CATATAN RINGKAS SEPUTAR INSYI’AB (GOLONGAN-GOLONGAN) DALAM SYIAH

 

 

 

Fenomena insyi’ab (timbulnya golongan-golongan dalam agama (Islam)) sebetulnya bukan menjadi monopoli Syiah. di tubuh ahlu sunnah sendiri mengalami polarisasi lebih tajam, misalnya untuk kasus di indonesia saja polarisasi golongan itu memiliki variansi yang sangat ragam. secara garis besar ahlu sunnah di indonesia terbagi menjadi dua aras besar  Ahlu sunnah dan Ahlu sunnah wahabi, dan itu terpecah lagi dalam lingkup ahlu sunnah yang tak terpengaruhi wahabi seperti  NU, NII, Hizbuth Tahrir, dan yang dipengaruhi wahabi : Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, LDII, MTA, Tarbiyah, NII-Anshoruth Tauhid, NII-Majelis Mujahidin, Wahabi Salafy, wahaby salafy terpecah lagi, ada yang Salafiyyun Sururiyyun, Salafiyun al Albaniyun, Salafiyun al Jamiyun, Salafiyun pengikut Abdurahman Abdul Khalik dikuwait, Salafiyun pengikut Syekh Bin Bazz dan Syekh Usaimin di Saudi  dan terpolarisasi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil-kecil. Masing-masing memiliki kepemimpinan masing-masing dengan cara pemilihan dan penggunaan gelar kepemimpinan yang berbeda-beda.

Fenomena itu  juga terjadi di tubuh syiah. Sampai dengan masa imam ke tiga  (Imam Ali, Imam Hasan, Imam Husain) syiah masih terkonsolidasi, tetapi setelah masa imam Husain polarisasi itu timbul. dan Insyi’ab itu terjadi sebetulnya disebabkan oleh faktor-faktor luar, bukan faktor doktrinal, yang saya maksud dengan faktor luar adalah, sebagian kaum syiah pasca imam Husain menetapkan masalah Imamah lebih didasarkan pada selera, bukan atas dasar faktor doktrinal (Qur’an dan Sunnah). Tentu saja pernyataan saya ini terlalu menyederhanakan persoalan, tapi itu untuk mempermudah pemahaman dari berkelidanya persoalan-persoalan pada waktu itu. secara pribadi saya membayangkan situasi pada waktu itu sedemikian rumitnya, dorongan idialisme, faktor sosiologis, psikologis, represi penguasa dan lain sebagainya telah mendorong terciptanya sikap pragmatisme dan idialisme dalam tubuh syiah yang saling berhadap-hadapan sehingga menjadi faktor terciptanya golongan-golongan tersebut.


Kelompok-kelompok dalam tubuh Syiaah.

Dalam Tubuh madzhab syiah, secara garis besar terpecah menjadi Tiga aras besar Syiah Imamiyah, Syiah Zaidiyah dan Syiah Ismailiyah dan yang kecil-kecil hanyalah pecahan dari kelompok Zaidiyah dan Ismailiyaj, namun begitu terdapat juga kelompok yang sempat berdiri, tetapi tak bertahan lama, yakni syiah Kisaniyah, Waqfiyah, Syi’ah Ja’far, Syiah 6 Imam, Syiah 8 Imam dan berikut ringkasan catatan kami :

A. Kelompok Syiah Kisaniyah.

 

 

 

 

Rasulullah menyebutkan secara difinitif nama-nama khalifah sepeninggal beliau (sebagaimana oleh ulama ahlu sunnah bernama al Qunduzi (seorang qadhi tertinggi kekhalifahan Turki Otoman) riwayat itu di kumpulkan dalam kitabnya yang berjudul Yanabiul al Mawwaddah)
Dalam riwayat disebutkan urutan kekhalifahanatau keimamahan ahlul bait itu terdiri dari :

Imam Ali bin Abi Thalib
Imam Hasan
Imam Husain
dan menurut sabda Rasulullah saww adalah Imam Ali Ibn Husain As Sajjad (atau dikenal dengan nama Imam Ali Zaenal Abidin)

Tetapi terdapat sebagian dari orang-orang syiah yang dengan alasan-alasan non doktrinal, mereka menetapkan Muhammad Ibnu Hanifah sebagai imam atau Khalifah ke 5, dan dari sini terlihat pergeseran, bahwa masalah kekhalifahan/keimamahan yang semula adalah hak prerogatif Allah dan dilantik oleh Rasulullah saww bergeser menjadi pilihan umat, dan umat menetapkan Muhammad Ibn Hanafiah – yang merupakan putra Imam Ali dari Istri beliau yang berasal dari kaum Hanafi sebagai Imam – kelompok ini dinamakan dengan Kisaniyah, kelomok ini bertahan hingga wafatnya Muhammad Ibn Hanafiyah, setelah beliau wafat minoritas anggoya kelompok ini meyakini Muhammad Ibn Hanafiyah sebagai Mahdi dan ia tidak wafat melainkan menghilang dan bersembunyi di pegunungan Radwa dekat madinah. Lambat-laun minoritas kelompok ini musnah dengan sendirinya.

Urutan keimamahan kelompok Kisaniyah adalah sebagai berikut
1.    Imam Ali bin Abi Thalib
2.    Imam Hasan
3.    Imam Husain
4.    Imam Muhammad Ibn Hanafiyah (setelah itu kelompok ini bubar dengan sendirinya)

B. Kelompok Zaidiyah

 

 

Kelompok ini lahir, dengan mengangkat Imam dari putra Imam Ali zaenal Abidin bernama Zaid Asy Syahid, sehingga Imamahnya berurutan sebagai berikut :
1. Imam Ali bin Abi Thalib
2. Imam Hasan
3. Imam Husain
4. Imam Ali Zaenal Abidin
5. Imam Zaid Asy Syahid (dibunuh oleh Hisyam Abdul Malik)
6. Imam Yahya bin Zaid (dibunuh Walid ibn Yazid)
7. Imam  Muhammad Ibn Abdullah (dibunuh Manzur ad Dawaniq)
6. Imam Ibrahim Ibn Abdulllah  (dibunuh manzur ad Dawaniq)
Untuk beberapa waktu terjadi kekacauan di tubuh Zaidiyah hingga munculah tokoh dari putra saudara laki-laki Zaid.dan kemudian mengangkat diri sebagai imam ke 7.
7. Imam  nashir al Uthrusy (yang mengangkat dirio sebagai imam)
setelah al Uthrusy untuk sekian waktu tak ada keimamahan dan baru di zaman Usmaniah turki munculah Imam zaidiyah bernama Yahya.
8. Yahya mengangkat diri sebagai Imam yang dilanjutkan keimamahan zaidiyah melalui keturunanya hingga hari ini.

C. Kelompok ismailiyah

 
kelompok ini lahir dari pengakuan minoritas syiah yang memilih sendiri imamnya dengan mengangkat putra sulung Imam Ja’far ash Shadiq  bernama Ismail, Kelompok Ismailiyah, menggunakan prinsip keimamahan dengan Prinsip Hujatullah yang berputar di angka tujuh. maka sesudah kenabian (rasulullah saww) mereka meyakini
1. Sesudah kenabian, mereka meyakini tujuh pelaksana wasiat Rasulullah saww yaitu :
Imam Ali bin Abi Thalib
Imam Husain (ismailiyah tidak mengangap Imam Hasan sebagai Imam)
Imam Ali zaenal Abidin
Imam  Muhammad al Baqir
Imam Ja;far ash shadiq
Imam Ismail bin Ja’far
Imam  Muhammad Ibn Ismail

2. Setelah masa pelaksana wasiat, masa berikutnya adalah masa Tujuh pemegang wasiat dari tujuh keturunan Muhammad bin Ismail
3. Dilanjutkan tujuh khalifah  Fathimiyah di Mesir dengan diawali Ubaidilah al Mahdi
4. Diakhir keturunan Ubaidilah al Mahdi yang bernama Al Munstansir Billah Mu’id Ibn Ali. Ismailiyah mengalami perpecahan, setelah terjadi perseteruan antara keuda puteranya Nizar dan al Musta’li. Yang melahirkan aliran baru Ismailiyah Nizariyyaj dan aliran Musta’liyah.

C.1. Kelompok Ismailiyah Musta’aliyah
dengan Imamnya adala Musta’ali, tetapi kelompok ini tak bertahan lama dan  saat ini musta’liyah hanya mensisakan pengikutnya yang sedikit dfan menyatakan diri sebagai sekte bohra yang hidup di india.

