Kejanggalan Video Serangan Senjata Kimia

LiputanIslam.com — Kejanggalan tuduhan pemberontak dan pendukungnya atas tuduhan bahwa Rezim Assad menggunakan senjata kimia terkuak akibat kecorobohan fatal. Seperti biasa, pemberontak Suriah sangat gemar mengabadikan momen ‘berharga’dan menyebarkannya secara masif. Sayangnya, kali ini mereka kurang beruntung. Video propaganda yang awalnya diunggah untuk menunjukkan kekejaman Assad malah menjadi bumerang bagi mereka.

senjata kimia 2

Dalam situs berbahasa Turki tersebut, dipertanyakan dari manakah video tersebut berhasil mereka dapatkan?

Penggunaan senjata kimia terjadi pada tanggal 21 Agustus 2013, sedangkan korban pembantaian itu sendiri sudah mereka publish pada tanggal 20 Agustus 2013. Janggal bukan? Maka  kemungkinan-kemungkinan terhadap hal tersebut, sebagaimana yang dianalisis oleh Gianni Fraschetti :

“Berikut ini adalah dokumen agghicciante. Anak-anak dikemas dalam es untuk menjaga tubuh mereka selama setidaknya dua hari. Korban-korban anak kecil tak berdosa dibunuh dengan gas oleh tentara bayaran Atlanticist di tempat yang berbeda. Mereka kemudian dikumpulkan di suatu tempat dan sebelumnya telah dibunuh. Untuk mengawetkan tubuh, karena suhu tinggi akibat reaksi kimia, mereka dimasukkan [dibungkus] dengan es. Sekedar mengingatkan,  gambar pertama pembantaian mulai beredar pada tanggal 20, sementara pengeboman kimia menurut pelaku tersebut terjadi pada tanggal tanggal 21. Itu artinya, foto-foto korban telah beredar sehari sebelum peristiwa tersebut, dan tentu saja yang mengunggahnya adalah pihak pemberontak.”

Mengaku?

Anggota kelompok pasukan oposisi Suriah mengaku kepada Associated Press bahwa mereka berada di balik serangan yang menggunakan senjata kimia pada 21 Agustus 2013 lalu. Serangan itu menewaskan 350 jiwa.
Keterangan mengenai penggunaan senjata kimia oleh pasukan oposisi Suriah, didapatkan oleh kelompok Doctors Without Borders yang memeriksa keadaan warga di Ghouta, dimana sekira 350 warga tewas akibat serangan senjata kimia itu.

Setelah melakukan interogasi terhadap beberapa pihak termasuk dokter, warga Ghouta dan pasukan oposisi serta keluarganya, pihak Doctors Without Borders mendapatkan pengakuan mengenai penggunaan senjata kimia tersebut.
“Kelompok Doctors Without Borders menemukan bahwa serangan itu adalah bentuk kesalahan koordinasi dan ketidaktahuan dari pihak pasukan oposisi. Mereka tidak menyadari bahwa mereka memiliki senjata kimia,” lapor Associated Press, seperti dikutip dari The Examiner, Minggu (1/9/2013).

Kelompok kemanusiaan itu mendapatkan keterangan dari seorang warga yang mengaku bahwa anaknya membawa senjata kimia ke rumahnya. Putra dari warga Suriah itu dikabarkan tewas dalam serangan yang menggunakan senjata mematikan tersebut.

“Putra saya datang kepada saya menanyakan apa senjata yang dia bawa. Beberapa dari senjata itu berbentuk seperti tabung dan beberapa lainnya seperti botol kaca,” pengakuan seorang warga bernama Abdel-Moneim.

Sementara ketika ditanya, sebagian besar dari pasukan oposisi tidak mengetahui bahwa senjata yang mereka pegang saat itu adalah senjata kimia. Selain mengakui bahwa serangan itu dilakukan oleh mereka, ada satu sosok lain yang memasok senjata mematikan tersebut.

“Senjata kimia itu disediakan oleh Pangeran Arab Saudi Bandar bin Sultan,” pengakuan seorang anggota pasukan oposisi Suriah, seperti dikutip Associated Press. (ba)

 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/kejaggalan-video-serangan-senjata-kimia/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: