Pengakuan Seorang Agen Mossad Dalam Menciptakan Permusuhan Antara Sunnah dan Syi’ah


Posted on 27 April 2008 by satuislam

Edisi 01/XVI/Mei/ 2003
SUARA HIDAYATULLAH

Pengakuan Seorang Agen Mossad Dalam Menciptakan Permusuhan dan Adu Domba Antara
“Sunnah dan Syi’ah”

Badan Intelejen Palestina mengijinkan harian al-Hayat, London, dan televisi LBC, Beirut untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad yang tertangkap oleh Badan Intelejen Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah mujahidin.

Dalam sebuah wawancara, salah satu agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah dalam perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid an-Nas nomor 127 mengutip harian al-Hayat. Tabloid al-Basya’ir edisi akhir Shafar 1424 atau awal April 2003 yang terbit di Sana’a, Yaman, kembali menurunkan wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Berikut terjemahannya.

Bagaimana para zionis itu dapat memperalat Anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara Anda?

Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.

Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh Intelejen Zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan Zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapa pun. Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh mujahidin, posisi tempat tinggal mereka,dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islami. Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan. Tapi ternyata mereka merekam saya ketika saya berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita, hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur mujahidin.

Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan, dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan pembunuhan banyak melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan Zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan.

Kami mengetahui bahwa Anda dapat mengintervensi beberapa Jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?

Sesungguhnya Zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidakhati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, … Dengan situs-situs ini kami bisa berhubungan dengan banyak anak muda yang bersemangat dan memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata. Atas dasar bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait. Begitulah kami dapat menembus banyak mata rantai mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan Jihad.

Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang salafi untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan dikalangan umat Islam.

Buku-buku ini dicetak dan dibiayai dengan biaya Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan. Telah dicetak puluhan judul; buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah.

Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak dengan dasar bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan luks. Dan selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh orang-orang yang tidak sadar dari para fanatik Sunnah (salafiyyin dan lain-lain). Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antar pihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingan sesama mereka agar Israel dapat merealisasikan tujuan mereka, dengan menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus indentitas generasi muda baik dengan menjadikan mereka rendah moral, atau orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala, hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama muslim baik Sunnah atau Syi’ah.

Mossad telah berhasil banyak dalam hal ini. Anda dapat melihat kira-kira semua mesjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dan dibagikan secara gratis bahwa ini semua dibiayai oleh para donatur Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini.

Sayang sekali banyak orang-orang yang tak sadar, dan para imam mesjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku ini, yang minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berfikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari ini.

Buku-buku ini telah mulai pengaruhnya di Pakistan di mana orang-orang Sunnah membentuk “Tentara Shahabat” dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah mereka ketika shalat, membunuh mereka ketika sholat Shubuh. Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak membentuk “Tentara Muhammad” bereaksi dengan balasan yang lebih, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan, pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan “Khawarij” zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat, sangat disayangkan.Khusus tentang pemicuan fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.

Sekarang apakah Anda menyesal? Di mana mata hati Anda ketika Anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada Zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?

Apalah gunanya penyesalan, Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bengunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: