MEMBONGKAR PEMALSUAN KITAB HUKUMAT-I ISLAM KARYA IMAM KHOMAINI

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma sholi ala Muhammad wa ali muhammad

 

Selain memalsukan Kitab Kasyful Asrar karya Ayatullah Khomeini, para Nawashib telah pula memalsukan  karya beliau yang lain, yakni Kitab yang berjudul Hukumat I Islami. Di situs jejaring sosial karya imam khomaini ini telah dipelintir sedemikian rupa sehingga kehilangan  pesan asli dari penulisnya. Tulisan ini bermaksud kembali membongkar kejahatan Nashibi yang telah dengan sengaja memalsukan dan mengedarkan kepalsuanya kitab karya Imam Khomaini tersebut.

Pernyataan Dr Hamid Algar Tentang Pemalsuan Kitab Hukumat-I Islami

Dr Hamid Algar menuliskan dalam pengantar buku Edisi Bahasa Inggris yang diterjemahkan dari buku asli Hukumat-I Islami  dengan judul Islamic Goverment, ia mengatakan “ Terjemahan yang lengkap dari buku Hukumat-I Islami ini ada dalam versi bahasa Perancis, Arab Turki, dan Urdu , pada Tahun 1978 , sebuah badan yang bernama Joint Publications Reserch  Service, yang merupakan bagian penerjemahan pada organisasi CIA (Central Intelligent Agency) Amerika, menerjemahkan buku Humuat-i Islami dari teks bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris. Hasil terjemahan sub badan CIA dalam bahasa inggris tersebut sangat kasar dan kandunganya banyak dimanipulasi. Kemudian hasil terjemahan yang sudah dimanipulasi tersebut diterbitkan dalam format yang vulgar dan sensaional oleh Manor Books, sebuah penerbit Komersial di kota New York

 

Sebagai catatan, buku Hukumat-i Islami ini, telah diterjemahkan pula kedalam bahasa Indonesia, diterbitkan oleh Pustaka Zahra dengan “Judul  Sistem Pemerintahan Islam” dan  ibnu jawi al jogjakartani, mebongkar  pemalsuan Khamid al Khamid  dengan berdasarkan buku edisi berbahasa Indoneisa tersebut.

Membaca Postingan Para Pembenci Imam Khomaini

 

Kembali ibnu jawi al jogjakartani, mengutip postingan admin group Anti Syiah Rafidhah yang bernama Khamid al Khamid dari Pasuruan Jawa Timur, Khamid al Khamid  dengan telah sengaja menyebarkan kepalsuan Kitab Hukumat-i Islami tersebut, berikut Postingan Khamid al Khamid :

 

Sesungguhnya imam-imam mempunyai kedudukan yang mulia dan derajat yang agung dan kekuasaan alamiah dimana semua unsur alam itu tunduk kepada imam-imam itu, dan telah menjadi ketetapan dalam aliran kami (aliran Syi’ah) bahwasanya imam-imam kami itu mempunyai kedudukan yang tidak dapat dicapai oleh Malaikat yang terdekat (dengan Allah) maupun rasul yang agung saw. dan imam-imam as. sebelum adanya alam ini, mereka adalah cahaya-cahaya yang Allah jadikan mengitari Arsy-Nya, dimana mereka diberi derajat dan keistimewaan yang hanya Allah saja yang tahu (hebatnya), dan telah diriwayatkan dari mereka as. : sesungguhnya kami (para Imam) dihimpun dalam beberapa suasana bersama Allah yang tidak dapat diisi oleh Malaikat yang terdekatpun, maupun oleh Nabi yang diutus; derajat semacam ini pun dimiliki oleh Fatimah Azzahra a.s. (Alhukumah Alislamiyah hlm. 52).

Dan ini adalah Isi Halaman 52

 

Pada halaman 52 tersebut merupakan kelanjutan dari halaman 51 yang membahas masalah “Mengapa Allah menunjuk Ulil Amri untuk di ta’ati ?  dab tidak ditemukan redaksi tulisan Imam Khomaini sebagaimana yang dituliskan oleh sudara Khamid al Khamid admin dari Group Anti Syiah Rafidhah tersebut, berikut kami kutipkan lengkap dari halaman 51 sampai 52 :

 

Jika seorang bertanya kepada kalian, “Mengapa Allah menunjuk Ulil Amr untuk kita taati ?” kalian seharusnya menjawab, “Allah melakukan hal itu karena beberapa alasan. Pertama, manusia telah diwajibkan untuk tetap berada pada jalan yang benar dan diperntahkan untuk tidak menyimpang darinya, tidak juga melampaui  batas dan norma-norma yang ditetapkan. Karena jika mereka melakukanya, merka akan menjadi “mangsa” kerusakan. manusia tidak akan dapat menjadi dirinya untuk tetap berada dijalan yang ditentukan dan melaksanakan hukum-hukum Allah jika seorang pemimpin yang dapat melindungi dan dipercayai tidak ditunjuk untuk mereka, pemimpin yang akan bertanggungjawab untuk mebimbing mereka, mencegah mereka dari penyimpangan dan pelanggaran atas hak-hak orang lain. Jika tidak ada seseorang yang ditunjuk untuk berkuasa, maka tidak akan ada seorangpun yang dengan sukarela akan meninggalkan kesenangan mereka, yang mana hal ini dapat menimbulkan kerusakan bagi orang lain. Setiap orang pun menindas dan membahayakan orang lain demi kesenangan dan kepentingan mereka sendiri,

Alasan lainya, kita tidak menemukan sebuah kelompok, bangsa, ataupun masyarakat relegius yang dapat berdiri sendiri tanpa adanya seorang terpercaya dan menjaga hukum-hukum-seorang pemimpin- karena pada dasarnya  orang ini dapat menyelesaikan permasalahan agama dan dunia, Karenanya, dengan sifat Mahabijaksana-Nya , mustahil Allah membiarkan manusia tanpa pemimpin karena Dia benar-benar mengetahui bahwa mereka memerlukan keberadaan seorang pemimpin tersebut demi keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka. Dibawah kepemimpinan pemimpin tersebut , mereka akan melawan musuh-musuh mereka, membagi pendapatan publik antara mereka, melaksanakan shalat jumta dan berjamaah serta mencegah tangan-tangan pelanggar yang akan melanggar hak-hak kaum tertindas.

Alasan lainya, jika Allah tidak menunjuk seorang Imam atas manusia untuk menegakan hukum dan tatanan serta melayani manusia secara benat, maka agama Islam akan menjadi usang dan hancur. Ritual-ritual dan Institusi dalam islam akan hilang serta budaya dan aturan-aturannya akan berubah, bahkan menjadi rusak, Para penyimpang (pembuat bid’ah) akan menambahkan sesuatu pada agama islam dan para atei serta kaum kafir  akan mengurani sesuatu darinya. Kita lihat banyak manusia telah menjadi mangsa kerusakan, mereka dalam keadaan tidaj sempurna dan harus berjuang keras menuju kesempurnaan, Lagi pula, masing-masing  dari mereka saling berbeda serta memiliki bermacam-macam kecendruingan dan kondisi. Jika Allah tidak menunjuk bagi manuisa seorang yang akan memelihara tatanan dan hukum, serta melindungi apa-apa yang telah diwahyukan kepada Nabi saw, maka manusia akan akan menjadi mangsa kerusakan. seluruh tatanan, hukum, budaya  dan aturan Islam akan berubah serta keimanan pun akan berubah sehingga dapat menimbulkan kerusakan bagi seluruh umat manusia”

Diatas adalah kutipan lengkap halaman 51-52 Kitab Hukumat-i Islami  yang ditulis Imam Khomaini dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, tak ditemukan redaksi sebagaimana ditulis oleh saudara Khamid al Khamid admin Group Anti Syiah Rafidhoh yang berasal dari Pasuruan tersebut. Kami mencoba menelusuri lembar demi lembar buku tersebut untuk mencari-cari redaksi sebagaimana yang dipostingkan saudara khamid al khamid tetapi kami tak menemukan redaksi sebagaimana dituliskan saudra Khamid al Khamid. dan dengan demikian sudah dapat dipastikan bahwa saudara khamid al khamid telah dengan sengaja melakukan kejahatan terhadap karya Imam Khomaini, selebihnya menjadi tanggunjawab pribadi saudara khamid al khamid.

 

 

Wallahu a’lam bi showab

 

Iklan