Kekayaan Sesungguhnya Sayyid Ali Khamenei (Tanggapan Untuk Voa Islam)

Voa Islam, membuat sebuah analisis yang bersumber dari Reuters tentang kekayaan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Reuters adalah salah satu media yang cukup aktif memberitakan hal miring tentang Iran. Uniknya, voaislam mengutip berita dari Reuters tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan yang dijadikan objek berita. Voa Islam menulis,

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengendalikan kerajaan (imperium) bisnis bernilai sekitar $ 95 miliar dollar, kekayaan yang  jumlahnya melebihi nilai ekspor minyak  Iran, setiap tahunnya,  ungkap hasil investigasi  Reuters.

Sangat sedikit diketahui organisasi yang disebut ‘ SETAD’, merupakan salah satu faktor kunci yang menjadi penopang  pemimpin Iran itu abadi. Sekarang Ayatullah Ali Khamenei memegang saham di hampir setiap sektor industri Iran, termasuk keuangan, minyak, telekomunikasi, produksi pil KB dan bahkan peternakan burung unta .

‘SETAD’ telah membangun kerajaan bisnis, dan menguasi  ribuan properti milik kelompok sejumlah orang Syiah, dan  para pembinis Iran yang tinggal di luar negeri.

Reuters melakukan penyelidikan  yang rinci dalam serangkaian bukti-bukti, dan diterbitkan dalam tiga  dokumen,  bagaimana SETAD telah mengumpulkan portofolio raksasa real estate dengan mengklaim di pengadilan Iran, kadang-kadang palsu dengan menggunakan otoritas agama.

SETAD sebuah organisasi yang sangat buruk. Kini Ali Khamenei dengan kekuasaannya memegang monopoli pengadilan memerintahkan untuk mengambil properti  atas nama pemimpin tertinggi , dan secara teratur menjual properti yang disita, kemudian di lelang atau berusaha untuk memaksa  pembayaran dari pemilik asli.

 

Benarkah?

Disini akan disampaikan beberapa point yang tidak diekspos di Voa-Islam mengenai kekayaan sesungguhnya dari Iran Supreme Leader, yang telah dikonfirmasi kepada beberapa sumber dari yaitu rekan-rekan mahasiswa  Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Iran, juga seorang pengelola sebuah situs berita di Iran. Berikut keterangan dari tanya jawab dengan narasumber.

Pertanyaan: “Benarkah Rahbar mengendalikan uang  dalam jumlah yang sangat fantastis sebagaimana yang diberitakan oleh Reuters cs? Dalam laporannya membawa nama SETAD, yang dikabarkan sebagai yayasan yang buruk yang merupakan tubuh untuk membangun kerajaan bisnisnya? Dikabarkan, SETAD ini semena-mena merampas properti dengan mengatasnamakan Sayyid Ali Khamenei. “

Jawab:  Benar, bahkan mungkin nilainya lebih besar daripada itu. Sesuai dengan perintah Ayatullah Khomeini, badan ini (SETAD) dibentuk untuk mengurusi semua harta yang terkait dengan Wali Faqih. Jadi itu tidak ada hubungannya dengan pribadi.

Selain itu, lembaga ini banyak melakukan investasi di kawasan tertinggal dan juga investasi di sektor obat-obatan dan telah  berhasil.  Nah, harta Wali Faqih ini dikira sebagai harta pribadi.

Tentu saja jika harta itu disebut kekayaan, maka nilai kekayaannya memang sangat besar. Coba lihat definisinya, semua harta yang tidak ada pemiliknya yang sah, itu berarti milik Imam Maksum as dan Wali Faqih saat ini yang mengelolanya. Harta-harta waqaf itu juga dikelola oleh Wali Faqih. Bisa dibayangkan jumlah  harta waqaf jika dikalkulasi?

Data diatas dsajikan untuk menyingkap misteri sesungguhnya tentang ‘kekayaan’ Ayatullah Khamenei, yang mana antara ada bias informasi antara fakta dan berita. Benar, bahwa Rahbar memang mengontrol atau mengendalikan uang dalam jumlah yang sangat besar, namun uang tersebut bukanlah kekayaan pribadi melainkan adalah kekayaan Imam Maksum as yang dikelola Wali Faqih. Tentunya bagi siapapun yang mengerti bagaimana system pemerintahan di Republik Islam Iran, hal ini tidaklah terlalu mengejutkan, karena pastinya kita tahu bahwa pemegang kekuasaan tertinggi adalah beliau, seorang ahli agama yang alim, hanif dan zuhud. Jadi kesimpulannya, Iran sendiri begitu besar kekayaannya. Dengan itu, bila negara Iran diembargopun, masih banyak jalan untuk berkelit. Belum lagi dengan uang khumus.

*****

Mengenal SETAD Dari Dekat

 

Lembaga SETAD ini didirikan untuk melaksanakan Pasal 49 UUD Iran [1], dan sesuai pasal tersebut, lembaga ini telah melakukan identifikasi dan menyita harta rezim Shah Pahlevi. Dengan demikian, harta yang dimiliki SETAD ini pada awalnya milik kekayaan Shah Reza Pahlevi.

Karena lembaga ini legal, dan  kemudian memiliki modal besar, lembaga ini lalu mendirikan sebuah organisasi sosial bernama “Barakat” (yang artinya berkah). Barakat  tidak sekadar melakukan aktivitas ekonomi belaka, itulah sebabnya organisasi tersebut lebih banyak bergerak di kawasan tertinggal Iran.

Lembaga Barakat yang berada di bawah Setad Ejrai-ye Farman-e Emam ini melakukan investasi besar-besaran di sektor obat-obatan di Iran dengan mempioritaskan kesehatan masyarakat.

Salah satu sumbangsihnya, lewat investasi di sektor obat-obatan ini SETAD berhasil memproduksi obat anti kanker yang diproduksi oleh perusahaan Sobhan Oncology di kota Rasht, yang mana teknologi pembuatan obat ini menggunakan nanoteknologi.

Perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan lainnya yang mendapatkan suntikan dana dari SETAD adalah Alborz Darou, produk-produk yang telah dihasilkan bisa dilihat di:http://www.alborzdarouco.com/index.html

Pada akhirnya,  kita tetap bebas menerima informasi dari mana saja. Apalagi untuk mengakses berita terkini sama sekali tidak sulit. Yang patut diperhatikan adalah, darimanapun berita itu berasal, mari kita sikapi dengan kritis. Tidak semua media bebas merdeka memberitakan kejadian sesuai dengan  fakta, dan tidak sedikit media merupakan alat sekaligus asset untuk mencapai tujuan dan kepentingan. Terlebih jika menemukan berbagai kejanggalan dalam berita tersebut, maka tabayyun, adalah hal pertama yang harus dilakukan.

Keterangan pasal 49 UUD Republik Islam Iran:

[1]: Article 49  [Confiscation]

The government has the responsibility of confiscating all wealth accumulated through usury, usurpation, bribery, embezzlement, theft, gambling, misuse of endowments, misuse of government contracts and transactions, the sale of uncultivated lands and other resources subject to public ownership, the operation of centers of corruption, and other illicit means and sources, and restoring it to its legitimate owner; and if no such owner can be identified, it must be entrusted to the public treasury.  This rule must be executed by the government with due care, after investigation and furnishing necessary evidence in accordance with the law of Islam.

Pasal 49 berbicara tentang kewajiban pemerintah untuk menyita kekayaan yang berasal dari riba, gasab, suap, korupsi, curian, judi, menyalahgunakan barang wakaf, menyalahgunakan kontrak dengan pemerintah, penjualan tanah milik pemerintah dan kekayaan alam, pengelolaan tempat fasad dan hal-hal yang tidak sesuai syariat lalu mengembalikannya kepada pemiliknya. Hukum ini harus dilakukan oleh pemerintah dan sesuai dengan bukti syariat.
Pasal itu memang tidak menyebutkan tentang Setad Ijra-ye Farmane Imam Khomeini ra, dan dasar hukum SETAD berasal dari ayat-ayat penjelas pasal itu yang berjumlah 15. Dalam ayat 8 disebutkan:

“Bila pengadilan berhasil membuktikan harta seorang atau organisasi itu tidak syar’i, maka bila diketahui berapa jumlah dan pemiliknya, maka harta itu dikembalikan kepada pemiliknya. Tapi bila pemiliknya tidak jelas, maka harta itu dikelola oleh Wali Faqih. Dan bila jumlahnya tidak diketahui, tapi pemiliknya diketahui, maka harus melakukan sulh atau berdamai dengan pemilik harta, tapi bila pemiliknya tidak jelas, maka khumus dari harta itu diserahkan kepada Wali Faqih”

Penjelasan pasal ini tertuang dalam 15 ayat ditetapkan oleh parlemen Iran yang waktu itu diketuai oleh Hashemi Rafsanjani (Liputan Islam/ AF)

 

 

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/kekayaan-sesungguhnya-sayyid-ali-khamenei-tanggapan-untuk-voa-islam/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: