MENANGGAPI NASHIBI JASER LEONHERT TENTANG PEMALSUAN KITAB AL HUKUMAH AL ISLAMIYAH

Jaser Leonheart, telah menurunkan tulisan yang menanggapi tulisan kami tentang kitab Hukumah al islamiyah. Dan ini adalah laman situs tulisan itu :

 

FANPAGE MUSUH ALLAH

Dan ini adalah linknya :

http://jaser-leonheart.blogspot.com/2013/01/benarkah-kitab-al-hukumah-al-islamiyyah.html

Barangkali kegelisahan orang-orang nashibi, seperti  jaser leonhert ini pada pernyataan imam khomaini dibawah ini :

 

“Salah satu keyakinan mendasar pada mahdzab kita, bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mencapai maqam maknawi para imam, bahkan tidak juga para malaikat yang dekat dengan Allah SWT (al-Malak al Muqarrab) dan para Nabi al-Mursal (para Nabi selain Rasul saww).

 

“Sesungguhnya kami bersama Allah di setiap kondisi, yang mana hal ini tak dapat dicapai oleh makhluk lainya, sekalipun oleh malaikat yang dekat (dengan Allah SWT) dan para Nabi al Mursal

 

 

Mungkin, dalam benak jaser leonheart ini berkata, inilah BUKTI KESESATAN SYIAH, karena melebihkan para imam-imam mereka melebihi para Nabi as… sebuah kesesatan yang nyata yang diketemukan dalam kitab karya ulama mereka sendiri, yakni karya imam Khomaini. J

 

 

Namun yang menarik, terbitan buku tersebut tidak mendapat koreksi dan kritik tajam dari kalangan ahlu sunnah wal jama’ah, justru kritik terlontar dari para kaum nashibi neo khawarij wahabi. Benarlah kata Rasulullah saww, bahwa mereka adalah kaum yang membaca Al Qur’an tetapi tidak melampaui tenggorokanya.

 

Silahkan sidang pembaca membuka (QS: Al Baqarah (2):124) kami menggunakan Al Qur’an terjemahan DEPAG RI

 

“Ingatlah ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat. Lalu ibrahim benar-benar menunaikan semuanya dengan sempurna. Tuhan berfirman: “Aku akan menjadikanmu IMAM untuk seluruh manusia”. Ibrahim ingat kepada keturunannya, lalu bertanya: “Bagaimana dengan keturunanku?”. Tuhan menjawab : “Janji-Ku ini tidak berlaku bagi mereka yang zalim”

(QS. Al Baqarah (2):124)

 

Dari ayat diatas, silahkan sidang pembaca menyimpulkan :

  1. Dalam ayat diatas, apakah Nabi Ibrahim sudah diangakat menjadi Nabi atau belum ?
  2. Jika Nabi Ibrahim sudah diangkat sebagai Nabi, mengapa Allah mesti mengangkat beliau as menjadi Imam?
  3. Jika demikian, kedudukan Imam dengan Kedudukan Nabi itu menurut Al Qur’an lebih tinggi mana ? Bagaimana kedudukan dengan keimamahan itu dibanding dengan kerasulan, ulul ‘azmi dan ke-khalilan ?
  4. Apakah ajaran wahabi menolak ayat diatas ?

 

 

 

 

 

Masalah seperti ini sebetulnya juga menjadi materi dialog antara Ayatullah Sayyid Muhammad al Musawi dengan Al Hafizh  Muhammad Rasyid.

Al Hafizh Muhammad Rasyid  mempertanyakan, mengapa kaum syiah berpendapat bahwa imamah itu kedudukanya lebih tinggi. Dan Ayatullah Sayid Muhammad al Musawi berhujah dengan ayat diatas.

 

Kemudian al Hafizh bertanya:

“ Apakah dengan penjelasan anda, kaum syiah berpandangan bahwa kedudukan sayidina Ali bin Abi Thalib lebih tinggi kedudukanya daripada sayidina Muhammad saw, kesesatan mana yang lebih besar daripada ini ?”

 

Ayatullah Sayyid Muhammad al Musawi menjawab :

Bukan begitu, ada perbedaan besar ada kenabian umum dan kenabian khusus. Martabat keimamahan lebih tinggi daripada kenabian umum, tetapi tidak demikian  terhadap kenabian khusus. Yang terakhir itu –yakni kenabian khusus – adalah tingkatan penutup para Nabi dan penghulu  seluruh makhluk Muhammad al Musthafa saww, kekasih kami dan kekasih Tuhan alam semesta”

 

 

Kemudian al Hafizh bertanya lagi:

Jika anda menyebut ada kenabian khusus dan umum, lalu bagaimana dengan ayat, “…Kami tidak membeda-bedakan seorangpun  diantara mereka,…(QS. Al-Baqarah (2):136) Yakni Para Rasul ?”

 

Ayatullah Sayyid Muhammad al Musawi menjawab :

Ayat ini benar, yakni tidak membeda-bedakan  siapapun diantara para Rasul, bahwa mereka diutus  dari sisi Allah kepada manusia, Mereka semua mengajak kepada Allah SWT, Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, mengajak kepada keyakinan adanya al Ma’ad dan hari kiamat, Mereka juga mengajak kepada kebaikan dan ihsan dan mencegah kemungkaran dan kejahatan.

 

Bahwa terdapatnya tingkatan Nabi tersebut, sebagaimana dijelaskan ulama ahlu sunnah al Zamakhsyari dalam kitabnya al Kasysyaf ketika menafsirkan  ayat :

 

Allah berfirman, “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagiah yang lain. Diantara mereka ada yang Allah ajak bicara langsung dan sebagian Dia tinggikan beberapa derajat… (QS. Al Baqarah (2):253)

 

Zamakhsyari menjelaskan : “Yang dimaksud dengan dan sebagiannya Dia tinggikan beberapa derajat adalah Nabi kita Muhammad yang Allah lebihkan atas semua nabi dengan banyak keistimewaan.

 

 

Kesimpulan

Jadi apa peryataan imam khomaini itu bertentangan dengan Al Qur’an ? ataukah justru jaser leonheart punya pandangan berbeda ?

 

Iklan