Fimadaniliputanislam.com–Fimadani melaporkan,

Di tengah bentrokan antara pejuang Suriah melawan rezim Al Assad, Masjid Bani Umayyah di Aleppo dilaporkan terbaka. Menurut para aktivis, pasukan keamanan Al Assad mengambil alih masjid, “membakarnya dari dalam, dan melarikan diri.”

Mohammed Saeed, seorang aktivis di Aleppo, mengatakan kepada CNN bahwa ia melihat tentara Suriah memasuki masjid dan memicu pembakaran bangunan. Tidak ada reaksi dari pemerintah Al Assad atas pembakaran tersebut. Kantor berita nasional melaporkan, bagaimanapun, bahwa pasukan keamanan melakukan pembakaran masjid tersebut dalam rangka menghilangkan sejumlah besar “teroris” dalam operasi yang menargetkan mereka di sekitar masjid.

Yang dimaksud “teroris” oleh pemerinrtah Suriah adalah pejuang pembebasan yang tergabung dalam aliansi Tentara Pembebasan Suriah.

 

Benarkah?

Di dalam masjid – yang bisa dikatakan cagar budaya tersebut, terdapat perpustakaan yang berisikan manuskrip lawas, dan perusakannya difitnahkan pada tentara Assad sebagaimana yang gencar diberitakan media pendukung para pemberontak (contohnya oleh Fimadani).  Lalu bagaimana versi pemerintah?

SANA, Keputusan Presiden tentang Pembentukan Komite untuk Merehabilitasi Masjid Umayyad besar di Aleppo
16 Oktober 2012
DAMASCUS , ( SANA ) – Presiden Bashar al – Assad pada Senin mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 18 tahun 2012 tentang pembentukan sebuah komite untuk melaksanakan pemeliharaan dan rehabilitasi Masjid Agung Umayyah di Aleppo .
Komite ini diketuai oleh Gubernur Aleppo , Mohammad Wahid Aqqad , dan terdiri dari tujuh anggota .
Keputusan menetapkan 31 Desember 2013 sebagai batas waktu untuk menyelesaikan rehabilitasi pada masjid tersebut.
Para anggota komite adalah :
– Gubernur Aleppo Mohammad Wahid Aqqad (Ketua)
– Direktur Jenderal Militer Perusahaan Konstruksi Jenderal Riad Issa (anggota)
– Direktur Purbakala dan Museum di Aleppo Yousef Kanjo (anggota)
– Kepala Lembaga Purbakala Mohammad Qejeh (anggota)
– Insinyur Marwan Hamzeh dari Jurusan Teknik di Universitas Aleppo (anggota)
– Insinyur Fadel Mzayek dari Jurusan Teknik di Universitas Aleppo (anggota)
– Insinyur Mohammad Mesbah Baqi dari Syndicate Engineers ‘ di Aleppo (anggota)
– Insinyur Mohammad Wahid Haddad dari Aleppo Wakaf Direktorat (anggota)

Selengkapnya lihat di sini

Sana

 

Analisis:

Pertama, kita anggap semua pembaca itu bodoh dan tidak mengetahui mana yang benar untuk kasus pembakaran Masjid Umayyah Aleppo. Apabila memang benar masjid itu benar dibakar Rezim Bashar al-Assad, kenapa dalam waktu 2 hari Pemerintah Suriah (Bashar Assad) membuat rancangan anggaran dan komite untuk segera merenovasi masjid yang rusak? Apakah tidak kurang kerjaan membakar masjid sendiri, kemudian segera dibentuk panitia untuk merenovasinya dalam waktu singkat?

kedua, kalau memang pemerintah sebrutal itu merusakkan masjid, maka seharusnya tidak ada masjid yang tersisa dalam kurun waktu pemerintahan Assad karena tentunya sudah lama dihancurkan. Tapi nyatanya, masjid itu baru hancur setelah adanya revolusi bersenjata.

Disinilah perlunya ‘both side of story’ saat kita mendapatkan sebuah informasi. Cek ricek lagi dengan media lain, karena perang saat ini bukan hanya berlangsung di medan pertempuran, namun juga di media massa. Jangan sampai kita menjadi korban atas pemberitaan dari media yang telah ditunggangi kepentingan tertentu. (liputanislam.com/fimadani/sana/sni/AF)

 

 

Sumber

http://liputanislam.com/tabayun/siapa-penghancur-masjid-umayah/

Iklan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: