Menjawab tentang Sonamay Quraisy (1)

Dalam email, Suffer membalas: Doa agung tersebut dikenal dengan doa  صَنَمَيْ   قُرَيْشٍ  “Sonamay Quraisy” yang artinya dua berhala kaum Quraisy, yang mereka maksud adalah Abu Bakar dan Umar. Kaum Syi’ah adalah kaum yang hobinya mengkafirkan dan melaknat para sahabat. Diantara doa yang mereka agungkan adalah doa untuk melaknat Abu Bakar dan Umar bin Al-Khottob serta kedua putri mereka Aisyah dan Hafsoh radhiallahu ‘anhum. Mereka mendakwahkan bahwa doa ini adalah doa yang dibaca oleh Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhu dalam qunutnya, akan tetapi tentunya ini adalah kedustaan karena tidak diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ali. Dan sesungguhnya merekapun mengakui akan hal ini (bahwasanya tidak ada sanad yang shahih tentang doa ini dari Ali).

Dalam salah satu website mereka yaitu Syi’ah Iraq, mereka berkata (seraya membongkar kedustaan taqiyyah mereka):  “Tatkala ahlus sunnah mempermasalahkan kita tentang adanya doa shonamay Quraisy dalam kitab-kitab kita, dan karena demi mengambil hati mereka maka kita berkata, “Sesungguhnya doa ini tidak mu’tabar (tidak diakui) di sisi kami”. Bahkan tatkala sebagian ulama kita ketika ditanya tentang sejauh mana kevalidan doa ini maka mereka menjawab, “Sanad doa ini tidaklah shahih”.

Semua jawaban ini hanyalah demi persatuan saja. Adapun hakekatnya bahwasanya doa ini adalah doa yang sangat agung, dan keabsahan/kevalidan doa ini tidak dipersyaratkan keshahihan sanadnya. Kita memiliki kaidah bahwasanya doa ini telah diamalkan oleh para ulama kita dan telah masyhur. Selain itu kitab-kitab Syi’ah yang menjadi pegangan/diakui telah menukil doa ini, demikian pula kitab-kitab yang ditulis untuk menjelaskannya. Ini sudah cukup menunjukkan akan absahnya/validnya doa ini. Berikut ini saya akan membawakan untuk kalian kitab-kitab yang menyebutkan doa yang mulia ini…”

Sangat jelas dalam kitab-kitab literatul Syi’ah bahwasanya yang dimaksud dengan dua berhala Quraisy adalah Abu Bakar dan Umar bin Al-Khottoob radiallahu ‘anhumaa. 

Keutamaan Doa Ini Menurut Ulama Syi’ah, Al-Majlisi menukil dari kita Al-Balad Al-Amiin:
“Doa ini adalah doa yang tinggi kedudukannya dan agung, dan diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas dari Ali bin Abi Thoolib ‘alaihis salaam bahwasanya beliau qunut dengan membaca doa ini. Dan ia berkata, “Barang siapa yang membaca doa ini maka ia seperti ikut berperang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemanah dengan satu juta anak panah dalam perang Badar, Uhud, dan Hunain”. (Bihaarul Anwaar 85/240).

Sangat jelas bahwasanya doa laknatan ini sangat tinggi nilainya di sisi kaum syi’ah. Bayangkan….barang siapa yang membacanya maka seakan ikut serta perang badar dan perang uhud bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan seakan-akan telah melontarkan sejuta anak panah !!!!.

Tentu doa ini sangat agung di sisi kaum Syi’ah karena kandungannya yang benar-benar menunjukkan busuknya aqidah kaum syi’ah. Semakin busuk dan semakin dusta maka semakin tinggi nilainya di sisi kaum Syi’ah. Wallahul musta’aan. 

JAWABAN

Kami hargai usaha anda yang intensif dalam mencari-cari rujukan. Sayang sekali rujukan tersebut bukan sesuatu yang dapat memberi manfaat buat anda atau buat kita semua.

Sebelum kami dapat memastikan benar tidaknya Allamah Majlisi mengutip hal-hal berikut dalam Kitabnya yang berjumlah 110 jilid itu, ada baiknya saya beri catatan sedikit.

Pertama, dalam Syiah tidak dikenal apa yang dinamakan kitab hadis Sahih, seperti halnya Sahih Bukhari atau Sahih Muslim dalam dunia Sunni.

Seluruh hadis yang terekam dalam Al-Kafi karya Kulaini atau tiga kitab besar lainnya mencakup seluruh tingkatan hadis, dari dhaif hingga sahih. Kitab Biharul Anwar ini sendiri tidak termasuk Kitab hadis besar yang Empat di kalangan Syiah (Al-Kafi, Man La yaduruhul Faqih, Tahzhibul Ahkam, Al-Istibshar). Meski jumlahnya 110 jilid, seperti halnya keempat Kitab Utama tsb tidak berisi HANYA hadis-hadis sahih. Mengapa?

Karena dunia Syiah mengenal institusi “Ahludz Dzikr” (Fas’alu ahladz zikr, inkuntum lata’lamun: tanyalah Ahli Dzikr/Ulama apabila engkau tak tahu). Para ahli inilah (Fuqaha/Maraji) yang selanjutnya melakukan pengkajian mendalam (ijtihad) dan menentukan mana hadis yang dapat diandalkan (reliable), mana yang tidak (dha’if, maudu, dsb).

Karena itu buat orang awam yang sekadar membaca tanpa latar belakang pemahaman yang cukup hanya akan membingungkan dan karenanya tidak sepantasnya.

Kedua, katakanlah entah bagaimana Doa Kedua Berhala Quraisy itu ada, yang kami sendiri sangat yakin bahwa hal itu tidak ada. Cobalah anda cari di setiap rumah atau masjid orang Syiah, kalau-kalau ada yang “mengamalkan” doa tersebut.

Sekali lagi kami akan sebut anda orang unik, karena menjadi satu-satunya orang yang berhasil menemukan pembaca/pengamal doa “Sonamay Quraisy”.

Sebaliknya, kami anjurkan anda membaca doa-doa yang sangat sering dibaca oleh orang Syiah setiap hari atau setiap minggu, seperti Doa Sabah (dibaca setiap ba’da Subuh), Doa Kumail (dibaca setidaknya setiap malam Jum’at), Doa/Ziarat Waritsa (setidaknya setiap malam Jum’at), Doa Nudba (setiap sebelum Salat Jum’at), Munajat Imam Ali (khususnya di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan), Doa Makarimul Akhlaq (juga di waktu yang sama), Kumpulan Doa dan Munajat “Sahifah Sajadiyyah”, dan lainnyal.

Kami jamin, bukan saja anda tak akan menemukan “laknat” kepada para Khulafa atau sahabat utama, bahkan anda akan menemukan diri anda bersimpuh khusyu dan luluh di hadapan keagungan Allah SWT.

Kami sarankan anda gunakan waktu-waktu berharga anda untuk meneliti doa-doa yang disebutkan di atas, dari pada mencari jarum dalam tumpukan benang 110 jilid Biharul Anwar atau ribuan halaman Keempat Kitab Ahadith Syiah di atas.

Atau anda cukupkan saja baca buku Nahjul Balaghah Imam Ali yang juga sudah beredar terjemahan Indonesianya di negeri kita. Wassalam.

 

Sumber :

http://misykatnews.blogspot.com/2015/05/menjawab-tentang-sonamay-quraisy-1.html

Iklan