SYI’AH BIANG KELADI KEHANCURAN ISLAM ? (4) KEPENGECUTAN SIKAP POLITIK NEGARA ISLAM (SUNI) TIMUR TENGAH TERHADAP ISRAEL

Zacky Falhum (facebooker anti syiah) menuliskan
…siapa boneka amerika disana???…

Ibnu Jawi al Jogjakartani menangapi

Ust Musa al kadzim dan Ust Alfian Hamzah pernah mengutip pernyataan Wael Abdel, bahwa orang arab memiliki istilah yang mewakili dari ketidaknyamanan dan rasa  putus asa diri mereka, “Naksa” demikian istilah itu disebut. Naksa adalah simbolisasi dari kekalahan bangsa arab dari Israel dalam perang enam hari dan Kekalahan  pada perang yom kipur. [1] Ia mewujud menjadi kepengecutan politis,   yang melahirkan ketunduk dan patuhan mereka untuk mengikuti tiupan arah angina Israel.  Bukan hanya itu saja,  iapun menjelama pada sikap kepengecutan militer, bahkan menggelari Israel sebagai al jaizullazi al yuhzam.  Kepengecuitan-kepengecutan pemerintah sunni dapat dilihat dari perjanjian-perjanjian dengan Israel serta bungkamnya lembaga fatwa sunni yang mandul dihadapan penguasa mereka sendiri mari kita lihat:

1.    Pasca kekalahan arab atas Israel, negara-negara Arab (suni) melakukan berbagai perjanjian perdamaian (baca pengakuan tidak langsung ) dengan Israel. Pada tahun 1979 Anwar saddat  meneken kesepakatan Camp David  dengan Israel . Sungguh ironis, sebuah negara yang paling banyak dirugikan dalam perang melawan Israel harus mengibarkan bendera putih sebagai tanda damai (baca : takluk) atas hantu naksa bernama Israel yang tentaranya disebut sebagai al jaizullazi al yuhzam oleh orang-orang arab suni ini.

2.    Pada Tahun 1982 perjanjian damai (baca takluk)  antara negara-negara Arab Suni dan Israel  yang sebelumnya dituangka dalam Camp david, kali ini disempurnakan lagi dengan Fahd Plan, yang point pentingnya adalah : bentuyk pengakuan atas negara Israil , dan yang patut di catat Fahd plan ini  dalam Proposal Presiden Reagen tertanggal 4 September 1982 salah satu kalusul Fahd Plan yang berbunyi : Pembentukan Negara Palestina Merdeka di hapus, dan negara-negara Islam Suni Timur Tengah mengiyakan saja proposal Reagen ini.  Imam khomaini menentang keras Fahd Plan ini dan, Hosni Mubarak menanggapi reaksi keras Imam khomaini ini dengan mengajak dan mendeklarasikan diri bahwa mesir tidak akan menoleransi ancaman-ancaman Iran atas negara-negara Arab di wilayah teluk.[2] Perhatikan siapakah yang boneka AS dan Israel sebenarnya siapakah yang pengecut sesungguhnya

3.    Pada 6 – 9 September 1982. Liga Arab (sebagian besar negara suni) menyelenggarakan KTT di Fez Maroko, konfrenmsi ini melahirkan Piagam Fez, yang salah satu kalusulnya adalah pengakuan secara tidak langsung kedaulatan Zionis Israel dan jaminan terhadap eksistensi Israel. Jadi siapakah yang boneka ? dan siapakah yang pengecut ? jelas jawabnya adalah negara-negara sunni.

4.    Pada Tahun 1990 an AS dan Israel menyeponsori Konfrensi Madrid yang didukung oleh negara-negara Islam (suni) Timur Tengah, sementara itu Republik islam Iran menyatakan “Konfrensi Madrid sebagai bagian dari usaha untuk melegetimasi rezim zionis Israel di atas wilayah dan penderitaan bangsa palestina. [3] Dari konsfrensi Madrid ini jelas bahwa negara-negara Suni Timur tengah adalah boneka yang siap dimainkan AS untuk patuh terhadap Israel, dan tampaklah kepengecutan mereka.

5.    Pada bulan juli 1994  Husein bin Talal  raja Yordainia menandatangani kesepakatan damai antara Yordania dan Israel yang kemudian membuka pakta damai antara Israel dan Yordania pada bulan Oktober 1994 setelah sebelumnya di tahun 1970 Raja yordan ini memerintahkan militernya agar menekan aktifitas gerilyawan PLO di Yordania. Bandingkan dengan sikap Iran, meskipun Arafat pada saat perang Iraq-Iran  menolak mengutuk penyerangan iraq yang diskenareoi AS dan Israel itu, Iran tetap mendukung perjuangan PLO dan dapat membedakan antara Arafat da PLO, bukan hanya itu pada saat  Arafat mengecam Iran yang menyelenggarakan Konfrensi Teheran  (dan dihadiri PLO juga) sebagai tandingan  konfrensi Madrid hasil rekayasa AS-Israel,  Iran tetap bisa bersikap baik dan terus mendukung perjuangan rakyat palestina dan PLO, karena Arafat bukan representasi rakyat palestina ia hanya salah satu dari ribuan rakyat palestina yang terjajah. Jika  Raja Yordania (yang sunni) itu memerintahkan menekan PLO, Hasemi Rafsanjani yang dari Iran justru menyatakan kesaediaan mengerahkan tentaranya membantu perjuangan rakyat palestina mengusir penjajah zionis Israel [4] Pertanyaanya siapakah sesungguhnya yang boneka itu ? dimana letak kedaulatan negara-negara suni ?

6.    Penghambaan negara-negara sunni timur tengah pada zionis Israel semakin nampak jelas  ketika pada tanggal 13 juli 2005 dua kepala negara sunni yakni Raja Abdullah 2 dan Hosne Mubarak  mengutuk Hizbullah.

7.    Di kota Oxford  telah terjadi pertemuan rahasia antara  Arab Saudi dan Israel mereka diwakili oleh  Pengeran Turki al-Faisal. mantan Kepala Dinas intelejen Arab Saudi dan  juru perunding Palestina, Nabil Shast. Pihak Israel akan diwakili oleh mantan direktur Departemen Luar Negeri Israel, Aloun Leil, penasehat Mossad, Mati Chsistrigh, dan mantan Perdana Menteri, Ehud Olmert. Pertemuan  yang berlangsung tiga hari  membahas ”Menghidupkan Inisiatif  Penyelesaian Arab” yang telah digagas oleh Arab Saudi pada 2002 lalu. Proposal Arab Saudi berisikan penyelesaian menyeluruh yang meliputi 22   negara Arab dalam konflik dengan Israel. Perhatikan Arab Saudi mewakil 22 negara arab (suni) bernegoisasi dengan Israel secara rahasia, bagaimana sesungguhnya negara-negara suni ini, benar benar boneka AS.

8.    Lihat prilaku negara sunni ini, ia adalah Mesir, disebutkan Mesir memulai pembangunan sebuah dinding logam besar di sepanjang perbatasannya dengan Jalur Gaza. Langkah itu dilakukan untuk menutup terowongan-terowongan yang dipakai untuk menyelundupkan barang.Dinding itu direncanakan memiliki panjang 10-11 kilometer dan akan berada 18 meter di bawah permukaan tanah.Para pekerja Mesir dibantu oleh insinyur dari kemiliteran Amerika Selama beberapa pekan, para petani lokal telah melaporkan adanya aktivitas di perbatasan, di mana pepohonan ditebangi. Namun tidak banyak di antara mereka yang menyadari sebuah palang penghalang tengah dibangun. Maklum, dinding penghalang yang dibuat dari baja superkuat itu disembunyikan di bawah tanah. Menurut informasi yang diperoleh, dinding-dinding logam itu dibuat di Amerika Serikat, dan telah diuji untuk memastikan tahan terhadap bom. Dinding itu konon juga tidak dapat dipotong atau meleleh.. Perhatikan siapakah boneka sebenarnya.

9.     Perhatikan kutipan Fatwa tentang Hamas oleh ulama ahlu sunnah ini, Pertanyaan : Bagaimana pendapat Anda tentang kelompok Jihad Islam dan pergerakan Hamas di tanah Arab Palestina yang kini dijajah ? Jawaban : (Maka Syaikh Muqbil menjawab dalam Tuhfatul Mujiib 145), “Semoga Allah merahmatinya, perihal Hamas, maka (Hamas) ini merupakan suatu Hizbi/Kelompok. Mereka tidak memerintahkan kebajikan dan mereka tidak mencegah dari kemungkaran. Justru mereka menyalahkan dan menghalangi Ahlus Sunnah. Artikel asli :سئل الشيخ مقبل رحمه الله كما في تحفة المجيب ص 145:” ما رأيكم في الجهاد الإسلامي وحركة المقاومة الإسلامية حماس في الأراضي العربية المحتلة في فلسطين فأجاب رحمه الله تعالى :أما جماعة حماس فهي جماعة حزبية لا تأمر بمعروف ولا تنهى عن منكر وتنكر على أهل السنة ولو حصل لهم نصر لفعلوا كما فُعل في أفغانستان يوجه بعضهم إلى بعض المدفع والرشاش لأنهم ليسوا على قلب واحد ( تحفة المجيب ص 145:) Jadi siapakah sesungguhnya yang berkhianat, dan boneka AS dan Israel itu ?

10.    Yang lebih memprihatinkan adalah . Berulangkali negara-negara Arab berusaha mencegah keterlibatan Republik Islam Iran untuk membantu rakyat palestina meraih merdeka, alih-alih negara  suni bersatu membantu rakyat palestina berjuang dengan arsenal kekuatanya menghancurkan Israel, tetapi justru mereka mengikatkan diri berdamai dengan Israel. Kalau diperhatikan sesungguhnya kekuatan Militer negara-negara Suni Timur tengah ini boleh dikatakan  diatas kekuatan Negara Israel,  perjanjian al Yamanah (perjanjian burung merpati) [5] itu telah mengalirkan  alutsista yang sangup melawan Israel, belum lagi ditambah  program FMS (Foreign Military Sales) [6] yang juga semakin mempercangging alat perang mereka. Apalagi jika di dengungkan fatwa jihad di masjid-masjid oleh para ulama sunni tetapi sayang ulama dan pemimpin pemerintahanya telah menjadi boneka AS dan Israel

11.     Pengkhianataan lain adalah ketika Muhammad Nasiruddin al Bani  disebut oleh golongan ahlu sunnah (terutama wahabi sebagai seorang yang tahu mengenai Ilmu Mustolah Al-Hadith  telah mengeluarka  fatwa  bahwa para penduduk bumi Palestin sebagai KAFIR dan ditambah hukumnya oleh Albani sendiri bahawa WAJIB umat Islam yang berada di bumi Palestian untuk keluar dari tanah Dhoffah Al-Ghoribah Palestin dan dari kesemua bumi Palestian.  Silahkan  merujuk fatwa tersebut pada  Majalah Al-Liwa’ Jordan keluaran tarikh 7/7/1993 m/s 16 dan dalam kitab AlBani sendiriberjudul “Fatawa Al-Bani” m/s 18 Jam’u ‘Ukkashah Abdul Manan cetakan Maktabah At-Turoth dan jugan dalam rakaman ceramah AlBani dirumahnya pada tarikh 22/4/1993 serta surat khabar As-suhuf 1/9/1993. Adakah ulama-ulama syiah melakukan tindakan bodoh semacam ini. Barangkali  ada yang mengatakan, bahwa itu fatwa wahabi, perlu kita tegaskan sekali lagi wahabi itu bagian dari ahlu sunnah wal jama’ah, jikla anda tidak percaya silahkan rujuk ke hakekat.com, abu aljauza.blogspot.com atau halusiyah.wordpress.com tanyakan kepad mereka, apakah meraka ahlu sunnah ataukah bukan.

[1]  Musa al kazhim, Iran Skenario penghabisan, h 51
[2] Palestine, h 157
[3] Riza Sihbudi, Imam Khomaini Republik Islam Iran dan palestina.
[4] The economist (16 november 1991)
[5] Lihat pembahasanya di Teknologi Strategi Militer No. 47 Tahun IV/ 1991.
[6] Lihat pembahasanya di Teknologi Strategi Militer No. 48 tahun IV/ 1991.

Iklan