SYI’AH BIANG KELADI KEHANCURAN ISLAM ? (2) SIAPA BONEKA KAUM IMPRIALIS SIAPA BONEKA UNCLE SAM ?

Zacky Falhum (facebooker anti syiah) menuliskan
…siapa boneka amerika disana???…

Persekutuan Penguasa Sunni dengan Barat,

Ibnu jawi al Jogjakartani menanggapi :

Melihat pernyataan diatas jelas bahwa penggugat  mencoba menutupi fakta-fakta dari perjanjian suci antara negara suni denga Amerika dan sekutunya yang menunjukan bahwa sunnilah boneka Amerika, Atau boleh jadi si pengugat  (Zaky Falhum) sama sekali tidak tahu bahwa ia tengah dibohongi oleh para ulamanya bahwa para ulamanay itu mendiamkan saja atas prilaku para pemimpin Negara suni berkonspirasi denag AS dan sekutunya.. Mari kita tunukan perjanjian apa saja yang telah ditandatangani antara negara-negara sunni dengan AS dan sekutunya termasuk Yahudi.

1.     Pasca keruntuhan kekhalifahan Turki Ottoman,  sebuah perjanjian  suci ditandatangani, yakni  pada tahun 1938  antara Jack Pillby –  ayah dari mata-mata yang turut menghancurkan kekhalifahan Turki Ottoman – dengan King Abdul Aziz  perjanjian itu berisi   konsesni pengolahan miyak,  perjanjian ini dibuat sebagai balas jasa  atas dukungan mereka menghancurkan Turki Ottoman. [1]

2.     Pada tahun 1945  bertepatan dengan hari valentine di atas dek  USS Quincy di terusan suez, sebuah perjanjian minyak untuk keamanan ditandatangani, antara F.D Roosevelt dan King Abdul Aziz, dan kasih sayang AS  kelak akan dibuktikan kepada  Sunni  pada  operasi staunch (operasi setia)  sebuah operasi yang ditujukan untuk  menghancurkan Republik Islam Iran yang syi’ah.

3.    Perjanjian-perjanjian rahasia antara barat dan negara-negara islam yang suni  terus disempurnakan, pada tahun 1947, Harry Turman  menyempurnakan perjanjian perlindunganya pada sahabt suni mereka dengan menambahkan klausul bahwa AS dan sekutunya akan melindungi negara-negara arab  suni jika negara ini diserang dari kekuatan luar [2].

4.    Pada tahun 1963, Jhon F Kennedy  membentuk skuadron khusus yang siap diterbangkan manakala negara sekutu arab suni mereka terancam [3]

5.    Pada tanggap 2 Februari tahun 1978, , Menteri pertahanan Amerika mengajukan konsep  yang lebih baik untuk melanggengkan persahabatan dengan negara-negara arab  sunni. Prinsip tersbut  kemudian  dikenal sebagai KONSEP POLITIK DUA PILAR. diantara isi dari konsep itu adalah pertama: Amerika dan sekutunya akan mengamankan daerah-daerah sekutu arab (sunni) di wilayah negara merka sendiri. Dengan Kata lain  mereka akan mendirikan pangkalan-pangkalan militer du wilayah negara sunni.  ini merupakan penyempurnaan  dari doktrin Truman,  yang semula menekankan  pada perlindungan  dari luar kini mereka melakukan perlindungan dari dalam. Kedua : Amerika serikat dan sekutnya  akan mendanai fasilitas pembangunan instalasi militer I dan pada tataran mplementasinya  ditandatangani lah  Perjanjian al Yamamah   [4].  Perhatikan dalam peta berikut (silahkan kunjungi syiahnews.wordpress.com) hampir di seluruh wilayah negara-negara sunni dapat dipastikan terdapat pangkalan-pangkalan militer Amerika dan sekutunya, kecuali Republik Islam  Iran.

6.    Pada tanggal 20 Januari 1980, (menjelang  operasi militer skala penuh  terhadap Republik Islam Iran, disaat di ciptakanya isu ekspor Revolusi oleh agen Mossad dan CIA)  Jimiy Carter berpidato  “ Sesunggunya segala upaya pihak asing untuk menguasai kawasan teluk Persia, sama saja dengan menyatakan permusuhan terhadap kepentingan Amerika serikat. Permusuhan seperti ini  akan mendapatkan balasan dengan berbagai cara, termasuk dengan cara militer “ Sebuah pidato provokatif yang dimaksudkan seolah-olah Republik Islam Iran akan melakukan aksi ofensiv militer ke negeri-negeri tetangga.  Pidato ini kemudian oleh pentagon dinamai dengan Prinsip Carter, yang implementasinya adalah sebagai berikut, untuk melindungi negar-negara sekutu di timur tengah AS  membentuk divisi mandiri  dari unsure-unsur pilihan,  Dalam waktau tidak terlampau lama maka  divisi tersebut dapat dibentuk dengan kekuatan sebagai berikut :

a.    Divisi Lintas Udara Perintis  berkekuatan 15.200 personil (diambil dari Linud 82 Fort Bragg)
b.    Divisi  Linud 101  Pemukul (raiders) berkekuatan 17.900 personil (diambil dari linud 101 Fort Campbell)
c.    Divisi pasukan pendaratan berkekuatan 20.000 personil (diambil dari mariner)
d.    Dividi Infantry (diambil dari DibV Infantry ke IX)
e.    Divisi infantry mekanis (diambil dari Div Infantry ke XXIV)
f.    Brigade Arteleri (diambil dari pasukan arteleri  Brigade ke 194)
g.    Brigade Kavaleri (pasukan tank dari Kavaleri ke VI)
h.    Batalyon komando dari berbagai elemen (Navt Seals, Green bareet, Rangers)
i.    Pasukan Amfibi.
Pasukan-pasukan inilah yang akan digunakan untuk melindungi sekutu suni mereka [5]

Pangkalan militer di timur tengah hampir semuanya di wilayah negara sunni

7.    Pada  Tahun  akhir 1979-1980  setelah gagalnya pihak kapitalis Amerika menghancurkan Republik Islam Iran dengan Operasi  Blue Light (akan dibahas tersendiri)  dan gagalnya  Mossad  dan CIA melemahkan persenjataan Republik Islam Iran serta kacau balaunya Uni Soviet memberi dukungan pihak MKO untuk menghancurkan Republik Islam Iran ini, maka  negar-negar ini mengagas sebuah upaya akhir penghancuran Republik Islam Iran  dengan operasi militer masiv, dengan menggunakan sekutu boneka mereka Iraq dan didukung sekutu boneka  suni lainya seperti Arab Saudi, Kuait, Bahrai, Qatar, UEA, Oman dll. Dan dunia menyaksikan telah terjadi persekutuan antara Kapitalis – zionis – Komunis dan Sunni dalam memerangi Republik Islam Iran.

Lihat adakah Republik Islam Iran menyediakan tanahnya untuk musuh Islam ?

8.     Militansi tentara Republik Islam Iran telah membuat  kedodoran tentara aliansi Suni – komunis – Kapitalis dan Zionis  sehingga  AS mengijinkan menggunakan senjata kimia, sebuah tindakan yang melanggar konvensi jenewa. Memo penggunaan senjata kimia untuk menghabisi tentara Republik Islam Iran tersebut  di keluarkan pada November 1983,  kurang lebih isinya demikian “ Kami memandang penting untuk segera mendekati IRak guna mempertahankan kredibilitas kebijakan Amerika Serikat mengenai Chemical weapon “ [6]  Sebagai bentuk dukungan penggunaan senjata kimia untuk memenangkan aliansi  Suni – Kominis – Kapitalis  Menteri Luar Negeri AS Gerorge Schuktz memeintahkan Rumsfeld untuk meyakinkan sadam bahwa AS dan sekutunya sepenuhnya akan mendukung Iraq dan negara-negara arab dalam menghancurkan serta menghapuskan Republik Islam Iran dari muka bumi.  5 April 1984 pemerintah Reagen AS  menyusun rencana aksi untuk mendukung serangan senjata kimia pada republic islam Iran dengan menyediakan bahan-bahan senjata biologi yang mencakup  virus, retrovirus, bakteri, jamur, tisu terinfeksi pes bubonic, dikirimreagent virus nil barat dan reagent pes tikus [7]  tak hanya itu  menurut James Tuite operasi pengiriman bahan patogenis tersebut di distilahkan sebagai “Pertukaran informasi ilmiah Sejati”  menurutnya, senat Amerika telah mempersiapkan sebuah argumentasi jika mendapatkan protes dunia mengenai kebijakan bahan patogenis tersebut. James Tuite akan berdalih “ Kami bebas bertukar bahan-bahan patogenis dengan sebuah negara (Iraq) yang memiliki program perang biologi aktif (dengan Iran) [8]  Dengan memperhatikan data-data diatas sudah jelas bahwa komunitas negara-negar suni telah menjadii boneka bagi kepentingan AS dan sekutunya dengan menghalalkan  segala cara.

Saat operasi badai gurun, Iran tak mengizinkan tanahnya digunakan sebagai pangkalan militer. padahal Iraq pernah menyerang negeri ini.

9.     Genocide Bosnia adalah bukti yang sangat jelas akan pengkhianatan negara-negara suni yang menutup mata pada  pembantaian muslim bosnia oleh tentara Serbia.  Merespon tindakan  brutal Bosnia dan kemandulan PBB, OKI menggelar konfrensi  untuk membahas sikap negara-negara Islam terhadap krisi Bosnia. Pada saaat itu  Republik Islam Iran dan Malaysia  mengeluarkan usulan bagwa OKI perlu membentuk Tentara Islam Multinasional untuk melindungi warga  muslim bosnia, tapi usulan tersebut justru diabaikan bahkan oleh negara-negara sunni timur tengah, pernyataan keinginan Iran dan Malaysia tersebut justru dilaporkan kepada tuan mereka Amerika.  Pada 1 September 1992  laporan tersebut di terima oleh Task Force on Terrorism & Unconventional warfare, House Republican Research Commite,  dan kemudian diteruskan  kepada senat AS . Segera saja konggres AS dengan didukung negara-negara Islam (Suni) meneriakan seruan bahwa bosnia sedang dijadikan batu loncatan oleh Iran untuk menimbulkan radikalisasi Islam di Eropa.  Presiden Ali Alija Izetbegovic dalam laporan tersebut disebut sebagai “ a fundamentalist muslim, and a member af the Fida’iyan-e Islam Organization” dan AS beserta negara-negara suni secara intensif mengawasi Iran agar tidak mengirimkan tentaranya ke Bosnia. Apa yang dilakukan oleh negara-negara  Islam Suni terhadap Bosnia, hanya tindakan karitatif !!! dan retorika perdamaian mebebek tuanya AS dan sekutunya. Dan lebih ironis lagi, di ceritakan bahwa  mesin-mesin perang Serbia macet gara-gara mengalami kekurangan pasokan bahan bakar. Adalah Jendral Zivota Panic (Kepala AB Yugoslafia) melakukan kunjungan ke negara-negara (suni) di timur tengah  untuk melakukan transaksi senjata dan minyak,  Dan tak berapa lama mesin perang itu kembali membunuhi muslim bosnia.

10.    Penghambaan negara-negara suni timur tengah terhadap AS dan sekutunya kembali dibuktikan  pada saat Perang Teluk I dan Teluk II, hampr seluruh tanah negara-negara Sunni menjadi pangkalan militer untuk menghancurkan negara Iraq yang dahulu  saat menyerang Iran disebut sebagai perang qadisiyyah saddam. Bandingkan dengan sikap Republik Islam Iran, meskipun negara ini pernah akan di aneksasi oleh iraq tetapi sama sekali tidak turut campur dan tidak mengijinkan negaranya sebagai pangkalan militer. Iran pernah diprovokasi untuk diseret dalam peang  Teluk I dan Teluk II majalah militer Angkasa melaporkan bahwa beberapa pesawat AS dan sekutunya sengaja memasuki wilayah udara Iran untuk memprovokasi iran agar terlibat dalam perang tersebut, tetapi Angkatan Perang Iran tak pernah sama sekali terprovokasi. Jadi siapakah yang berkhianat fakta yang berbicara.

Iran tetap konsisten, lihat operasi Fredom of Iraqi pun masih menggunakan pangkalan militer di negara-negara sunni

11.    Lihatlah Iraq hari ini, hamper seluruh negara-negara sunni terdiam menunggu apa perintah tuanya, Hizbut Tahrir Indonesia pernah menulis  bahwa AS pernah akan mengajak Iran untuk menyelesaikan krisis Iraq dengan konsesni program Nuklir, dan ternyata justru hal itu di tolak keras oleh Iran, mengapa? Iran tidak akan tunduk pada scenario apapun yang dibuat oleh AS, krisis dfi Iraq adalah buah dari konflik yang diciptakan oleh AS dan sekutu-sekutu timur tengahnya, dan mengapa sekarang Iran mesti ikut menanggung ? lihat bandingkan dengan negara-negara suni lainya !!!. Kepada akhi Zaky Falhum kamin ingin bertanya, bukankah John Pilger mengatakan bahwa AS   dan  negara-negara Islam (suni) timur tengah  bersepakat  merencanakan  satu strategi  yang disebut sebagai “ agenda  memelihara perpecahan dan ketegangan etnik” [9] adakah Syi’ah ada disana ? .  Bukankah AS dan negara-negara Islam (suni) di timur tengah  sedang merencanakan “sketsa Timur Tengah Baru” [10]  bukankah  sebagai pemain utamanya adalah  negara-negara suni  dan sebagai sasaranya adalah syi’ah ? perhatikan itu siapakah sebenarnya yang boneka itu ?

[1] Lihat di buku The Prize, karya Daniel Yergin.
[2] ibid hlm 753.
[3] ibid hlm 753
[4] lihat di  Memoar Nixon,
[5] Untuk melihat lebih detail silahkan merujuk ke  buku karya Jeffrie Richard, Pasukan Intervensi Cepat Amerika
[6] lihat di  “Penggunaan Senjata Kimia oleh Iraq”, isi memo yang terbuka untuk umum dari Jonathan Howe kepada Menteri Luarnegeri, 1 november 1983.
[7] Data virus dan senjata biologi yang akan dikirim AS untuk menghancurkan Republik Islam Iran lebih lanjut silahkan Dean Doust dan John Carey, “AU. S . Gift to Iraq : Deadly Viruses”  Lihat pula di Donald W Riegle Jr and Alphonse M D’ Amato. A Report of committee of Banking, Housing and Urban Affairs With Respect to Export administration, US Chemical and biological warfare – Realted Dual Use exports to  to Iraq and their possible impact on healt consequences of Persian  gulf war. Pada artikel ini anda akan mendapatkan informasi dampak dari penggunaan senjata kimia dan biologi bagi tentara dan rakyat Republik Islam Iran.
[8] Dean Doust dan John Carey, “AU. S . Gift to Iraq : Deadly Viruses”
[9] lihat di global research edisi 12/4/2007
[10]  Lihat di Ralph Peters, Jurnal US Armed Forces edisi juli 2006. dalam artikel Blood Borders.

Iklan