MENGOYAK EPISTEMOLOGI KAUM KIRI

Koreksi terhadap Konsepsi/Tashawwur Teori Empirikal Pegangan Kaum Marxis-Komunis

Oleh : Ayatullah Udzma Baqir Shadr

Bismillahirrahmanirrahim

Alahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ali Muhammad wa ajil farajahum

 

 

Teori empirikal mengatakan bahwa penginderaan adalah satu-satunya yang membekali akal manusia dengan konsepsi-konsepsi dan gagasan-gagasan, dan (bahwa potensi mental akal budi) adalah potensi yang tercerminkan dalam berbagai persepsi inderawi.  Jadi, ketika kita mengiderai sesuatu, kita dapat memiliki suatu konsepsi (pengetahuan sederhana/Tashawwur) tentangnya —– yakni menangkap form dari sesuatu itu dalam akal budi kita. Adapun gagasan-gagasan yang tidak terjangkau oleh indera, tidak dapat diciptakan oleh jiwa, tak pula dapat dibangunnya secara esensial dan dalam bentuk yang berdiri sendiri.

 

Akal-Budi, berdasarkan teori ini, hanyalah mengelola konsepsi-konsepsi gagasan-gagasan inderawi. Hal itu dilakukannya dengan menyusun konsepsi-konsepsi tersebut atau membagi-baginya.  Dengan begitu, ia mengkonsepsikan  “sebungkul gunung emas”, atau membagi-bagi  “pohon” kepada potongan-potongan  dan bagian-bagian, atau dengan abstraksi dan universalisasi, misalnya dengan memisahkan  sifat-sifat dan bentuk-bentuk itu, dan mengabstraksikan  bentuk itu dari sifat-sifatnya  yang tertentu agar darinya akal dapat membentuk suatu gagasan universal.

Lanjutkan membaca “MENGOYAK EPISTEMOLOGI KAUM KIRI”

BERDOALAH DENGAN RENDAH HATI

Oleh. KH Prof. Dr. jalaludin Rahmat

 

Bismillahirrahmanirahim

Allahumma Sholi ‘ala Muhammad wa ‘ali Muhammad wa ajil farajahum

 

Sa’ad bin Ibn Waqqas adalah sahabat Nabi saaw. Ia berusia panjang sepeninggal Nabi saaw. pada hari-hari terakhir hidupnya, ia buta dan tinggal di Makkah. Ia sering di datangi orang yang meminta berkah. Tidak semua orang ia berkati. Tapi orang yang diberkati selalu berhasil memperoleh hajatnya atau menyelesaikan urusannya. Abdullah Ibn Sa’ad meriwayatkan kepada kita : ” Aku mengunjungi dia. ia selalu baik padaku dan selalu mendoakan aku. Karena aku anak yang selalu ingin tahu, aku bertanya kepadanya: ‘Doa Tuan untuk orang lain tampaknya selalu di ijabah. Mnegapa Tuan tidak berdoa agar disembuhakn dari kebutaan Tuan ?’ Orang tua itu menjawab, ‘Pasrah kepada kehendak Alla jauh lebih baik dari kenikmatan karena bisa melihat”

  Lanjutkan membaca “BERDOALAH DENGAN RENDAH HATI”

DOA DAN PENDERITAAN

Oleh. KH. Dr. Jalaludin Rahmat, M.Sc

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ali Muhammad wa ajil farajahum

 

Alkisah, ada seorang sufi berkunjung kepada temannya yang sufi. Temannya itu kebetulan sakit dan ia mengeluh tentang sakit yang dideritanya. Sufi yang datang menengok itu berkata, “Bukan seorang pecinta sejati bila ia mengeluhkan penyakit yang diberikan kekasihnya”. Lalu sufi yang sakit itu menjawab, “Bukan seorang pecinta sejati bila ia tidak menikmati pemberian kekasih sejati“.

 

Dari cerita diatas kita dapat menarik pelajaran berharga  bahwa hendaknya kita harus mengubah persepsi tentang sakit yang pernah kita alami. Persepsi kita selama ini adalah menganggap sakit itu sebagai suatu penderitaan yang diberikan Allah kepada kita. Dari anggapan ini  kita berkesimpulan bahwa Allah tidak mencintai kita lagi. Sikap yang bijak adalah menikmati keindahan sakit seperti yang dialami sufi tadi.

Lanjutkan membaca “DOA DAN PENDERITAAN”

KATA DEISME DAN NATURALISME : SETELAH TUHAN MENCIPTA ALAM SEMESTA DIA TAK LAGI MENCAMPURI CIPTAAN-NYA

(Kritik pada pandangan Deisme & Naturalisme tentang Clock Maker Theory)

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ali Muhammad wa ajil farajahum

 

————–

Dalam bukunya A Dictionory of Philoshophy, Antony Flew,  menuliskan teori penganut Deisme  dan naturalisme berkenaan tentang penciptaan alam semesta.  kata kedua isme tersebut; Setelah alam semesta diciptakan oleh Tuhan, alam semesta dilepas dari tangan Tuhan. Tuhan tidak lagi mencampuri urusan ciptaan-Nya. Tak ubahnya seperti jam tangan yang telah lepas dari hubungan dengan pembuat jam. Jam itu bergerask secara automatis dengan mekanisasi yang dibuat sedemikian rupa oleh tukang jam itu. Alam semesta ini, kata deisme dan naturalisme, telah ditinggalkan oleh Tuhan, dan Dia menyerahkan kepada hukum-hukum alam yang berlaku, tanpa campur tangan Tuhan.

————–

 

Lebih jauh, naturalisme mengimbuhi, kesedemikian rupaan alam semesta ini, sehingga alam mampu menciptakan dirinya  (self generating) dan beroperasi dengan sendirinya  (self-operating). Alam semesta ini independen dari campur tangan Illahi dan telah mencapai otonominya yang maksimal.

 

Deisme dan naturalisme menopangkan pandanganya melalui fakta sains mechanistic determinsm (hukum mekanik) yang diketemukan oleh Issac Newton, kendati Newton menemukan hukum itu, tapi ia sampai akhir hidupnya dikenal sebagai orang shaleh yang meyakini keterlibatan Tuhan pada setiap proses di alam semesta ini.

 

Mekanika Newton memberikan gambaran, bahwa alam semesta ini dikendalikan oleh hukum alam, yakni hukum mekanik, sehingga alam semesta merupakan mesin raksasa yang beroperasi menurut hukum tertentu, yakni hukum sebab akibat secara pasti, dan tidak dapat diubah. Maka melalui perhitungan matematis, rotasi bumi yang berakibat pada jumlah waktu perubahan siang dan malam dapat diperkirakan secara tepat, ataupun perhitungan bulan masehi dalam kondisi konstan, dan sedikit perubahan berlaku tetap yang terakumulasi pada pola tahun kabisat. Mekanika Newtonian dapat secara tepat menghitung pergerakan planet-planet dan bintang-bintang. Hal ini karena Tuhan telah menetapkan hukum alam yang pasti dan tidak berubah serta bekerja independen dan otonom.

Lanjutkan membaca “KATA DEISME DAN NATURALISME : SETELAH TUHAN MENCIPTA ALAM SEMESTA DIA TAK LAGI MENCAMPURI CIPTAAN-NYA”

MENINJAU EPISTEMOLOGI PLATO TENTANG “AL TASHAWWUR” (KONSEPSI)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ali Muhamad wa ajil farajahum

 

————–

Salah satu perdebatan besar adalah diskusi yang mempersoalkan sumber-sumber dan asalu-usul pengetahuan. Dengan itu, ia menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya; bagaimana pengetahuan itu muncul dalam diri manusia ? Bagaimana kehidupan intelektualnya tercipta, termasuk setiap pemikiran dan konsep-konsep (notions) yang muncul sejak dini ? Dan apakah sumber yang memberikan kepada manusia arus pemikiran dan pengetahuan ini ?

————-

 

Setiap manusia tentu mengetahui berbagai hal dalam kehidupan, dan dalam dirinya terdapat bermacam-macam pemikiran dan pengetahuan. Dan tidak diragukan lagi bahwa benyak pengetahuan manusia itu muncul dari pengetahuan lainnya. Karena itu, ia akan meminta bantuan pengetahuan terdahulu (yang sudah dimiliki) untuk menciptakan pengetahuan baru. Permasalahnnya adalah bagaimana kita “meletakkan tangan kita” diatas “garis-garis primer” pemikiran dan atas sumber umum pengetahuan pada umumnya.

Lanjutkan membaca “MENINJAU EPISTEMOLOGI PLATO TENTANG “AL TASHAWWUR” (KONSEPSI)”

BERDOA DENGAN KEBERADABAN

Oleh : Dr. Jalaludin Rahmat, Msc

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ali Muhammad wa ajil farajahum

 

 

Kita akan berbicara tentang doa dalam prespektif kecintaan. Di dalamnya kita akan membicarakan hakikat doa, macam-macam doa, dan adab berdoa. Karena berhubungan dengan mahabbah (kecintaan), kita akan berbicara tentang doa dalam kaitannya dengan kita-kiat meraih cinta Tuhan. Belajar mencitai Allah. Kiat ini ada kaitannya juga dengan Tombo Ati-nya Emha Ainun Nadjib; mengurangi makan, banyak bergaul dengan orang saleh, dan lain-lain.  Ada lagi sebenarnya yang tak kalah penting, yaitu menjauhi banyak bicara.

 

 

Dalam bahasa arab, banyak bicara disebut dengan fudhul al-kalam. Fudhul artinya kelebihan. Kelebihan sesuatu disebut fadha’il atau fadhilah. Fudhul  al-mal artinya kelebihan harta. Fudhul al-kalam artinya kelebihan pembicaraan, yaitu memanjang-manjangkan perkataan tetapi isinya sedikit; penyakit yang diderita oleh orang seperti saya dan para mubaligh. Sangat sulit mendekati Tuhan dengan adanya fudhul al kalam ini.

 

Nabi saaw berabda

“Janganlah kalian memperbanyak pembicaraan tanpa ada dzikrullah di dalamnya. Banyak berbicara tanpa zikir kepada Allah akan memperkeras hati. Manusia yang paling jauh dari Allah ialah yang hatinya keras. Salah satu penyebab hati menjadi keras adalah berbicara tanpa dzikrullah di dalamnya”

  Lanjutkan membaca “BERDOA DENGAN KEBERADABAN”

MENGENAL ALLAH : TUHAN YANG DISAKSIKAN BUKAN TUHAN YANG DIDEFINISIKAN

Oleh : KH. Dr. Jalaludin Rahmat, M.Sc

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ali Muhammad wa ajil farajahum

 

————–

 

Tuhan itu tak terbatas, tanpa ruang, dan tanpa waktu

Namun Dia menjadi kecil sesuai dengan pemahamanmu

Namun Dia akan datang sebatas kebutuhanmu

Namun KeluasanNya sebatas harapanmu

Namun pembicarannya sebatas keimananmu

Mereka yang yatim, Dia menjadi ayahnya dan ibunya

Mereka yang butuh saudara, Dia akan menjadi saudaranya

Mereka yang putus harapan, Dia menjadi harapan

Mereka yang tersesat, denganNya akan menemukan jalan

Mereka yang berada dalam kegelapan akan mendapatkan cahayaNya

Mereka yang sakit akan disembuhkanNya

Tuhan akan menjadi segalanya dan bersama seluruh manusia

Namun dengan syarat keyakinan, dengan syarat kesucian hati, dengan syarat kesucian ruh

Dengan syarat menjauhi perkawanan dengan setan

Cucilah hatimu dari segala keburukan

Cucilah pikiranmu dari segala pemikiran yang salah

Cucilah perkataanmu dari segala perkataan yang buruk

Karena Dia senantiasa menantimu & memanggilmu disetiap lorong-lorong keheningan malam

(Mulla Shadra)

————–

 

 

Alkisah, seorang Arab Badawi  bermaksud menjual sekarung gandum ke pasar. Berulang kali  ia mencoba meletakkan karung itu di atas  punggung unta; dan berulang kali ia gagal. Ketika ia hampir putus asa, terkilas pada pikirannya pemecahan yang sederhana. Ia mengambil satu karung lagi dan mengisinya  dengan pasir, ia merasa lega ketika kedua karung itu tergantung dengan seimbang pada kendaraannya. Segera ia berangkat ke pasar.

 

 

Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang asing yang berpakaian compang-camping dan berkaki telanjang. Ia diajak oleh orang asing itu untuk berhenti sejenak , beristirahat, dan berbincang-bincang. Sebentar saja, orang Badawi itu menyadari bahwa yang mengajaknay berbincang itu orang yang banyak pengetahuan. Ia sangat terkesan karenanya. Tiba-tiba, orang asing itu menyaksikan dua buah karung bergantung pada punggung unta.

Lanjutkan membaca “MENGENAL ALLAH : TUHAN YANG DISAKSIKAN BUKAN TUHAN YANG DIDEFINISIKAN”

DOA BUKAN LAMPU ALADIN

oleh : KH. Dr. Jalaludin Rahmat, M.Sc

 

 

Bismillahirrahmanirrahim

Alahumma Sholi ‘ala Muhammad wa ‘ali Muhammad wa ajil farjahum

 

Dahulu, ia mubaligh populer  di kalangan anak muda. Suaranya keras, baik volume maupun isinya. Kini, ia datang kepada saya dengan terseok-seok, hampir seperti “rongsokan tubuh”. Wajahnya muram. Kekecewaannya begitu besar, sehingga tidak menyisakan sedikit pun ruang pada air mukanya untuk harapan. Ia kecewa kepada pemerintahnya, karena tidak memelihara “fakir miskin dan anak-anak terlantar”. Ia kecewa kepada jama’ahnya. Dulu, mereka mengeluk-elukannya. Kini, tak seorangpun di antara mereka menegurnya. Mereka ribut mengumpulkan dana untuk memperbaiki pengeras suara masjid, tapi tak seorangpun memperhatikan tenggorokannya yang rusak. Ia kecewa kepada organisasinya. Hanya karena sakit, bukan saja tidak dibantu, ia malah dicoret dari daftar anggota.

Lanjutkan membaca “DOA BUKAN LAMPU ALADIN”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