C.2. Kelompok Ismailiyah Nizariyah
kelompok ini didirikan oleh sahabt Nizar saudara dari Musta’ali. ia bernama Hasan ash shabbah. ia memaklumatkan diri sebagai Imam, dan kemudian imamah dilanjutkan oleh Buzurg Umid Rudbari. sesuah itu keturunanya, seprti Kiya Muhammad. Hasan ‘Ala Dzikrus salam.  Muhammad Ibnd Dzikrus salam, Jalaludin Hasan, Alauddin dan Ruknuddin Khursyah berturut-turut menjadi Imam, setelah itu Ismailiyah mengalami kevakuman dan stagnan, hingga  pada tahun 1839, seorang beranam M Agha Khan  (seorang Nizariyah) mengangkat dirinya sebagai Imam ismailiyah melanjutkan Imamah terdahulu, Kelompok ini berlanjut dan berkembang di India hingga saat ini

C.3. Kelompok Ismailiyah Duruziyah
kelompok ini meyakini, imamah berhenti hanya samapi khalifah ke 6 dari susunan kekhalifahan fathimiyah.

C.4. Kelomp Ismailiyah Muqanna’ah
Kelompomk ini  pertama kali dikenal sebagai  murid “ata al Marwi yang dikenal sebagai Muqanna’, beberapa sumber ia juga disebut-sebut para murid Abu Muslim al Khurasani, kelmopok ini tak bertahan lama dan keberadaanya hilang ditelan masa.

D. Kelompok Syiah 6 Imam

 

 

Kelompok ini keberadanya sudah tidak ada lagi, keyakinan kelompok ini menyatakan keimamahan hanya sampai pada 6 orang saja, yaitu :
1.    Imam Ali bin Abi Thalib
2.    Imam Hasan
3.    Imam Husain
4.    Imam Ali bin Husain As Sajjad (Ali Zaenal Abidin)
5.    Imam Muhammad al Baqir
6.    Imam Ja’far Ash Shadiq

 

 

 

 

E. Kelompok Syiah al Aftah

 

 

 

kelompok ini keberadaanya sudah tidak ada lagi musnah dengan sendirinya, kelompok ini seperti kelompok lainya, menetapkan imamahnya sendiri dengan urutan sebagai berikut :

1.    Imam Ali bin Abi Thalib
2.    Imam Hasan
3.    Imam Husain
4.    Imam Ali bin Husain As Sajjad (Ali Zaenal Abidin)
5.    Imam Muhammad al Baqir
6.    Imam Ja’far Ash Shadiq
Lalu ada sebagian yang mengangkat Abdullah al Aftah sebagai Imam
dan Sebagian Lagi mengangkat Muhammad sebagai Imam
Kelompok ini kemudian musnah dengan sendirinya.

F. Kelompok Syiah Waqfiyah ( Kelompok 8 Imam)
Kelompok Syiah 8 imam keberadanya juga sudah tidak ada lagi musnah ditelan zaman, kelompok ini menetapkan Imamah hanya berjumlah 8 orang yaitu :

1.    Imam Ali bin Abi Thalib
2.    Imam Hasan
3.    Imam Husain
4.    Imam Ali bin Husain As Sajjad (Ali Zaenal Abidin)
5.    Imam Muhammad al Baqir
6.    Imam Ja’far Ash Shadiq
7.    Imam Muza Al Kadzim
8.    Imam Musa Ali Ridho

G. Kelompok Syiah Ja’far bin Ali Hadi
Kelompok Syiah Ja’far bin Ali hadi ini, keberadanya hanya berumur beberapa hari saja, Ja’far mengkalim diri sebagai imam yang ke 12 akan tetapi kemudian dia tidak lagi melanjutkan klaimnya sebagai imam.

Penutup

Melalui catatan ringkas yang saya rangkum dari buku Islam Syiah karya Allmah Muhammad Husain Thabathaba’i ini, memberikan gambaran bahwa perpecahan dalam tubuh Islam Syiah lebih didorong oleh faktor-faktor pragmatisme keinginan berkuasa, bukan faktor yang secara doktrinal memang memiliki basis argumentasi yang syar’i.  Dan tulisan ini memeang tidak disajikan ulasan tentang syiah 12 imam, sehubungan dengan sudah seringnya diulas, baik melalui prespektif riwayat ahlu sunnah ataupun riwayat syiah sendiri, yang membuktikan validitasnya syiah 12 Imam.
Dan menyamakan syiah satu dengan lainya, terutama menuduh Syiah Imamiyah sebagai qaramithah adalah kekeliruan fatal dan buah dari ketidak pahaman terhadap syiah itu sendiri. Sama halnya ketika menyamakan ahlu sunnah dengan wahabbi. Karena pada dasarnya wahabi adalah sintesis dari ahlu sunnah dengan khawarij yang memeiliki genre baru sebagai neo khawarij berbaju Salafy.

Iklan

Komentar ditutup.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: