Menjawab tentang Sonamay Quraisy (2)

Suffer membalas: Kenapa anda selalu menjawab dg kedustaan2 dan kebohongan2 hanya untuk ngeles dan lari kabur dar tanya jawab ini?!?!?!

JAWAB SAJA, BENARA ATAU TIDAK ULAMA SYIAH ANDA AL MAJLISI DAN ULAMA2 BESAR SYIAH YANG LAIN JELAS2 TELAH MENGKAFIRKAN PARA SAHABAT RASULULLAH?!?!?!?!?

SILAHKAN DIPERIKSA DI KITAB YANG ANA SEBUTKAN TERSEBUT!!!!

Bukankah al majlisi jelas2 mengatakan disitu bahwa riwayat kekafiran para sahabat itu adalah sahih?!?!?!?!?!?!?

Ana heran, kitab2 rijal dari ulama syiah termashur yang ana cantumkan selalu anda abaikan karena tidak bisa mendukung argumentasi anda, bahkan al majlisi dan kitabnya biharul anwar anda sepelekan dan lecehkan; seolah-olah orang itu dan kitabnya adalah orang jalanan yang mengarang buku roman picisan?!?!

Apakah anda tidak takut laknat dan kutukan para ulama syiah? Padahal mereka itu seperti al kulaini, al majlisi, khomeini khan pewaris dan pengganti imam maksum yg derajatnya sama dg para 12 imam syiah kalian?

Coba jelaskan kepada ana hal berikut, betapa para ulama syiah lain memuji al majlisi dan kitab2-nya:

Al-Majlisi, Seorang ulama besar Syiah, penulis buku Biharul Anwar, Mir’aatul ‘Uquul  dan selain itu. Dia-lah salah seorang yang mengatakan, “Riwayatnya shahih, tidak diragukan lagi bahwa riwayat ini dan banyak riwayat shahih yang lainnya dengan sangat jelas menerangkan bahwa terjadi pengurangan dan perubahan di dalam Al-Qur’an,  dan menurut saya riwayat-riwayat tentang ini maknanya mutawatir ” (Mir’aatul ‘Uquul, Juz 12, hal 525)

Mestinya orang seperti ini divonis kafir, atau minimal sesat, tidak dihormati apalagi disanjung serta dipuji, namun apa yang terjadi, bagaimana penyikapan Syiah terhadapnya:

Abul Qasim Al-Khu’i  menyebut dalam kitab Rijaal-nya, Mu’jam Rijaal Hadiis, “Syekh Al-Hurr menyebut Muhammad Baqir bin Muhammad Taqiy Al-Majlisi dalam Tadzkiratul Mutabahhirin sebagai Seorang alim, mulia, mahir, ahli tahqiq, mendalam ilmunya, Allamah, fahhamah, faqih, mutakallim, muhaddis, tsiqah tsiqah, mengumpulkan semua kebaikan dan keutamaan, memiliki kemampuan yang besar, kedudukan yang tinggi, semoga Allah memanjangkan jejak-jejak peninggalannya” (Mu’jaam Rijaal Hadiis, juz 15, hal 221)

Pada kitab yang sama berulang-ulang ia sebutkan pujian terhadap penghina Al-Qur’an ini (al majlisi),

“…..sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Majlisi semoga Allah merahmatinya  di dalam kitabnya ­Al-Mir’aah” (Juz 5, hal 37)

“….Disebutkan oleh Al-Majlisi­ semoga Allah menyucikan jiwanya  dalam kitabnya Al-Mir’aah” (Juz 11, hal 231)

“…Dan Syekh kami, Al-Majlisi semoga Allah menyucikan ruhnya  condong kepada pendapat tersebut” (Juz 19, hal 106)

“Al-Majlisi, semoga Allah menyucikan rahasianya ” (Juz 20, hal 93)

Dan begitu seterusnya, pujian-pujian datang silih berganti terhadap musuh Al-Qur’an ini.

Al-Khumaini  tidak mau ketinggalan dalam memuji-muji orang yang telah mengatakan Al-Quran tidak asli lagi, berturut-turut ia puji dalam kitabnya Al-Arba’una Haditsan,

Berkata Ahli Taqiq agung, Ahlu Hadis terkemuka , Maulana Al-Majlisi” (hal 143)

“Dinukil oleh Al-Majlisi semoga Allah merahmatinya ” (hal 329)

“Telah dijelaskan oleh Ahli Hadis agung, Al-Majlisi baginya rahmat ” (hal 587)

“Adapun apa yang disebutkan oleh Al-Marhum, yang telah dirahmati  Al-Majlisi” (hal 589)

Husein An-Nuri Al-Mirzi Ath-Thibrisi , Seorang penulis buku Fashlul Khithah Fi Itsbat Tahriif Kitaab Rabb Al-Arbab, sebuah buku yang menegaskan dengan sangat jelas akan terjadinya tahrif di dalam Al-Qur’an, bahkan dalam buku itu sebutkan surat-surat sebagai ganti dari Al-Qur’an yang diklaim telah dirubah-rubah tersebut, bagaimana sikap ulama-ulama Syiah terhadapnya?, mari kita baca di bawah ini,

Ayatullah Al-Uzhma , Abdul Husein Al-Musawi mengatakan, “Dialah guru para ahli hadis pada zamannya, orang jujur pembawa riwayat-riwayat, guru kami dan tuan kami yang paling wara’ , Al-Mirzi Husein An-Nuri.” (An-Nash wal Ijtihad, hal 95)

Al-Khumaini  juga memujinya dengan mengatakan, “Seorang alim, zuhud, faqih, ahli hadis, Al-Mirzi Husein An-Nuri, semoga Allah menerangi tempatnya yang mulia ” (Arba’una Haditsan, hal 21-22)

Abul Qasim Al-Khu’i  kembali menegaskan sikapnya terhadap musuh Allah ini, ia mengatakan, “Bersama dengan itu, maka Syekh kami ahli hadis, An-Nuri, telah mengeluarkan segala kemampuannya, semoga Allah menyucikan ruhnya ”

Begitulah sikap Syiah terhadap musuh Al-Qur’an ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hakekat yang telah kita ketahui ini. Semoga Allah membuka hati yang tersesat. Amin.

Bahan bacaan: kitab Al-Fisham An-Nakd; Dirasah Lihaqiqah Al-Azimah Baina Ulama Asy-Syiah wal Qur’an, karya Abdul Malik bin Abdurrahman Asy-Sayfi’i, Cet 1, 2010.)

JAWABAN 

Salam. Dusta, bohong? Semoga Allah memaafkan anda dengan tuduhan-tuduhan itu.Kalau kami  mau ngeles (menghindar alias mabur) ‘kan sudah dari awal-awal diabaikan saja anda. Kami  masih terus melayani karena berharap ada senoktah saja kesadaran dalam diri MS, nun dalam di lubuk hati anda.

Seperti sudah dituliskan di bawah (“Sebelum dapat memastikan benar tidaknya Allamah Majlisi mengutip hal-hal berikut dalam Kitabnya yang berjumlah 110 jilid itu” ), belum punya kesempatan memeriksa apa yang anda kutipkan di bawah. Lebih mudah buat anda yang sekadar meng-copy-paste -kannya ketimbang kami yang harus mencari dan memeriksa kutipan2 anda tsb. Karena itu tak bisa mengiyakan atau menidakkan sebelum melihat dan membuktikan sendiri. Bukankah anda tidak ingin kami berbohong dan berdusta?

Kalau yang anda maksud adalah ulama-ulama besar Syiah seperti Sayyid Sistani, Imam Khumaini, Sayyid Ali Khamenei, Sayyid Khui, Ayatullah Makarim Shirazi, atau mereka yang berada dalam daftar ini: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_current_Maraji , maka kami berani mengatakan bahwa mereka tidak meng-kafirkan para sahabat utama tersebut.

Bahkan Sayyid Ali Khamenei dan Agha Sistani mengharamkan Syiah melakukan pelaknatan. Tak percaya? Coba anda lakukan penelitian yang mendalam seperti yang dilakukan orang dalam mengutip “bukti-bukti” dari Allamah Majlisi di bawah. Itu yang pertama .

Kedua, bagian atau paragraf atau baris mana yang menunjukkan bahwa Allamah Majlisi “jelas2 mengatakan disitu bahwa riwayat kekafiran para sahabat itu adalah sahih?!?!?!?!?!?!?”.  Mohon tunjukkan. Yang kami tahu, seperti sudah dituliskan di bawah kalau anda baca baik-baik, Biharul Anwar HANYA memuat SELURUH hadis-hadis, baik yang lemah (dhaif) maupun yang kuat (sahih).

Ketiga, seperti anda bilang, Biharul Anwar memang bukan roman picisan. Buku-buku roman picisan dan kebanyakan buku-buku berisi tulisan yang merupakan buah pikiran, opini, pandangan atau pendapat penulisnya. Sementara Kitab-Kitab ahadis TIDAK berisi buah pikiran dan BUKAN hasil karya “penulisnya”. Allamah Majlisi hanya pengumpul, pengoleksi atau kerennya “compiler” hadis2 yang dianggap bersumber dari Rasulullah dan para Imam yang Duabelas.

Jadi sama sekali kami tidak mengabaikan kehebatan Allamah Majlisi yang seluruh hidupnya dibaktikan buat mengumpulkan seluruh hadis, apapun tingkatannya, sampai berjumlah 110 jilid! Karena itu pula saya “tidak takut laknat dan kutukan para ulama syiah”. 

Lagi pula, kawan, para ulama dan Maraji (jamaknya Marja) yang anda sebut di bawah TIDAK sama derajatnya dengan 12 Imam yang ma’sum. Para ulama itu, meski tinggi kedudukannya, sama sekali tidak ma’sum dan BUKAN “copycat” Para Imam, khususnya Imam Mahdi. Mereka sama dengan para Ulama Besar Sunni yang secara ikhlas meneruskan tradisi dan tugas Rasulullah dalam melestarikan ajaran Islam.

Bagus juga kalau anda bisa mengutipkan di sini “screen shot” komentar Allamah Majlisi tentang tahrif Qur’an yang katanya dikutip dari Kitab Mir’aatul ‘Uquul,  Juz 12, hal 525 itu. Perlu memverifikasi copy-paste ini dengan ulama yang betul-betul membaca Kitab tsb.

Keempat, Para Ulama Besar seperti Khu’i, Khumaini, At-Tabrizi, Al-Musawi, dll yang anda kutip di bawah ini, memuji kedalaman ilmu Allamah Majlisi karena memang beliau seorang Faqih besar, BUKAN khususnya karena “pandangan” Majlisi tentang tahrif Qur’an itu, kalau memang nanti benar terbukti beliau percaya pada adanya tahrif, yang terus terang saya tak yakin.

Kelima, tentang tahrif Qur’an yang katanya dipercaya oleh Syiah dan para ulamanya ini lagi-lagi klise, kawan. Dengan alasan yang sama, sekiranya ada hadis-hadis yang meriwayatkan tentang adanya perubahan Qur’an (tahrif) itu Syiah tidak ambil peduli, toh itu hanya produk dari hadis-hadis lemah dan maudu’ yang jelas tak dapat diandalkan. Apalagi anda tahu, seperti disebutkan sebelumnya, Syiah tidak menganggap Kitab Besar kumpulan hadis yang Empat itu SAHIH seperti halnya Sahihain Bukhari-Muslim dalam dunia Sunni.

Sayang sekali, meski Sahih, kita bisa menemukan beberapa riwayat serupa tentang tahrif di dalam Kitab Sahihain Bukhari-Muslim. Apakah berarti kita dapat menganggap seluruh Sunni percaya ada tahrif Quran dengan adanya hadis-hadis dalam Kitab Sahihain tsb? Silakan anda jawab.

Adalah menarik untuk menunjukkan adanya sejumlah riwayat di dalam  Sahih Bukhari dan Sahih Muslim yang menyatakan adanya ayat Qur’an yang   hilang. [Al-Bukhari, Al-Sahih, vol. 8 p. 208; Muslim, Al-Sahih, vol. 3 p. 1317]. Bukan hanya itu. Sumber-sumber Sunni ini juga menyebutkan adanya dua   surat yang hilang dari Qur’an dan salah satunya panjangnya mirip dengan  surat al-Bara’ah (surat ke-9)! [Muslim, Al-Sahih, Kitab al-Zakat, vol. 2 p. 726].

Beberapa riwayat Sunni mengklaim bahwa Surat al-Ahzab (surat 33) semula  panjangnya sama dengan Surat al-Baqarah (surat 2)!! Surat al-Baqarah  adalah surat Qur’an yang paling panjang. Riwayat di Sahih Bukhari dan  Muslim malah menulis secara rinci tentang ayat-ayat yang hilang itu. [Al- Bukhari, Al-Sahih, vol. 8 p. 208].

Namun, justru Syiah tak pernah menuduh bahwa pengikut Sunni meyakini  bahwa Qur’an tidak lengkap. Orang Syiah beranggapan bahwa semua riwayat  Sunni (di atas) itu lemah atau palsu.

Sehubungan dengan tahrif ini, silakan merujuk tulisan lengkap berikut:  http://www.al-islam.org/nutshell/files/tahrif-id.pdf

Juga Abul Qasim Khu’i yang anda sebut di bawah ini, secara khusus menulis buku tentang tidak benarnya tahrif Qur’an. Silakan lihat bukunya “Bayan fi Tafsir Al-Qur’an” yang hanya terjemahan Inggrisnya (The Prolegomena to The Qur’an, A.A. Sachedina). Kami tak tahu apakah sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Semoga semua ini dapat mengklarifikasi semua keraguan anda. Wassalam.

(redaksi misykat)

 

Sumber :

http://misykatnews.blogspot.com/2015/05/menjawab-tentang-sonamay-quraisy-2.html

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: