Kumpulan Propaganda Farid Okbah Terhadap Konflik Suriah

LiputanIslam.com — Salah satu tokoh yang getol memberitakan konflik Suriah adalah Ustadz Farid Ahmad Okbah (untuk selanjutnya disingkat FAO). Melalui halaman facebooknya, sang ustadz gencar menyebarkan postingan yang kemungkinan besar akan menggiring opini masyarakat bahwa perang saudara yang terjadi di Suriah adalah perang antara Sunni vs Syi’ah. Tentunya, dalam propaganda berulang ulang yang dilakukan FAO, hampir bisa dipastikan akan selalu di like dan share oleh banyak pengikutnya, sehingga tidaklah mengherankan jika dalam menyikapi masalah Suriah, banyak masyarakat Indonesia yang belum tercerahkan, karena alim ulamanya sendiri yang mendakwahkan pembodohan masal.

Selain di jejaring sosial, ucapan FAO juga acapkali dimuat di media media Islam mainstream yang mendukung pemberontakan Suriah. Arrahmah, pernah menurunkan berita yang bersumber dari FAO bahwa akibat perang saudara di Suriah, penduduk asli harus mengungsi ke negara negara tetangga yang jumlahnya sampai empat puluh lima juta jiwa. Angka yang sangat fantastis. Namun sayang sekali itu adalah klaim palsu, tidak mungkin negara yang jumlah penduduknya sekitar 22 juta jiwa memiliki pengungsi sebanyak itu bukan?

Propaganda berikutnya untuk menunjukkan ‘kekejaman’ Syi’ah, FAO menggunakan sebuah foto sadis, seorang anak yang dimutilasi dengan tubuh bersimbah darah. Setelah di cek dengan menggunakan google image, ternyata foto tersebut adalah foto seorang anak di Brazil yang terbunuh di tahun 2007. Akibat banyak yang protes, postingan itu pun akhirnya dihapus, namun walau telah terbuka kedoknya, FAO masih belum jera untuk mengulangi kesalahannya.

Kemudian FAO menampilkan foto Bashar al Assad dan Sheikh Ahmad Hassoun dengan para pendeta Kristen Ortodoks. Maksudnya ingin menyampaikan, bahwa Syi’ah yang katanya memusuhi Yahudi, adalah bohong semata. Buktinya mereka berpose bersama, yang menunjukkan kedekatan satu sama lain. Ini dipublish untuk membenarkan tuduhan kaum takfiri  bahwa Syi’ah = Yahudi. Sebenarnya harus ada yang diluruskan dari anggapan ini. Umat Islam sesungguhnya tidak membenci Yahudi, bahkan banyak Nabi yang diutus Allah yang berasal dari  Yahudi. Yang dibenci itu adalah zionist Israel yang menjajah bangsa Palestina. Untuk orang Yahudi yang bukan zionist, contohnya dari kelompok Yahudi yang menyebut dirinya Naturei Karta, yang menentang penjajahan Israel, maka mereka adalah hamba Allah yang wajib kita hormati dan kita perlakukan dengan baik. Lalu foto itu sendiri pun bukan merupakan foto orang Yahudi, melainkan orang Kristen Ortodoks jika dilihat dari salib yang dikenakannya. Orang Yahudi tidak memakai salib. Selain itu, Bashar al Assad dan Sheikh Ahmad Hassoun juga bukan Syi’ah, melainkan Alawite dan Sunni.

Belajar dari kasus diatas, maka sudah menjadi kewajiban bagi semua orang untuk berhati hati dalam menerima sebuah berita, kendatipun berita itu disampaikan oleh seorang tokoh agama. Al Qur’an telah mengabarkan, bahwa yang harus kita lakukan pertama kali ketika mendapat sebuah kabar  adalah meneliti kebenarannya. Bagaimana caranya? Bisa dibaca di sini. (ba)

Keterangan foto: Screen shoot dari pernyataan FAO di Arrahmah, bahwa pengungsi Suriah berjumlah 45 juta jiwa.

Arrahmah

sumber berita :

 

 

http://liputanislam.com/tabayun/kumpulan-propaganda-ustadz-farid-okbah-terhadap-konflik-suriah/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: