin ungkapan yang pernah disampaikan seorang analyst Timur Tengah, Dina Y Sulaeman tentang  keseksian Iran memang benar demikianlah adanya. Setiap kali, gerak – gerik Iran dipantau oleh media massa di seluruh dunia,  dan nyaris tidak ada yang luput dari pengamatan mereka. Tentu saja, berita tentang Iran yang akhirnya ditayangkan terlebih dahulu telah melewati proses editing, yang disensor, dibumbui, ditambahkan, dan diberikan narasi sesuai dengan kepentingan dan agenda dari penguasa media itu sendiri.

Jika hari ini (4/2/2014) kita search tentang Iran, maka berita yang pertama muncul adalah tentang perubahan sikap Iran tentang holocaust , yang dianggap sebagai salah satu upaya dalam mendapatkan simpati dunia. Jika dalam pemerintahan Ahmadinejad, kebenaran tentang holocaust masih sangat perlu dipertanyakan, maka kabarnya kini dalam pemerintahan Rouhani, Iran telah berubah sikap, menyatakan bahwa holocaust itu adalah sesuatu yang kejam dan tidak boleh terulang.

 

Al -Arabiya, menulis: Iran has backtracked on its previous denial of the extermination of Jews during World War II as part of its efforts to normalize ties with the West since the coming of moderate President Hassan Rouhani to power last year.

Jewish News menulis: Iranian Foreign Minister Javad Zarif said the Holocaust was “tragically cruel and should not happen again.”

Eramuslim menulis:  Iran kini telah mengakui adanya Holocaust – pembantaian orang Yahudi selama Perang Dunia II sebagai bagian dari upaya untuk menormalkan hubungan dengan Barat sejak  Presiden Hassan Rouhani berkuasa tahun lalu.

Hidayatullah menulis: Selama ini negara Syiah Iran bisa dibilang sebagai negara yang paling keras menyangkal bahwa holocaust itu benar terjadi. Mahmud Ahmadinejad bahkan dikenal sebagai presiden Iran yang sangat sengit saat berbicara tentang Zionis Yahudi Israel dan holocaust. Namun sekarang di era pengganti Ahmadinejad, pemerintahan Presiden Hassan Rouhani malah merangkul Yahudi dan mengakui holocaust itu benar terjadi dan peristiwa itu “kejam sangat menyedihkan”.

Sindonews menulis:  Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, saat konferensi kemanan di Munich, Jerman mengutuk pembantaian etnis atau holocaust sebagai tindakan keji.

Media – media itu kompak memberitakan dengan narasi yang hampir sama yaitu Iran telah berubah sikap terkait holocaust. Yang membantah kemudian justru adalah media Israel yaitu Arutz Sheva, dan bantahan ini sudah terlebih dahulu di publikasikan oleh media Iran yaitu Khabar Online.  Isi berita lengkapnya sebagai berikut:

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif membantah pernyataannya yang dinisbatkan kepadanya  terkait dengan Israel, dan menekankan bahwa pandangan Republik Islam Iran terhadap rezim zionist sama sekali tidak berubah.

Beberapa media Israel , termasuk Ynetnews dan stasiun TV Jerman Phoenix, telah salah mengutip  pernyataan menteri luar negeri Iran. Versi mereka, Zarif berkata “Holocaust seharusnya tidak terjadi lagi” dan bahwa “pemusnahan orang Yahudi oleh rezim Nazi adalah kejadian tragis dan kejam serta tidak boleh terjadi lagi”

Dalam pernyataannya kepada  FNA  (media Iran), Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hassan Qashqavi menolak laporan media tentang pernyataan Zarif tersebut. Hassan Qashqavi menyampaikan, ” Dalam percakapan saya di telepon Mr Zarif,  ia benar-benar menolak pernyataan tersebut dinisbatkan kepadanya, Zarif justru menyatakan bahwa sikap Republik Islam tentang rezim zionist adalah sebagaimana yang telah berulang ulang disampaikan oleh pihak diplomasi Iran, dan tidak pernah ada perubahan.”

Bulan lalu, seorang anggota parlemen senior Iran menggarisbawahi bahwa Tehran bertekad untuk terus mendukung gerakan anti – zionist di kawasan, khususnya di  Lebanon yaitu muqawwama Hizbullah yang merupakan pengibar panji perlawanan.

Pernyataan anggota Parlemen  Keamanan Nasional dan Komisi Kebijakan Luar Negeri Iran Mohammad Hassan Asafari merujuk kepada sebuah pertemuan yang digelar  baru-baru ini antara Zarif dan Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dan berkata , “Dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa dukungan akan terus diberikan untuk gerakan perlawanan Hizbullah, yang berusaha untuk membangun perdamaian di Lebanon dan melawan hegemoni.”

Zarif sendiri telah menunjukkan dukungan kuat bagi gerakan perlawanan anti – Israel dalam kebijakannya. Bulan lalu , dan selama tur regional yang membawanya ke Lebanon, Zarif pergi ke makam komandan Hizbullah yang terbunuh yaitu Emad Moghniyeh.Kunjungannya mendapat kecaman keras oleh Israel dan Amerika Serikat.

Pada awal Februari 2012, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran  Ayatullah Seyyed Ali Khamenei membantah campur tangan Iran di Bahrain, di lain pihak beliau mengakui adanya  keterlibatan langsung Iran dalam konfrontasi Palestina dan Lebanon melawan Israel , termasuk perang 33 hari di Lebanon pada tahun 2006 melawan rezim zionist Israel.

“Dimanapun Iran turun tangan, akan sangat mudah terbaca. Contohnya, kami ikut campur dalam konfrontasi terhadap Israel dalam perang 33 hari di Lebanon yang berakhir dengan kemenangan muqawwama. Juga kemenangan Palestina dalam perang 22 hari di Gaza” ucap Ayatullah dalam khotbah Jum’at di hadapan jutaan jamaah di Teheran University.

“Di masa depan juga, kami akan mendukung dan membantu semua orang yang menentang rezim zionist. Rezim zionist adalah tumor kanker yang nyata dan harus dipotong dan akan dipotong, Insya Allah,” Ayatullah Khamenei menegaskan.

Kabar tentang perubahan sikap Iran, adalah hal yang menjadi topik panas dalam dua hari terakhir ini. Sebelumnya dikabarkan bahwa Iran tidak bermusuhan dengan Israel dan Amerika. Arab Saudi lah yang konon menjadi musuh utama Iran. Belum berselang satu minggu, Iran dibombardir lagi dengan pernyataan Zarif tentang holocaust yang mungkin dipelintir karena Zarif sendiri menolak laporan dari media – media, yang mendadak  berpenyakit latah  ketika bersinggungan dengan Iran.

Tentunya, media Islam mainstream yang tidak pernah bosan menghembuskan isu sekterian Sunni – Syiah akan menjadikan topik holocaust ini sebagai senjata baru untuk menguatkan teori mereka bahwa Iran memang bersahabat dengan Israel. Namun, tanpa mereka sadari di lain sisi, mereka akhirnya mengakui bahwa dalam periode pemerintahan sebelumnya, Ahmadinejad secara terang – terangan bersikap keras terhadap ‘tragedi holocaust’. Ini suatu kemajuan, karena mengakui Iran memusuhi Israel, nyaris tidak pernah ada dalam wacana mereka. (liputanislam.com/AF)

 

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/keseksian-iran-jadikan-mereka-latah/

Iklan