Data Syrian Armed Force (Tanggapan Untuk Islampos)

saaIslampos menurunkan artikel pada tanggal 23 Desember 2013 dengan judul “Foreign Fighter di Suriah, Siapa Terancam? “ yang mana pembuka artikel adalah informasi bias dan bisa menggiring opini pembaca bahwa perang Suriah adalah perang Sunni vs Syiah. Islampos menulis,

KONFLIK di Suriah yang kini telah memasuki tahun ketiga belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Perang sipil oleh masyarakat Muslim Sunni melawan pemerintahan Nusairiyah yang dipimpin presiden Bashar al-Assad telah menjadi magnet yang menarik para foreign fighters (pejuang asing) dari berbagai belahan dunia memasuki kancah peperangan tersebut.

Benarkah informasi bahwa masyarakat muslim Sunni sedang bertempur melawan pemerintah Suriah yang disebut Syiah Nusairiyah?

Harus diketahui terlebih dahulu bahwa pilar utama perlawanan dari pemerintah terhadap pemberontak adalah Syrian Armed Force (Angkatan Bersenjata Suriah), yaitu pasukan militer Suriah. Mereka terdiri dari Angkatan Darat (Syrian Arab Army), Angkatan Laut (Syrian Arab Navy), Angkatan Udara (Syrian Arab Air Force), Pertahanan Udara (Syrian Arab Air Defense Force), dan beberapa pasukan paramiliter. Menurut Konstitusi Suriah, Presiden Suriah adalah Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata Suriah.

Warga laki-laki Suriah setelah mencapai usia 18 diwajibkan untuk mengabdi di Kemiliteran. Sebelum awal perang sipil Suriah, masa tugas dinas wajib militer menurun. Pada tahun 2005, berkurang dari dua setengah tahun menjadi dua tahun, pada tahun 2008 menjadi 21 bulan dan pada tahun 2011 menjadi 18 bulan.

Dengan berkantor pusat di Damaskus, militer Suriah terdiri dari Angakatan Darat, Laut , dan Udara. Personil aktif diperkirakan sebanyak 295.000 personil pada tahun 2011, dengan tambahan 314.000 personil cadangan. Pasukan paramiliter diperkirakan mencapai 108.000 personil pada tahun 2011.

Mayoritas militer Suriah adalah Sunni dan sebagian besar pimpinan militer dari kaum Sunni-Alawi (Alawite).  Divisi Militer paling elit, Garda Republik dan Divisi 4 Mekanik, yang dipimpin oleh saudara Bashar adalah Alawi. Dan sebagian besar dari 300.000 Warga Suriah yang wajib militer dan pilot angkatan udara adalah Sunni non-Alawi.

Struktur Syrian Arab Force

* Angkatan Darat / Tentara Arab Suriah (Syrian Arab Army)

 Pada tahun 1987, Joshua Sinai dari Library of Congress menulis bahwa Tentara Arab Suriah adalah layanan militer yang paling dominan, mengendalikan pos-pos paling senior di angkatan bersenjata, dan memiliki paling banyak personil, sekitar 80 persen dari total pasukan gabungan. Pada tahun 1987, perkembangan utama dalam kekuatan organisasi adalah pembentukan kerangka divisi tambahan berdasarkan pasukan khusus dan organisasi formasi darat menjadi dua kesatuan.

Pada tahun 2010, Institut Internasional untuk Studi Strategis memperkirakan tentara regular berjumlah 220.000 personil, dengan tambahan 280.000 tentara cadangan. Angka itu tidak berubah dalam edisi Military Balance tahun 2011, tetapi dalam edisi 2013, di tengah-tengah perang, IISS memperkirakan bahwa kekuatan militer Suriah adalah 110.000.

Tentara yang aktif bertugas di ketiga kesatuan tentara bersenjata, delapan divisi lapis baja (dengan satu brigade lapis baja independen), tiga divisi mekanik, satu divisi pasukan lapis baja khusus, dan sepuluh brigade pasukan khusus udara independen. Tentara Suriah memiliki sebelas formasi divisi dilaporkan pada tahun 2011, dan turun dari 8 menjadi 7 divisi pada divisi lapis baja pada tahun 2010, brigade lapis baja independen telah digantikan oleh resimen tank independen. Mantan perusahaan Pertahanan digabungkan kedalam Tentara Suriah sebagai Divisi Lapis Baja ke-4 dan Garda Republik. Dimana Divisi lapis baja ke-4 menjadi salah satu pasukan keamanan terbesar pemerintah Assad.

* Angkatan Laut Suriah (Syrian Arab Navy)

Pada tahun 1950, Angkatan Laut Suriah didirikan dengan mencontoh  angkatan laut dari Perancis. Personil awal terdiri dari tentara yang telah dikirim ke akademi pelatihan angkatan laut Perancis. Pada tahun 1985, angkatan laut terdiri dari sekitar 4.000 petugas regular dan 2.500 dari cadangan dan laki-laki. Angkatan laut berada di bawah komando tentara regional Latakia. Armada berbasis di pelabuhan Latakia, Baniyas, Minat al Bayda, dan Tartus. Terdapat 41 armada kapal di antaranya 2 frigat, 22 kerajinan serangan rudal (termasuk 10 kapal rudal Osa II yang canggih), 2 pemburu kapal selam, 4 kapal perang tambang, 8 kapal meriam, 6 kapal patroli, 4 rudal korvet, 3 kapal pendarat, 1 kapal pemulihan torpedo, dan sebagai bagian dari sistem pertahanan pesisir terdapat rudal Sepal dengan jangkauan 300 kilometer

* Angkatan Udara Suriah (Syrian Arab Air Force)

Angkatan Udara Suriah adalah cabang Penerbangan dari Angkatan Bersenjata Suriah yang didirikan pada tahun 1948 dan melakukan pertempuran pada tahun 1948, 1967, 1973 dan tahun 1982 melawan Israel dan melawan kelompok militan selama perang sipil Suriah. Saat ini, setidaknya ada 15 pangkalan Angkatan Udara Suriah di seluruh negeri.

* Angkatan Pertahanan Udara Suriah (Syrian Arab Air Defense Force)

Pada tahun 1987, menurut the Library of Congress Country Studies, Komando Pertahanan Udara termasuk Komando Angkatan Darat yang terdiri dari personil Angkatan Udara, berjumlah kurang lebih 60.000 personil. Pada tahun 1987, terdapat dua puluh brigade pertahanan udara (dengan sekitar sembilan puluh lima baterai SAM) dan dua resimen pertahanan udara. Komando Pertahanan Udara memiliki akses perintah untuk interseptor pesawat dan fasilitas radar. Diantara Pertahanan Udara tersebut ada SA-5, baterai jarak jauh yang berada disekitar Damaskus dan Aleppo, dengan tambahan SA-6 dan SA-8 perangkat seluler SAM yang dikerahkan di sepanjang sisi Suriah di perbatasan Lebanon dan di Lebanon timur. Di beberapa titik, dalam beberapa waktu Komando Pertahanan Udara ditingkatkan menjadi Angkatan Pertahanan Udara Suriah.

*****

Data diatas barangkali bisa membantu kita untuk menganalisa dengan jernih terkait konflik Suriah. Disebutkan, bahwa mayoritas Tentara Suriah merupakan penganut Sunni. Jadi benarkah klaim yang menyebut bahwa perang Suriah adalah perang Sunni vs Syiah? Apakah ISIS, Al-Nusra dan teroris lainnya yang sedang memerangi Suriah merupakan representasi dari Muslim Sunni?

Semoga kita mampu memilah informasi yang benar, di tengah maraknya propaganda media Barat dan media berlabel ‘Islam’ yang tidak putusnya memberikan informasi yang tidak seimbang atas konflik Suriah. (ba)


 

Sumber :

http://liputanislam.com/tabayun/data-syrian-armed-force-tanggapan-untuk-islampos/

Iklan

Komentar ditutup.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: